Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivisme Sosial dan Politik Generasi Z dalam Perspektif Masyarakat: Antara Kepedulian Substantif dan Fenomena Trend Sosial Annida Auliya; Afifah; Syifa Rohima; Alya Julviana; Rizqia Aufa Handayani
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66618/equalitylawandsocial.v1i3.284

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap aktivisme sosial dan politik yang dilakukan oleh Generasi Z di era digital, dengan fokus pada pertanyaan apakah keterlibatan mereka merupakan bentuk kepedulian nyata atau sekadar mengikuti tren. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan analisis reflektif-kritis, penelitian ini melibatkan 198 responden dari berbagai latar belakang usia, jenis kelamin, dan pendidikan melalui kuesioner daring. Data menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat (81%) memandang aktivisme Gen Z sebagai kombinasi antara kepedulian tulus dan dorongan mengikuti tren, sementara 40% responden meyakini bahwa aktivisme tersebut dilandasi kepedulian nyata. Tingkat dukungan terhadap keterlibatan Gen Z dalam pengambilan keputusan politik sangat tinggi, dengan 87,9% responden menyatakan mendukung atau sangat mendukung partisipasi mereka. Sebanyak 90,9% responden percaya bahwa Gen Z berpotensi menjadi agen perubahan sosial-politik. Meski mayoritas masyarakat (85,8%) tidak merasa terganggu oleh aktivisme digital Gen Z, masih terdapat kekhawatiran terhadap efektivitas dan kedalaman substansi gerakan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivisme Gen Z bukanlah fenomena tunggal yang dapat dikategorikan secara kaku, melainkan bagian dari pergeseran paradigma sosial-politik yang kompleks dan dinamis. Gen Z berpotensi menjadi "pengubah" yang membawa nilai-nilai baru ke ruang publik, namun memerlukan dukungan sistem yang memungkinkan mereka bertumbuh secara ideologis, strategis, dan struktural untuk mencapai transformasi sosial yang substantif.
Edukasi Pencegahan Kenakalan Remaja melalui Pendekatan Participatory Action Research di SMPN 17 Palangka Raya Muhammad Trio Mahfuzd; Syifa Rohima; Siti Afifah; Rosa Lina; Siti Norhaliza; Andela Oktavia; Nadia Zhafirah; Reyza Ayu Qomaria; Anugrah Pangestu; Ayatusa'adah Ayatusa'adah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 4 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i4.2443

Abstract

Juvenile delinquency is a social and educational issue related to character, discipline, social relationships, and the continuity of students' education. This community service activity aims to educate students on juvenile delinquency and encourage awareness of self-control, responsibility, and positive social relationships. The activity was carried out by students of Community Service Program (KKN) Group 44 of UIN Palangka Raya at SMPN 17 Palangka Raya on 6 August 2026, using a Participatory Action Research (PAR) approach through identification, planning, action, and reflection, and involved 286 students from grades VII A–D, VIII A–D, and IX A through a PowerPoint presentation, discussion, and question-and-answer session. Results show the seminar served as a relevant space for education and interaction, with active discussion, although the activity did not use a pre-test or post-test and was not intended to measure quantitative knowledge change. Education on juvenile delinquency needs to be ongoing through cooperation among schools, families, and the community.