Yuyun irnawati
Universitas Muhammadiyah Buton

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Self Esteem Remaja Yang Mengalami Body Shaming Dengan Teknik Cognitive Restructruring (CR) Yuyun irnawati; Unhaluddin T Kurniawan; Ria Safaria Sadif
Frame (Jurnal Ilmiah Mahasiswa) Vol. 3 No. 2 (2024): FRAME (Jurnal Ilmiah Mahasiswa)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/frame.v3i2.6941

Abstract

Penelitian ini bertujuan i) untuk mengetahui gambaran umum self esteem remaja yang mengalami body shaming. ii) untuk mengetahui penyebab terjadinya self esteem  yang rendah pada remaja yang mengalami body shaming. iii) ntuk mengetahui bentuk penanganan dalam mengatasi remaja yang mengalami body shaming. metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu remaja di desa Siompu Lontoi yang berinisial WE. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan teknik trigulasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan Hasil penelitian tentang perilaku self esteem remaja yang mengalami body shaming dan penanganannya adalah sebagai berikut: Self esteem remaja yang mengalami body shaming yang dialami oleh WE yaitu WE merasa malu dengan orang lain, ketika ada teman-teman mengatai dia hitam, bahkan WE tidak mau bermain sama teman-teman. Faktor yang mempengaruhi self esteem remaja yang mengalami body shaming yaitu WE di ejek oleh teman-teman karena fisik yang  gemuk, hitam dan jelek. WE berpikir dirinya memang tidak seperti teman-teman, WE hanya berdiam diri di rumah. Penanganan self esteem remaja yang mengalami body shaming pada konseli dilakukan dengan menggunakan teknik restrukturisasi kognitif terdiri atas 6 tahap yaitu rational treatment, identifikasi pikiran kedalam situasi, Pengenalan dan latihan coping thought, Peralihan pikiran negative ke coping tought, Latihan penguatan positif, dan evaluasi. Setelah intervensi diberikan, terjadi perubahan pikiran WE dari irrasional ke rasional.