Moh. Yusuf H. Ibrahim
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konflik Batin Tokoh Senja Dalam Novel Langit Senja Karya Nadilla T.P Nurfriska K. Rahman; Widyawati Bagoe; Mutmainnah Huntala; Moh. Yusuf H. Ibrahim; Herman Didipu
Simpati Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v3i1.1085

Abstract

Konflik batin adalah suatu kejadian yang sering dialami manusia hingga membuat mereka berada dalam dua pilihan atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk bentuk konflik batin tokoh senja dalam novel Langit Senja karya Nadilla T.P.Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan  data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat.Teknik analisis data yaitu Novel Langit Senja karya Nadilla T.P diberoleh beberapa konflik batin, yaitu konflik batin Rasa takut, kesedihan, Cemas, Frustasi, dan marah. Berikut pembahasan mengenai bentuk konflik batin. Novel Langit Senja karya Nadilla T.P. bukanlah sekadar kisah cinta remaja, melainkan sebuah eksplorasi mendalam tentang kompleksitas emosi manusia.
Mengungkap Tindak Kriminal Dalam Novel The Girl With The Dragon Tattoo Karya Stieg Larsson Dan Bendera Setengah Tiang Karya Annisa Lim: Penelitian Herson Kadir; Sri Regina Gaib; Abdulharis Kune; Moh. Yusuf H. Ibrahim; Faisal Puluhuluwa; Ahmad Badu; Yunita Iklima Kasim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan membedah tindak kriminalitas dalam dua novel yang memiliki latar budaya berbeda, yaitu The Girl with the Dragon Tattoo karya Stieg Larsson dan Bendera Setengah Tiang karya Annisa Lim. Dengan menggunakan perspektif sosiologi sastra, kedua karya ini dipandang sebagai refleksi dari ketimpangan kekuasaan dan kerusakan struktur sosial yang gagal melindungi individu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan catat. Analisis dilakukan dengan menghubungkan teks sastra terhadap kondisi sosial di mana karya tersebut ditulis. Hasil pembahasan menunjukkan berbagai bentuk kriminalitas yang muncul dalam kedua novel. Dalam The Girl with the Dragon Tattoo, ditemukan tindak kriminal berupa kekerasan berbasis gender (patriarki), kejahatan kerah putih di dunia korporasi, serta kriminalitas ideologis (supremasi Nazi). Sementara dalam Bendera Setengah Tiang, tindak kriminal lebih berfokus pada ranah mikro dan lingkungan pendidikan, yang meliputi pelecehan seksual verbal, intimidasi (bullying), penganiayaan fisik, pembunuhan terencana, korupsi internal perusahaan, tawuran antar sekolah, penculikan, hingga teror ancaman pembunuhan. Melalui perbandingan ini, penelitian menyimpulkan bahwa sastra bertindak sebagai agen perubahan yang menyuarakan keresahan sosial kaum yang lemah secara universal.