Mia Ashari Kurniasari
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Life Expectancy (LE) in Indonesia Using the K-Means Clustering Algorithm Method for 2020-2023 Deni Luvi Jayanto; Prakasit Poonwong; Vicky Bin Djusmin; Mohamed Fal Mohamed Fadel; Nimatu Zuliana; Ninda Mulya Ike Ardila; Mia Ashari Kurniasari
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.202

Abstract

Life Expectancy (LE) is one of the key indicators in assessing the quality of health in a region. This study aims to analyze the distribution patterns of LE in Indonesia from 2020 to 2023 using the K-Means Clustering algorithm. The data used includes LE from all provinces in Indonesia during this period, sourced from secondary data provided by the Central Bureau of Statistics (BPS). This research adopts a quantitative descriptive approach with a population comprising all provinces in Indonesia for the years 2020-2023. The analysis results indicate that provinces can be grouped into three clusters based on LE levels: high LE cluster (C1), moderate LE cluster (C2), and low LE cluster (C3). High LE clusters, such as DKI Jakarta and Bali, demonstrate good healthcare infrastructure, high education levels, and effective government programs. Conversely, low LE clusters, such as Central Kalimantan and North Sumatra, face challenges such as limited access to healthcare services, low education levels, and high poverty rates. This study recommends the development of healthcare infrastructure, equitable distribution of healthcare resources, and the enhancement of health education programs in low LE regions to reduce disparities across regions.
Pemberdayaan Siswa Sekolah Perempuan SAPA MAMA melalui Inovasi Olahan Pisang sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi dan Pencegahan Stunting Dianti Ias Oktaviasari; Mia Ashari Kurniasari; Reny Nugraheni; Ratna Frenty Nurkhalim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/cprf7490

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat melalui inovasi olahan pisang di Sekolah Perempuan SAPA MAMA Desa Bareng dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini berangkat dari kondisi masyarakat Desa Bareng yang memiliki potensi pisang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar sehingga nilai ekonominya rendah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu penyuluhan gizi dan kewirausahaan, pelatihan teknis pembuatan tepung pisang, snack bar pisang, dan cookies pisang, serta pendampingan praktik produksi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan praktik, serta uji organoleptik terhadap produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai gizi, diversifikasi pangan, dan peluang usaha, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 76,8%. Keterampilan teknis peserta juga meningkat dari kategori “cukup” menjadi “sangat baik” dalam seluruh aspek pengolahan. Uji organoleptik menunjukkan semua produk diterima dengan baik, dengan cookies pisang mendapat skor tertinggi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi kewirausahaan peserta. Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan nilai tambah pisang lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga dan upaya pencegahan stunting. Dengan demikian, pemberdayaan berbasis potensi lokal dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk membangun kemandirian ekonomi perempuan muda pedesaan.
Pelatihan Dan Pendampingan Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Program D’next: Transformasi Digital Desa Margopatut Mia Ashari Kurniasari; Dianti Ias Oktaviasari; Andra Dwitama Hidayat; Ratna Frenty Nurkhalim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/yt4yzg96

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang berdampak besar terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Di Desa Margopatut, Kabupaten Nganjuk, fenomena ini masih sering terjadi terutama pada keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat, khususnya remaja dan ibu PKK, dalam pencegahan pernikahan dini melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan berbasis transformasi digital D’NEXT. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi berbasis pre–post test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 11,2%, terutama pada indikator pemahaman faktor penyebab pernikahan dini (17%) dan dampak sosial-kesehatan (13%). Peserta juga melanjutkan kegiatan edukasi di wilayahnya masing-masing secara mandiri dengan dukungan PKH dan pemerintah desa. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun kapasitas kader desa untuk menjadi agen perubahan. Melalui penguatan literasi digital dan pemberdayaan ekonomi remaja, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3 dan ke-5, yaitu kehidupan sehat dan kesetaraan gender