Risma Pertiwi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Terapi Kortikosteroid Oral pada Pasien Asma di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Tahun 2022 Fajrin Noviyanto; Risma Pertiwi; Afifah Nur Shobah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 01 Juli 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma adalah gangguan inflamasi yang persisten yang memengaruhi saluran udara. Gejala umum asma meliputi penyempitan dada, mengi yang terdengar, dan kesulitan bernapas, terutama pada malam hari atau dini hari. Pengobatan asma bertujuan untuk mengontrol kekambuhan sehingga pasien dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan gejala yang minimal atau tanpa gejala. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kortikosteroid efektif meningkatkan parameter dalam pengendalian asma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasionalitas dan pola peresepan kortikosteroid pada pasien asma di rawat jalan di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental retrospektif yang melibatkan pengumpulan data dari catatan rekam medik. Purposive sampling adalah teknik yang digunakan untuk pengumpulan data, yaitu pengumpulan data disesuaikan untuk memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian Jumlah populasi yang didapatkan sebanyak 115 kasus. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusif sebanyak 57 kasus. Penyebab data dieksklusi karena tidak tersedianya data rekam medik, tidak dicantumkan dosis yang digunakan, usia kurang dari 18 tahun, pasien tidak menggunakan obat kortikosteroid. Jenis kortikosteroid yang paling sering digunakan adalah metilpredinsolon sebanyak 57 pasien (100%). Peresepan Kortikosteroid yang paling banyak diresepkan pada bulan Desember sebanyak 14 resep sedangkan obat kortikosteroid paling sedikit pada bulan Juli sebanyak 2 resep. Penggunaan kortikosteroid tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 100%, dan tepat obat 100%.