Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PELITA (Pemahaman Literasi Tata Kontrasepsi) di Wilayah Kerja Puskesmas Terminal Desa Murung Selong Nadela Nadela; Siti Noor Hasanah; Frani Mariana; Umi Dwi Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1352

Abstract

WUS adalah wanita yang organ reproduksinya berfungsi dengan baik, mencakup status perkawinan (baik yang sudah menikah, belum menikah, maupun janda) dalam rentang usia produktif. WUS adalah istilah demografis dan kesehatan untuk merujuk pada perempuan yang secara biologis mampu untuk hamil dan melahirkan. KB atau Keluarga berencana merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval diantara kelahiran. KB merupakan proses yang disadari oleh pasangan untuk memutuskan jumlah dan jarak anak serta waktu kelahiran. Tujuannya yaitu meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Maka dari itu perempuan atau pasangan usia subur lebih diprioritaskan untuk menggunakan kontrasepsi atau KB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang berbagai jenis kontrasepsi, termasuk efek samping, kelebihan, dan kekurangannya, sehingga mereka mampu memilih metode KB yang tepat guna mengurangi mitos, kebobolan KB, serta kehamilan tak diinginkan akibat rendahnya literasi, yang sasarannya adalah WUS 15-49 tahun. Berdasarkan pelaksanaan program dari implementasi kegiatan pengabdian menunjukkan hasil bahwa WUS mengetahui pentingnya metode kontrasepsi atau KB yang tepat. Kesimpulan dari Program “PELITA” adalah program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran WUS mengenai penggunaan kontrasepsi.
Lasegar (Ilmu Wus Sehat dan Bugar) di Wilayah Desa Murung Selong Kota Banjarmasin Futri Yani; Siti Noor Hasanah; Frani Mariana; Umi Dwi Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1355

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan WUS menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. WUS dengan keluhan kesehatan terus bertambah seiring waktu. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang cara mengatasi keluhan kesehatan dengan penerapan hidup sehat, senam kegel, dan ramuan herbal. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2026 di rumah Kader Desa Murung Selong, RT 12 & 13, objek pengabdian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS). Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu penyuluhan yang dilakukan secara langsung, pembagian ramuan herbal siap minum, serta melakukan senam kegel bersama WUS. Luaran yang ditargetkan penulis adalah adanya publikasi jurnal pengabdian kepada masyarakat, dan leaflet yang akan di daftarkan Hak Karya Intelektual (HKI)  terkait program LASEGAR (Ilmu Wus Sehat Dan Bugar),  serta WUS yang mengetahui terapi non farmakologis dalam mengatasi keluhan kesehatan yang WUS rasakan. PKM ini bermanfaat meningkatkan pengetahuan WUS tentang ramuan herbal dan senam kegel dalam mengatasi keluhan kesehatan yang dialami oleh WUS. 50% WUS di Desa Murung Selong RT. 12 & 13 mengalami keluhan mudah lelah, badan kurang vit, nyeri otot, stres dan cemas sehingga dilakukan senam kegel dan pembagian ramuan herbal siap minum pada WUS yang mengalami ketidaknyamanan tersebut.
Inovasi Kartu Pantau ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Turak Hindah Ayu Gayattry Ningrum; Siti Noor Hasanah; Putri Yuliantie; Siti Khadijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1363

Abstract

Banyak ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui, seperti puting lecet, bayi sulit melekat, kekhawatiran terhadap produksi ASI, serta rendahnya kepercayaan diri ibu dalam mempertahankan ASI eksklusif.. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan. Metode yang digunakan berupa pembagian kartu kepada ibu setelah melahirkan sebagai media pemantauan selama masa pemberian ASI eksklusif. Setelah kartu dibagikan, ibu diberikan penjelasan mengenai cara pengisian kartu, manfaat pemantauan, serta pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Selanjutnya, petugas kesehatan bersama kader melakukan pemantauan secara berkala, baik melalui kunjungan rumah maupun saat ibu datang ke fasilitas kesehatan Kesimpulannya adalah dengan adanya kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa inovasi Kartu Pantau ASI Eksklusif dapat menjadi solusi yang efektif untuk memperkuat pendampingan laktasi, meningkatkan keterlibatan ibu dalam pemantauan menyusui, serta mendorong peningkatan cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sungai Turak.
Inovasi Program Komunitas ASI Sehat (KASIH) di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Turak Juniarti Hasni; Siti Noor Hasanah; Putri Yuliantie; Siti Khadijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1364

