Perkembangan agama sepanjang rentang kehidupan manusia telah menjadi fokus kajian psikologi agama, namun periode prenatal masih minim mendapat perhatian akademis. Masyarakat Aceh Pidie memiliki praktik keagamaan unik terhadap janin yang mencerminkan kepercayaan tentang religiusitas sejak dalam kandungan.Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep perkembangan agama pada fase prenatal melalui fenomena dan adat istiadat masyarakat Aceh Pidie, serta menganalisisnya dalam kerangka psikologi agama kontemporer.Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan terhadap beberapa informan di Kabupaten Pidie, terdiri dari ibu hamil, dukun bayi tradisional, tokoh agama, dan keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen adat. Analisis data menggunakan metode tematik interpretatif. Ditemukan enam kategori praktik keagamaan prenatal: pembacaan ayat suci Al-Quran, ritual peusijuek, pantangan religius, doa-doa khusus, pendidikan prenatal religius, dan upacara syukuran kehamilan. Masyarakat Aceh Pidie meyakini bahwa janin memiliki kapasitas spiritual yang dapat dipengaruhi sejak dalam kandungan melalui praktik keagamaan ibu dan keluarga. Konsep perkembangan religiositas prenatal dalam tradisi Aceh Pidie menunjukkan integrasi antara nilai Islam, budaya lokal, dan pemahaman psikologis indigenous. Temuan ini memperluas perspektif psikologi agama tentang dimensi temporal perkembangan keagamaan yang dimulai sebelum kelahiran.
Copyrights © 2026