Alwani Akhmad
Sebelas Maret University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Direct instruction and practice-based learning to improve microsoft excel achievement in vocational school Alwani Akhmad; Annisa Nurul Firdhaus; Wulan Rahayu Syachtiyani; Cicilia Dyah Sulistyaningrum Indrawati; Ninuk Setyaning Rahayu
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.103581

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan gabungan model Direct Instruction dan Practice-Based Learning dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada konteks pendidikan kejuruan. Desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart diterapkan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas XI pada Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di SMK Bhakti Karya Karanganyar. Data dikumpulkan melalui tes praktik dan lembar observasi terstruktur. Instrumen observasi divalidasi melalui expert judgment (Aiken’s V = 0,89) dengan reliabilitas antar-penilai sebesar 83%. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Sebelum tindakan, rata-rata nilai siswa adalah 69,87 dengan tingkat ketuntasan 40%. Setelah siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 79,76 dengan ketuntasan 66,67%. Pada siklus II, rata-rata nilai naik menjadi 83,04 dengan ketuntasan 73,33%. Skor keterlibatan siswa juga meningkat dari 69,77% pada siklus I menjadi 79,05% pada siklus II. Hasil ini membuktikan bahwa model pembelajaran terpadu ini secara efektif meningkatkan capaian kognitif dan pengembangan keterampilan praktis siswa kejuruan. Kata kunci: keterampilan spreadsheet; keterlibatan siswa; ketuntasan belajar; penelitian tindakan kelas; strategi instruksional Abstract: This study investigated the effectiveness of integrating Direct Instruction and Practice-Based Learning to improve student learning achievement in a vocational education setting. A Classroom Action Research design based on the Kemmis and McTaggart model was employed, conducted across two cycles each comprising planning, action implementation, observation, and reflection stages. Participants consisted of 30 Grade XI students in the Office Management and Business Services program at SMK Bhakti Karya Karanganyar. Data were collected via practical performance tests and structured observation sheets. Observation instruments were validated through expert judgment (Aiken’s V = 0.89) and established inter-rater reliability of 83%. Data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. Prior to intervention, the mean score was 69.87 with a mastery rate of 40%. Following Cycle I, the mean score increased to 79.76 with a mastery rate of 66.67%. After Cycle II, the mean score rose further to 83.04 with a mastery rate of 73.33%. Student engagement scores also improved from 69.77% in Cycle I to 79.05% in Cycle II. These results confirm that the integrated instructional model effectively enhances both cognitive outcomes and practical skill development among vocational students. Keyword: classroom action research; instructional strategy; learning mastery; spreadsheet skills; student engagement
Pelaksanaan kearsipan statis pada bagian arsip kantor Samsat Surakarta Alwani Akhmad; Wiedy Murtini; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 4 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i4.64413

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pelaksanaan arsip statis di bagian kearsipan Kantor Samsat Surakarta, 2) kendala-kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan arsip statis di bagian kearsipan Kantor Samsat Surakarta, 3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang muncul dalam pelaksanaannya arsip statis di bagian kearsipan kantor Samsat Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive dan snowball sampling. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) kegiatan pengarsipan statis pada arsip kantor Samsat Surakarta mempunyai beberapa tahapan yang terdiri dari: a) perolehan, b) pengolahan, c) preservasi d) akses arsip statis. 2) Penyelenggaraan arsip statis pada bagian kearsipan kantor Samsat Surakarta mengalami kendala antara lain a) kurangnya sumber daya manusia petugas kearsipan dan b) belum memadainya fasilitas kearsipan untuk kegiatan pengelolaan arsip statis. (3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang timbul antara lain: a) gotong royong antar pegawai bila ada yang senggang, b) bekerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan pada hari itu c) mengawasi arsip-arsip yang belum mendapat rak.Kata Kunci: arsip statis; kualitatif; penerapanAbstract: The purpose of this research was to find: 1) implementation of static archives in the archives department Surakarta Samsat office, 2) obstacles encountered in static archives in the archive department Surakarta Samsat office, 3) efforts made to overcome obstacles that arise in the implementation of static archives in archives department Surakarta Samsat office. This research uses a qualitative method with a qualitative descriptive approach. This research data was obtained from interviews, observations, and documentation. The sampling technique used is purposive and snowball sampling. The results of this research are as follows: 1) static archiving activities in the archives of the Surakarta Samsat office have several stages consisting: a) acquisition, b) processing, c) preservation d) access static archive. 2) The implementation of static archives in the archives department of the Surakarta Samsat office encountered obstacles, including a) a lack of human resources for archiving officers and b) insufficient archive facilities for static archive management activities. (3) Efforts that have been made to overcome the obstacles that arise include: a) mutual assistance between employees when someone is free, b) working overtime to complete work on that day c) supervising archives that have not received shelves.Keywords: implementation; qualitative; static archive