This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Sholeh Mochammad
Universitas Muhammadiyah Cirebon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kampung MASAGI “Masyarakat Sadar Tekanan Darah Tinggi” Sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Desa Kalitengah Kabupaten Cirebon Ari Yulistianingsih; Asep Novi Taufiq Firdaus; Muhammad Zakaria; Yossi Karina; Sholeh Mochammad; Yuzky Alyda; Silvia Rani
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20401

Abstract

Background: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang signifikan sebagai penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kecamatan Tengahtani memiliki cakupan pelayanan kesehatan yang masih rendah. Selain itu, berdasarkan wawancara dan pemeriksaan awal pada masyarakat Desa Kalitengah Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon, sebanyak 50% masyarakat mengalami hipertensi. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk menurunkan angka hipertensi pada masyarakat Desa Kalitengah melalui program “Kampung MASAGI” Metode: Kegiatan ini melibatkan kader kesehatan berusia 30-55 tahun dan masyarakat desa yang terkena dan berisiko hipertensi berusia 50-69 tahun. Pelaksanaan pengabdian melalui metode penyuluhan langsung dan simulasi selama 4 bulan yang terdiri dari pemeriksaan kesehatan, latihan fisik, edukasi gizi dan kesehatan, pelatihan kader, dan demo masak. Keberhasilan program dievaluasi melalui indikator perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik, dan peningkatan pengetahuan pencegahan dan pengendalian hipertensi. Hasil: Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dari tanggal 19 April 2024 hingga 2 Agustus 2024 diikuti oleh 22 responden dan 10 kader kesehatan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dapat mendeteksi dini hipertensi pada responden sebanyak 31,8%, latihan fisik atau senam dapat menurunkan angka hipertensi sebanyak 20%, edukasi gizi, pelatihan kader, dan demo masak meningkatkan tingkat pemahaman responden sebanyak 37%. Kesimpulan: Program ini dapat menurunkan hipertensi sebanyak 13,6% melalui pengelolaan hipertensi melalui modifikasi gaya hidup yang sehat dan bergizi seimbang.