Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Asupan Antioksidan dengan Kejadian Sindrom Metabolik Remaja Obesitas Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Ari Yulistianingsih; Asep Novi Taufiq Firdaus
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13227

Abstract

Social distancing dan isolasi diri pada masa pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan asupan makan dan gaya hidup pada remaja. Peningkatan konsumsi makanan tinggi garam dan tinggi kalori serta penurunan aktivitas fisik mengakibatkan peningkatan angka obesitas sentral dan sindrom metabolik pada remaja. Asupan antioksidan berperan dalam mengurangi inflamasi pada kondisi obesitas sehingga dapat menurunkan angka sindrom metabolik. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan asupan antioksidan (vitamin C, vitamin E, dan selenium) dengan kejadian sindrom metabolik pada remaja obesitas masa adaptasi kebiasaan baru. Penelitian ini menggunakan survei analitik melalui pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kota Cirebon. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling yang terdiri dari 46 siswa usia 15-18 tahun mengalami obesitas. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rerata asupan vitamin C dan asupan selenium termasuk dalam kategori kurang. Asupan selenium berhubungan dengan kejadian sindrom metabolik pada remaja obesitas. Asupan selenium yang kurang berisiko 4,9 kali mengalami sindrom metabolik (p=0,023; OR=4,9; CI=1,16-21,02).
Kampung MASAGI “Masyarakat Sadar Tekanan Darah Tinggi” Sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Desa Kalitengah Kabupaten Cirebon Ari Yulistianingsih; Asep Novi Taufiq Firdaus; Muhammad Zakaria; Yossi Karina; Sholeh Mochammad; Yuzky Alyda; Silvia Rani
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20401

Abstract

Background: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang signifikan sebagai penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kecamatan Tengahtani memiliki cakupan pelayanan kesehatan yang masih rendah. Selain itu, berdasarkan wawancara dan pemeriksaan awal pada masyarakat Desa Kalitengah Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon, sebanyak 50% masyarakat mengalami hipertensi. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk menurunkan angka hipertensi pada masyarakat Desa Kalitengah melalui program “Kampung MASAGI” Metode: Kegiatan ini melibatkan kader kesehatan berusia 30-55 tahun dan masyarakat desa yang terkena dan berisiko hipertensi berusia 50-69 tahun. Pelaksanaan pengabdian melalui metode penyuluhan langsung dan simulasi selama 4 bulan yang terdiri dari pemeriksaan kesehatan, latihan fisik, edukasi gizi dan kesehatan, pelatihan kader, dan demo masak. Keberhasilan program dievaluasi melalui indikator perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik, dan peningkatan pengetahuan pencegahan dan pengendalian hipertensi. Hasil: Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dari tanggal 19 April 2024 hingga 2 Agustus 2024 diikuti oleh 22 responden dan 10 kader kesehatan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dapat mendeteksi dini hipertensi pada responden sebanyak 31,8%, latihan fisik atau senam dapat menurunkan angka hipertensi sebanyak 20%, edukasi gizi, pelatihan kader, dan demo masak meningkatkan tingkat pemahaman responden sebanyak 37%. Kesimpulan: Program ini dapat menurunkan hipertensi sebanyak 13,6% melalui pengelolaan hipertensi melalui modifikasi gaya hidup yang sehat dan bergizi seimbang.
A Multidisciplinary Approach to Empowering Coastal Women’s Groups: Packaging Innovation, Product Shelf Life, and Nutritional Information for Seafood Products Nurul Chamidah; Tri Budi Prasetyo; Rizki Budhi Suhara; Ari Yulistianingsih; Daduk Merdika Mansur; Wildan Haflah Nabil
Golden Ratio of Community Services and Dedication Vol. 6 No. 2 (2026): May - October
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grcsd.v6i2.2186

