Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Dalam Novel Rasa Karya Tere Liye Yulinda Otoluw; Niranda Oki; Nur Fadila Kueno; Indah Zain; Herman Didipu
Simpati Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v3i1.1088

Abstract

Interaksi sosial adalah proses dimana individu atau kelompok saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain dalam berbagai konteks sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interksi sosial dalam novel Rasa karya Tere Liye. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang menjadi objek penelitian ini adalah novel Rasa karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini teknik deskriptif interpreatif analisis data yang bertujuan untuk memahami isi yang terdapat pada satuan cerita. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan adanya bentuk-bentuk interaksi dalam novel Rasa karya Tere Liye. Bentuk-bentuk interaksi dalam novel Rasa karya Tere Liye terbagi menjadi 5 bagian yaitu, kerja sama, persaingan, akomodasi, pertentangan atau pertikaian, kedudukan dan peran.
Kekerasan dalam Novel Sharp Objects Karya Gillian Flynn dan Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori : Penelitian Herson Kadir; Niranda Oki; Destilawati Noho; Nur Fadila Kueno; Yulinda Otoluwa; Inayah Nuraulia Mokodongan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4630

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi jenis-jenis kekerasan yang terdapat dalam novel Sharp Objects oleh Gillian Flynn dan Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori dengan memanfaatkan teori kekerasan yang dikemukakan oleh Johan Galtung, yang mencakup kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Metode kualitatif diambil untuk mengenali, mengelompokan dan menganalisis berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh karakter melalui analisis mendalam dan pencatatan teks. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Laut Bercerita menampilkan kekerasan langsung berupa penyiksaan fisik, penangkapan ilegal, penghilangan paksa, serta teror psikologis yang dilakukan secara sistematis oleh negara terhadap aktivis. Kekerasan struktural hadir melalui kebijakan represif, penggunaan ruang-ruang penyiksaan, dan intimidasi terhadap keluarga korban. Kekerasan kultural muncul melalui ideologi anti-aktivis dan dehumanisasi yang melegitimasi tindakan represif negara. Sementara itu, Sharp Objects menggambarkan kekerasan dalam lingkup domestik, termasuk kekerasan fisik, emosional, dan psikologis yang dilakukan oleh anggota keluarga melalui pola relasi yang toksik. Kekerasan struktural tercermin dari kegagalan institusi sosial dalam melindungi korban, serta budaya patriarki dan kelas sosial yang menjaga posisi berkuasa keluarga Crellin. Kekerasan kultural diwujudkan melalui norma kota kecil Wind Gap yang menormalisasi misogini, kompetisi antarsesama perempuan, serta tuntutan peran gender yang kaku. Perbandingan kedua novel menunjukkan bahwa meskipun muncul dalam konteks sosial yang berbeda, kekerasan meninggalkan dampak psikologis jangka panjang dan menghadirkan kritik terhadap struktur kekuasaan yang menopang praktik kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam mengungkap realitas kekerasan dan menghadirkan suara bagi para korban.