Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan pemberdayaan Generasi Z melalui konseling komunitas dan pelatihan digital dalam meningkatkan promosi ekowisata di Kota Sabang. Permasalahan utama yang diangkat adalah belum optimalnya pemanfaatan media sosial serta rendahnya keterlibatan generasi muda sebagai agen promosi berbasis komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan desain deskriptif evaluatif. Subjek penelitian terdiri dari 30 orang Generasi Z yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan peserta, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 61,70 menjadi 88,03 dengan selisih 26,33 poin. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 68,46% mengindikasikan bahwa program berada pada kategori cukup efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis partisipatif mampu meningkatkan literasi digital, keterampilan pembuatan konten, serta pemahaman etika digital peserta. Kesimpulannya, pemberdayaan Generasi Z melalui pendekatan komunitas merupakan strategi yang efektif dalam mendukung promosi ekowisata berkelanjutan. Program ini juga berkontribusi dalam membangun kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan budaya lokal melalui media digital.Kata Kunci: konseling komunitas, pemberdayaan Gen Z, ekowisata