Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELUARGA DENGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA STROKE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP Sakti Oktaria Batubara; Sebastianus Kurniadi; Analizza Ina Lea; Riska Hartoyo; Sarai Noventy Doporiko
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1959

Abstract

Stroke adalah gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis yang berkembang cepat, dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih yang dapat menyebabkan kematian akibat gangguan peredaran darah. Stroke merupakan salah satu penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Kualitas hidup yang baik adalah keadaan atau kondisi kehidupan seseorang atau sekelompok orang dalam tempat dan waktu tertentu yang mampu merasakan emosi positif berupa  kebahagiaan maupun kepuasan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu penderita stroke mendapatkan kualitas hidup yang baik yaitu dengan memberdayakan anggota keluarga dalam merawat penderita stroke. Tujuan: Keluarga sebagai sasaran dari kegiatan pengabdian ini mampu menerapkan dan mengoptimalisasi pengelolaan pasien stroke di rumah untuk peningkatan kualitas hidup yang lebih baik. Metode: pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan buku dan video animasi sebagai materi edukasi kepada partisipan. Jumlah peserta dalam penyuluhan ini adalah sebanyak 25 yang terdiri dari 10 orang pasien, 11 orang anggota keluarga, dan 4 kader posyandu lansia. Pelaksanaan di Puskesmas Kupang Kota. Hasil: Pasien stroke, anggota keluarga, dan kader posyandu telah berhasil dilatih dengan modul yang mencakup pengenalan stroke, penanganan stroke di rumah sakit, pengelolaan stroke di rumah. gejala, serta komplikasi yang dapat terjadi. Hasil pengolahan univariat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kualitas hidup sebelum dan sesudah intervensi.
Kajian Epidemiologi Manajerial untuk Efektifitas Program Tuberkulosis Maria Magdalena Dwi Wahyuni; Simon Sani Kleden; Norma Tiku Kambuno; Sakti Oktaria Batubara; Tanti Rahayu; A. A. Gd Bagus Adi Suardipa; Aminah Haslinda Baun; Marianus Lino; Amanda Jelita Eka Riani Johannis
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.23941

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a global health problem, including in Indonesia. The East Nusa Tenggara Province Health Center (SITB) reported 10,110 TB cases (56%) in 2024. Approximately 7,851 of the 17,961 TB cases remain undetected or unreported. The number of TB cases in Kupang Regency in 2024 reached 454 (38%), with approximately 755 cases remaining undetected out of the target of 1,209 This gap is influenced by suboptimal utilization of cadre resources, weaknesses in the service system, and the lack of effective strategy development. This study aimed to analyze the relationship between managerial epidemiology and the effectiveness of the tuberculosis program in Kupang Regency in 2025. A mixed-method study with a cross-sectional design was conducted at 29 health service facilities in Kupang Regency, including 27 primary health care facilities and two referral hospitals, selected using purposive sampling. Statistical analysis showed a significant relationship between managerial epidemiology and TB program effectiveness. Of the 11 independent variables studied, 10 were significantly associated with program effectiveness (p 0.05), including planning, management-based and environmental-based implementation, intervention design, identification of causes and risks, selection of epidemiological strategies, monitoring, supervision, evaluation, and surveillance. Despite these findings, the effectiveness of the TB program still needs improvement due to limited resources, suboptimal data analysis, and high community stigma. In conclusion, epidemiologically based planning, intervention strategies, monitoring, supervision, evaluation, and surveillance are directly related to TB program effectiveness in Kupang Regency. Keywords: Managerial Epidemiology, TB Program Effectiveness, Kupang Regency.ABSTRAK Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2024, Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan 10.110 kasus TB (56%), dengan sekitar 7.851 dari estimasi 17.961 kasus yang masih belum terdeteksi atau tidak dilaporkan. Di Kabupaten Kupang, jumlah kasus TB yang dilaporkan pada tahun 2024 mencapai 454 kasus (38%), dengan sekitar 755 kasus yang belum terdeteksi dari target 1.209 kasus. Kesenjangan antara target dan capaian tersebut dipengaruhi oleh belum optimalnya pemanfaatan sumber daya kader, kelemahan sistem pelayanan, serta belum berkembangnya strategi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara epidemiologi manajerial dengan efektivitas program tuberkulosis di Kabupaten Kupang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) dengan desain potong lintang yang dilaksanakan pada 29 fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kupang, terdiri atas 27 fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan dua rumah sakit rujukan, yang dipilih secara purposive sampling. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara epidemiologi manajerial dan efektivitas program TB. Dari 11 variabel independen yang diteliti, 10 variabel menunjukkan hubungan yang signifikan dengan efektivitas program TB (p 0,05), meliputi perencanaan, pelaksanaan berbasis konsep manajemen dan lingkungan, desain intervensi, identifikasi penyebab dan risiko, pemilihan strategi epidemiologi, pemantauan, supervisi, evaluasi, dan surveilans. Meskipun demikian, efektivitas program TB masih perlu ditingkatkan karena keterbatasan sumber daya, analisis data yang belum optimal, serta tingginya stigma di masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa perencanaan, strategi intervensi, pemantauan, supervisi, evaluasi, dan surveilans yang berbasis epidemiologi berhubungan langsung dengan efektivitas program TB di Kabupaten Kupang. Kata Kunci: Manajerial Epidemiologi, Efektivitas Program TB, Kabupaten Kupang.