Pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang memperdagangkan pangan mudah rusak menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas produk selama penyimpanan dan distribusi, terutama ketika akses terhadap fasilitas pendingin relatif terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan logistik rantai dingin yang sederhana, terjangkau, dan mudah diaplikasikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pedagang dalam menerapkan logistik rantai dingin pangan melalui pemanfaatan cool box low-cost. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Maret 2026 di Kantor Camat Kuranji, Kota Padang, dengan melibatkan 44 pedagang dan pelaku UMKM. Metode kegiatan mengintegrasikan pendidikan masyarakat, demonstrasi, pelatihan praktik, dan difusi teknologi sederhana. Peserta memperoleh edukasi mengenai konsep rantai dingin, penanganan produk sensitif suhu, penggunaan ice pack, pengaturan produk dalam cool box, pembatasan frekuensi buka-tutup, rotasi persediaan FEFO, serta praktik pembuatan dan penggunaan cool box berbiaya rendah. Leaflet edukasi digunakan sebagai media penguatan pengetahuan peserta. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa solusi logistik sederhana dapat diperkenalkan secara aplikatif kepada pedagang tanpa bergantung pada infrastruktur pendinginan yang kompleks. Program ini memperlihatkan potensi pendekatan low-cost sebagai langkah awal penguatan literasi dan praktik logistik rantai dingin pada usaha mikro.