Rusyda Nasyita Rahman
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Collaboration between Residents and the Government of Kapanewon Purwosari through Land Utilization: Perspectives on Social Capital in Kacangan Hamlet, Gunungkidul Salsabila Aurielia Putri; Eva Aulia Putri; Agustina Tri Wijayanti; Rusyda Nasyita Rahman
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v6n2.p44-50

Abstract

This study aims to analyze the collaboration between the community of Dusun Kacangan and the Purwosari sub-district government in land utilization based on social capital and its implications for social studies (IPS) learning. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Informants were selected purposively, consisting of the village head and a neighborhood leader as key actors. Data were analyzed using reduction, coding, and thematic conclusion drawing, with source triangulation applied for validation. The results show that collaboration operates through three main mechanisms: participatory deliberation, a land auction system, and collective work (gotong royong). High levels of trust and open communication are key factors supporting the collaboration. Government support, such as the provision of agricultural inputs and the development of farm roads, strengthens program sustainability. These findings contribute to social studies learning by providing contextual learning resources to understand social interaction, community participation, and communitybased development.
Kegagalan Modal Sosial sebagai Determinan Kematian Balita Akibat Kecacingan: Studi Kasus di Sukabumi dalam Perspektif Pendidikan Sosial Arsihlika Arsihlika; Niky Kencana Putri; Agustina Tri Wijayanti; Rusyda Nasyita Rahman
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1386

Abstract

Infeksi cacing pada anak-anak terus menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dan sangat berkaitan dengan faktor sosioekonomi seperti kemiskinan, sanitasi, dan akses terhadap layanan kesehatan. Kematian seorang balita bernama Raya di Sukabumi akibat infestasi cacing yang parah menyoroti bagaimana kurangnya dukungan sosial dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dapat meningkatkan risiko kesehatan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kegagalan modal sosial sebagai determinan sosial dalam kasus kematian anak akibat infeksi cacing, serta kontribusi pendidikan sosial terhadap upaya pencegahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan desain studi kasus eksploratif yang mencakup analisis dokumen dan tinjauan literatur dari berbagai publikasi ilmiah, laporan kebijakan, dan data statistik dari tahun 2020 hingga 2025. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi analisis konten dan sintesis tematik berdasarkan tiga dimensi modal sosial: ikatan, jembatan, dan koneksi. Temuan menunjukkan bahwa hubungan keluarga yang buruk, jaringan social masyarakat yang terbatas, dan kurangnya keterhubungan dengan lembaga formal mengakibatkan keterlambatan deteksi penyakit dan terbatasnya akses keluarga terhadap layanan kesehatan dasar. Gangguan ini membuat anak-anak lebih rentan terhadap infeksi cacing. Akibatnya, pengembangan modal sosial melalui pendidikan sosial, peningkatan literasi kesehatan masyarakat, dan integrasi layanan kesehatan serta administrasi kependudukan merupakan inisiatif penting untuk mencegah situasi serupa di masa mendatang.