Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pergeseran Bahasa Ibu Dari Bahasa Daerah Ke Bahasa Nasional: Evidensi Pada Anak Usia Prasekolah Eka wijiyati lestari; Icuk Prayogi; Murywantobroto
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v10i1.29959

Abstract

The shift of mother tongue among preschool children in Central Java is becoming increasingly evident, marked by a decline in the use of regional languages, which can threaten the preservation of local languages and weaken children's cultural identity. This study aims to understand the condition of mother tongue shift in preschool children, the factors causing it, and the efforts that can be made to preserve the mother tongue. This research uses a sociolinguistic approach with a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and listening techniques, both participatory and non-participatory listening, with preschool children in Margomulyo Village, Juwana District, Pati Regency, Central Java. The results of the study show that Indonesian is more dominantly used by children in daily life, while the use of regional languages is beginning to decline. This shift factor is caused by the family environment, school environment, media and technology, as well as society's perception of regional languages. Efforts that can be made include cooperation between the family, teachers, and the government in habituating and instilling a sense of pride in using regional languages among children. Keyword: language shift, mother tongue, regional language, preschool-aged children, Central Java.
Warak Ngendog as a Hybrid Cultural Symbol: Negotiating Urban Multicultural Identity in Semarang, Indonesia Muhammad Arief Budiman; Nur Hidayat; Sri Wahyuni; Ikha Listyarini; Mei Fita Asri Untari; Murywantobroto; Heri Saptadi Ismanto
Buletin Antropologi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/bai.v3i1.5886

Abstract

This study examines Warak Ngendog as a hybrid cultural symbol that reflects the negotiation of urban multicultural identity in Semarang, Indonesia. In the context of globalization and rapid urban transformation, local cultural traditions are increasingly challenged to maintain their relevance while simultaneously adapting to new social, economic, and digital environments. This research aims to analyze how Warak Ngendog embodies cultural hybridity, how it is interpreted by the community, and how it contributes to the construction of social cohesion in a multicultural urban society. A qualitative ethnographic approach was employed, involving participant observation during the Dugderan Festival, semi-structured interviews with cultural practitioners and community members, document analysis, and digital ethnography of social media representations. The data were analyzed using thematic analysis informed by cultural hybridity theory, symbolic interactionism, and urban identity studies. The findings reveal that Warak Ngendog represents a symbolic integration of Javanese, Chinese, and Arab cultural elements, functioning as a medium for expressing tolerance and intercultural harmony. The tradition has undergone transformation from a religious-cultural ritual into an urban cultural icon embedded in tourism, digital media, and commercial practices. While this transformation enhances cultural visibility and economic value, it also raises concerns regarding cultural commodification and the potential dilution of its philosophical meanings. Nevertheless, Warak Ngendog continues to play a significant role in strengthening Semarang’s urban multicultural identity and fostering collective belonging among diverse communities. This study contributes to broader discussions on cultural hybridity, urban identity, and multiculturalism by demonstrating how local cultural symbols operate as mechanisms of social integration in contemporary urban societies. It also highlights the importance of balancing cultural preservation with modernization in sustaining intangible cultural heritage.
Kesalahan Penggunaan Konjungsi pada Teks Eksplanasi Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 02 Pecangaan Jepara Tahun Pelajaran 2019/2020 Nurul Ismiyanti; Eva Ardiana Indrariani; Murywantobroto
Sasindo Vol. 13 No. 1 (2025): Januari (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v13i1.115

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan konjungsi pada teks eksplanasi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 02 Pecangaan Jepara tahun pelajaran 2019/2020. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam analisis ini adalah metode simak dan teknik catat. Hasil analisis menunjukan bahwa kesalahan penggunaan konjungsi pada teks eksplanasi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 02 Pecangaan Jepara tahun pelajaran 2019/2020, meliputi: (1) kesalahan konjungsi koordinatif, (2) kesalahan konjungsi korelatif, (3) kesalahan konjungsi antarkalimat, (4) kesalahan konjungsi subordinatif. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah bahwa guru perlu memilih metode tertentu yang tepat untuk diteraplan dalam pelajaran Bahasa Indonesia agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Analisis Gaya Bahasa pada Kumpulan Puisi Surat Kopi Karya Joko Pinurbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di SMA Dessy Apriyani; Ambarini Asriningsari; Murywantobroto
Sasindo Vol. 13 No. 1 (2025): Januari (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v13i1.121

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah a) mendeskripsikan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Surat Kopi karya Joko Pinurbo, b) mendeskripsikan alternatif bahan ajar di SMA berdasarkan analisis gaya bahasa dalam kumpulan puisi Surat Kopi karya Joko Pinurbo. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini, ditemukan 8 jenis gaya bahasa yang digunakan oleh Joko Pinurbo dalam kumpulan puisi Surat Kopi. Fungsi penggunaan gaya bahasa tersebut dimaksudkan agar pembaca mendapatkan efek emosional dari puisi tersebut. Gaya bahasa yang sering muncul dalam kumpulan puisi Surat Kopi Karya Joko Pinurbo adalah gaya bahasa metafora. Gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan puisi Surat Kopi karya Joko Pinurbo dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar khususnya pengajaran puisi di SMA karena kaya dengan penggunaan gaya bahasa.
Nilai Moral dan Nilai Sosial pada Novel NawangKarya Dianing Widya Yudhistiradan Alternatif Pembelajarannya di SMA Wening Adhe Novrianti; Arisul Ulummuddin; Murywantobroto
Sasindo Vol. 13 No. 1 (2025): Januari (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v13i1.126

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai moral dan nilai sosial yang terdapat pada novel Nawang karya Dianing Widya Yudhistira, serta mendeskripsikan alternatif pembelajarannya di SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik kualitatif ialah mencari referensi melalui buku, jurnal dan lain-lain, membaca isi keseluruhan novel, memahami dan memberi tanda pada kutipan, menganalisis konteks nilai moral dan nilai sosialnya, sebagai alternatif pembelajarannya di SMA dan menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Nawang karya Dianing Widya Yudhistira, ditemukan empat jenis nilai moral yang meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesamanya, dan lingkungan. Selain itu, juga ditemukan nilai-nilai sosial seperti kasih sayang, tanggung jawab, dan keserasian hidup yang penting dalam kehidupan sosial manusia. Karya ini menunjukkan bahwa moral dan sosial sangat berperan penting dalam membentuk karakter tokoh dan kehidupan dalam cerita. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan novel Nawang karya Dianing Widya Yudhistira efektif meningkatkan skor peserta didik yang didasarkan dari hasil analisis data pretest dan posttest dengan skor dari 65 menjadi 80,2.