Abstract

Faktor sosial budaya seperti tradisi, kepercayaan, serta pengaruh keluarga dan lingkungan masyarakat dapat mempengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sungai Turak melalui peningkatan pengetahuan masyarakat serta dukungan keluarga dan lingkungan terhadap praktik menyusui. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil dan ibu menyusui, diskusi kelompok mengenai pentingnya ASI eksklusif, serta pelibatan keluarga dalam mendukung praktik menyusui. Kesimpulannya adalah pada kegiatan pengabdian ini menggunakan Program Komunitas ASI Sehat (KASIH) menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang dapat membantu mengurangi pengaruh mitos terkait pemberian makanan tambahan dini pada bayi serta menciptakan lingkungan yang lebih mendukung praktik pemberian ASI eksklusif.
Program Inovasi Laktasi Digital di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Turak Zuleha Zuleha; Siti Noor Hasanah; Putri Yuliantie; Siti Khadijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1365

Abstract

Pemanfaatan media digital sebagai sarana penyuluhan, pendampingan, dan penguatan informasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga tentang pentingnya ASI eksklusif dan cara menyusui yang benar melalui pemanfaatan media digital. Metode yang digunakan berupa sosialisasi program kepada masyarakat dan sasaran. Sosialisasi dilakukan pada saat kegiatan Posyandu, kelas ibu hamil, kunjungan rumah, maupun pelayanan di Puskesmas. Pada tahap ini, petugas kesehatan memperkenalkan tujuan program, manfaat Penyuluhan Laktasi Digital, serta cara mengakses materi edukasi melalui media digital yang telah disiapkan dan pendampingan kepada sasaran yaitu ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sungai Turak. Kesimpulannya adalah pada kegiatan pengabdian ini menggunakan media digital seperti video edukasi, leaflet digital, QR code, konsultasi daring, dan forum diskusi dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil, ibu menyusui, suami, serta keluarga tentang pentingnya ASI eksklusif dan teknik menyusui yang benar.
Program Inovasi AYAH ASI (Ayah Aktif Mendukung ASI) di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Turak Rahmadaniati Hikmah; Siti Noor Hasanah; Putri Yuliantie; Siti Khadijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1366

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal. Kurangnya dukungan suami dan keluarga juga dapat berdampak pada munculnya berbagai praktik pemberian makanan tambahan secara dini, seperti pemberian susu formula, madu, atau makanan pendamping sebelum bayi berusia enam bulan. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan suami dalam mendukung proses menyusui melalui kegiatan edukasi, konseling, serta pendampingan kepada pasangan suami istri. Metode yang digunakan berupa dapat berupa penyuluhan kesehatan yang melibatkan pasangan suami istri, kelas edukasi bagi calon ayah, konseling mengenai peran ayah dalam mendukung ibu menyusui, serta pendampingan keluarga selama masa menyusui, dengan sasaran yaitu suami dan keluarga. Kesimpulannya adalah dengan adanya kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa program AYAH ASI mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan suami serta keluarga dalam mendukung ibu selama masa menyusui.
Media Leaflet tentang Edukasi ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Turak Try Rochaida; Siti Noor Hasanah; Putri Yuliantie; Siti Khadijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1367

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal. Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu indikator penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Minimnya penyampaian informasi melalui media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) seperti banner, leaflet, atau media edukatif lainnya dapat menyebabkan ibu kurang memperoleh pemahaman yang memadai mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi melalui penyediaan media KIE berupa leaflet di Desa Tabalong Mati wilayah kerja Puskesmas Sungai Turak. Metode yang digunakan berupa pembuatan media berupa leaflet yang berisi informasi tentang ASI, dengan sasaran yaitu ibu hamil dan ibu menyusui agar pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif dapat meningkat. Kesimpulannya adalah dengan adanya media edukasi ini, ibu hamil dan ibu menyusui dapat memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif sehingga dapat mendorong ibu untuk memberikan ASI secara optimal kepada bayinya.
Inovasi Kelas MOM ASI (Menyusui Optimal Menuju ASI Sehat Indonesia) di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Turak Hidayati Hidayati; Siti Noor Hasanah; Putri Yuliantie; Siti Khadijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1443

Abstract

Sebagian ibu masih belum memahami manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta pentingnya memberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif serta cara menyusui yang benar. Metode yang digunakan berupa program Kelas MOM ASI yang dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pendampingan kepada sasaran yaitu ibu hamil dan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sungai Turak. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat kali pertemuan dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi teknik menyusui, serta pemutaran video edukasi agar pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif dapat meningkat dengan 15 orang peserta. Kesimpulannya adalah pada program pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan secara terstruktur dan partisipatif dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.