Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE TRANSFORMATION OF VALUES AND KNOWLEDGE IN THE YELLOW BOOK AT DAYAH DARUSSALAM LAMPOH TUAH GRONG GRONG IN THE DIGITAL AGE Daysra abrar Daysra abrar; Salami mahmud; Nurbayani Ali
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v4i2.286

Abstract

This study investigates the transformation process of Islamic knowledge and values within Kitab Kuning learning at Dayah Darussalam Lampoh Tuah Grong Grong, focusing on how traditional Islamic educational institutions in Aceh navigate the digital age while maintaining their academic rigor and spiritual core. Across most dayah in Aceh, students are prohibited from using mobile phones, while digital technology access remains limited to educators (asatidz), religious scholars (teungku), and advanced students for educational, administrative, or instructional purposes. Employing a descriptive-qualitative approach supported by fieldwork observations and interviews, this study reveals that digital transformation in dayah education unfolds selectively and value-driven. Technology serves as a supplementary pedagogical resource for teachers rather than a central learning platform for students. Conventional instructional methods including halaqah (study circles), boh bareh (diacritical marking), syarah (interpretive exposition), and muthala'ah (self-directed reading) remain the cornerstone of knowledge transmission. Concurrently, digital instruments are utilized to enhance reference materials, boost efficiency, and support educators in content delivery. The restriction on mobile phone usage among students contributes to maintaining discipline, focus, and reverence for knowledge, fostering deep intellectual and spiritual development. Thus, the evolution of Kitab Kuning education within the digital landscape represents an ethical modernization approach—rooted in Islamic moral principles, humility, and the pursuit of blessed knowledge (barakah al-'ilm). This framework demonstrates the endurance and ongoing significance of Aceh's dayah institutions as custodians of classical Islamic learning amid swift global technological advancement.
PERKEMBANGAN AGAMA PADA USIA JANIN DALAM KANDUNGAN: KAJIAN PSIKOLOGI AGAMA DAN BUDAYA Daysra abrar Daysra abrar; Miftahul jannah; warul walidin
Al-Thifl: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2026): Althief : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : STAI Nusantara Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan agama sepanjang rentang kehidupan manusia telah menjadi fokus kajian psikologi agama, namun periode prenatal masih minim mendapat perhatian akademis. Masyarakat Aceh Pidie memiliki praktik keagamaan unik terhadap janin yang mencerminkan kepercayaan tentang religiusitas sejak dalam kandungan.Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep perkembangan agama pada fase prenatal melalui fenomena dan adat istiadat masyarakat Aceh Pidie, serta menganalisisnya dalam kerangka psikologi agama kontemporer.Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan terhadap beberapa informan di Kabupaten Pidie, terdiri dari ibu hamil, dukun bayi tradisional, tokoh agama, dan keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen adat. Analisis data menggunakan metode tematik interpretatif. Ditemukan enam kategori praktik keagamaan prenatal: pembacaan ayat suci Al-Quran, ritual peusijuek, pantangan religius, doa-doa khusus, pendidikan prenatal religius, dan upacara syukuran kehamilan. Masyarakat Aceh Pidie meyakini bahwa janin memiliki kapasitas spiritual yang dapat dipengaruhi sejak dalam kandungan melalui praktik keagamaan ibu dan keluarga. Konsep perkembangan religiositas prenatal dalam tradisi Aceh Pidie menunjukkan integrasi antara nilai Islam, budaya lokal, dan pemahaman psikologis indigenous. Temuan ini memperluas perspektif psikologi agama tentang dimensi temporal perkembangan keagamaan yang dimulai sebelum kelahiran.