Tiara Adelia
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Improve Pronunciation With Vowel Sounds: Tiara Adelia; Reinasya Boru Surbakti
JELT : Journal of English Education, Teaching and Literature Vol. 1 No. 1 (2023): October
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/jelt.v1i1.386

Abstract

Enhancing pronunciation through focused attention on vowel sounds is a transformative approach for language learners. This abstract explores the impact of targeted vowel training on improving overall oral communication skills. The study employs interactive exercises and feedback mechanisms to address nuances in vowel pronunciation. Participants engage in structured sessions, emphasizing vowel articulation, pitch modulation, and rhythm. Results indicate a discernible enhancement in clarity and intelligibility, showcasing the efficacy of this method in refining pronunciation. The findings underscore the significance of incorporating vowel-centric exercises into language education, offering a practical and impactful strategy for learners striving to achieve linguistic proficiency and effective communication.
A CONTRASTIVE ANALYSIS OF COMMA USAGE IN ENGLISH AND BAHASA INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Annisa annisa; Imelda Kurniati Siregar; Reinasya Br Surbakti; Tiara Adelia; Siti Ismahani
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.12123

Abstract

Tanda baca memegang peranan penting dalam penulisan akademik karena berkontribusi terhadap kejelasan, koherensi, dan keterbacaan suatu teks. Di antara berbagai jenis tanda baca, koma merupakan salah satu tanda baca yang paling sering digunakan sekaligus menjadi salah satu yang paling menantang bagi pembelajar bahasa, khususnya mereka yang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Perbedaan aturan penggunaan koma antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sering kali menyebabkan kesalahan dalam penulisan akademik di kalangan pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia. Meskipun berbagai penelitian telah membahas kesalahan menulis pada pembelajar EFL, penelitian yang secara khusus menganalisis penggunaan koma melalui perspektif analisis kontrastif antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persamaan dan perbedaan penggunaan koma antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis kontrastif berbasis kajian literatur, serta meneliti dampaknya terhadap penulisan akademik pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur kualitatif dengan menganalisis berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tanda baca, penggunaan koma, analisis kontrastif, dan penulisan akademik EFL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Inggris dan bahasa Indonesia memiliki beberapa persamaan dalam penggunaan koma, seperti untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu daftar dan klausa pengantar. Namun, terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan koma sebelum konjungsi koordinatif, pada klausa nonrestriktif, dan dalam struktur kalimat yang kompleks. Perbedaan-perbedaan tersebut berkontribusi terhadap kesalahan penggunaan koma di kalangan pembelajar EFL di Indonesia, terutama pada struktur yang kompleks, sehingga diperlukan pengajaran tanda baca yang eksplisit berbasis analisis kontrastif. Punctuation plays a crucial role in academic writing because it contributes to the clarity, coherence, and readability of a text. Among the various types of punctuation, the comma is one of the most frequently used punctuation marks and also one of the most challenging for language learners, particularly those learning English as a foreign language (EFL). Differences in comma rules between Indonesian and English often lead to errors in academic writing among English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesia. Although various studies have addressed writing errors among EFL learners, research specifically analyzing comma usage through a contrastive analysis perspective between English and Indonesian remains relatively limited. Therefore, this study aims to examine the similarities and differences in comma usage between English and Indonesian using a literature-based contrastive analysis approach, as well as to investigate its impact on the academic writing of English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesia. This study employs a qualitative literature review method by analyzing various sources, including books, journals, and previous research related to punctuation, comma usage, contrastive analysis, and EFL academic writing. The results of the study show that English and Indonesian share some similarities in comma usage, such as separating items in a list and introductory clauses. However, there are significant differences in the use of commas before coordinating conjunctions, non-restrictive clauses, and complex sentence structures. These differences contribute to errors in comma usage among EFL learners in Indonesia, particularly in complex structures, making explicit punctuation instruction based on contrastive analysis necessary.
SYNTAX ANALYSIS OF ENGLISH NOMINAL PHRASE STRUCTURE AND ITS IMPLICATIONS FOR GRAMMAR LEARNING: EFL LEARNERS Imelda Kurniati Siregar; Reinasya Br Surbakti; Tiara Adelia; Siti Ismahani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8474

Abstract

This study aims to analyze the structure of English noun phrases and examine their implications for grammar learning for learners of English as a Foreign Language (EFL). The study employs a qualitative approach using a literature study method by reviewing and analyzing books and journal articles that discuss noun phrase structures from a syntactic perspective and common errors made by EFL learners. The analysis focuses on the constituent elements of noun phrases, including the head noun, determiners, pre-modifiers, and post-modifiers. The findings show that EFL learners still experience significant difficulties in constructing correct noun phrases, particularly in the use of determiners, adjective order, and post-modifying structures such as prepositional phrases and relative clauses. The errors identified generally include omission, addition, misformation, and misordering, which are influenced by the complexity of noun phrase structures and interference from the learners’ first language. These errors affect clarity of meaning, grammatical accuracy, and the quality of learners’ academic writing. Therefore, a solid understanding of noun phrase structure is essential to improve learners’ syntactic competence and academic writing ability. This study is expected to contribute to the development of more effective and structure-based grammar teaching strategies for EFL learners. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur frasa nomina dalam bahasa Inggris serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran tata bahasa bagi pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelaahan dan analisis buku serta artikel jurnal yang membahas struktur frasa nomina dari perspektif sintaksis dan kesalahan yang umum dilakukan oleh pembelajar EFL. Analisis difokuskan pada unsur-unsur pembentuk frasa nomina yang meliputi unsur inti (head noun), penentu (determiner), pre-modifier, dan post-modifier. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajar EFL masih mengalami kesulitan yang signifikan dalam membentuk frasa nomina yang benar, khususnya dalam penggunaan determiner, urutan adjektiva, serta struktur post-modifier seperti frasa preposisional dan klausa relatif. Kesalahan yang ditemukan umumnya berupa omission, addition, misformation, dan misordering yang dipengaruhi oleh kompleksitas struktur frasa nomina serta interferensi bahasa pertama pembelajar. Kesalahan-kesalahan tersebut berdampak pada kejelasan makna, ketepatan gramatikal, dan kualitas penulisan akademik pembelajar. Oleh karena itu, pemahaman yang kuat terhadap struktur frasa nomina sangat penting untuk meningkatkan kompetensi sintaksis dan kemampuan menulis akademik pembelajar EFL. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran tata bahasa yang lebih efektif dan berbasis struktur.