Abstract

This community service program aimed to develop innovative packaging for seafood products as an effort to increase the added value, shelf life, and marketing potential of Ambulu Village’s flagship products in Losari District, Cirebon Regency. The program partners were Family Welfare Empowerment (PKK) cadres who manage Kafe Jukung, a culinary business unit that offers various seafood dishes and still depends on the availability of fresh ingredients from local fishers’ catches. The activity was conducted over six months, from June to November 2025, through several stages: preliminary observation, product development by an interdisciplinary team, packaging design, product shelf-life testing, nutritional content analysis, training in packaging techniques, and sustainability evaluation. The results show that three main dishes—blekutak masak hitam, sweet-and-sour shrimp, and smoked sembilang fish mangut—were successfully developed into ready-to-eat products with innovative packaging that is informative, hygienic, and visually attractive. Shelf-life testing showed that the products remained suitable for consumption after sterilization, storage, and reheating. Nutritional analysis showed that all three products met the criteria for low-fat claims. Training and mentoring improved the PKK cadres’ skills in standardized packaging processes, enabling them to perform the procedures independently. This program strengthened partner capacity and opened marketing opportunities for seafood products as distinctive Ambulu souvenir foods with strong competitiveness.
Implementation of Stretching Exercise Intradialytics in Improving Muscle Cramps Symptoms in Patients Undergoing Hemodialysis Asep Novi Taufiq Firdaus; Ari Yulistianingsih; Rizki Nugraha Agung; Iyar Siswandi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.384

Abstract

Hemodialysis is the most successful and most frequent therapy used as form therapy replacement kidney therapy hemodialysis own One of the impacts felt by patients is that is cramps muscle cramps is one of the symptom the most common physical problems experienced patient dialysis. This is contraction muscle sudden that is not deliberate and marked with painful great thing happened repeatedly in patients hemodialysis. The purpose of study This analyze influence implementation implementation stretching exercise intradialytic in repair symptom cramps muscles in patients undergoing hemodialysis at Al Ihsan Regional Hospital Bandung. Data collection uses questionnaire, observation and interviews. Research sample as many as 15 patients shared into 2 groups. Research conducted at Al Ihsan Regional Hospital Bandung, room intermittent hemodialysis May -August 2025. results testing use one-way ANOVA test sig. value < 0.05 so that can concluded that there is influence significant before and after given stretching exercise intervention on cramps. Multivariate test on week first and second p value 1,000 or > 0.05 then No There is influence, on week to three 0.106>0.05 no There is influence and on the week to four p values 0.015<0.05 exist influence. Implementation Intradialytic exercise range of motion (ROM) intervention according to SOP shows success in a way practical All participants who received intervention report feeling more comfortable, calm, relaxed, and not too focus to action will therapy hemodialysis.
Puding Daun Katuk: Camilan Sehat Pencegah Stunting untuk Ibu Hamil di Desa Leuweunggajah Kabupaten Cirebon Ari Yulistianingsih; Wildan Alfira Gusrianto; Liliek Pratiwi; Sahlan Faelani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.22324

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan malnutrisi pada anak yang dapat dicegah dengan asupan gizi optimal selama kehamilan. Daun katuk (Sauropus androgynus) dikenal kaya akan zat gizi yang bermanfaat bagi ibu hamil untuk mendukung kesehatan janin dan mencegah stunting. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengolahan puding daun katuk (Sauropus androgynus), tanaman yang kaya akan zat gizi seperti vitamin A, C, protein, dan kalsium. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi untuk pencegahan stunting. Melalui edukasi pemanfaatan puding daun katuk, sebanyak 18 ibu hamil dan ibu balita diberikan edukasi melalui media slide presentasi mengenai pengolahan puding daun katuk sebagai alternatif camilan sehat pencegah stunting. Tingkat pengetahuan diukur melalui skor pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 90% pada ibu hamil dan ibu balita setelah diberikan edukasi gizi. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu hamil dan ibu balita. Kata Kunci: Daun Katuk, Stunting, Ibu Hamil.  ABSTRACT Stunting is a malnutrition problem in children that can be prevented with optimal nutritional intake during pregnancy. Katuk leaves (Sauropus androgynus) are known to be rich in nutrients beneficial for pregnant women to support fetal health and prevent stunting. One of the innovations carried out is the processing of katuk leaf pudding (Sauropus androgynus), a plant rich in nutrients such as vitamins A, C, protein, and calcium. This community service aims to increase awareness and provide education to pregnant women and mothers of toddlers about the importance of consuming nutritious food for stunting prevention. Through education on the utilization of katuk leaf pudding, 18 pregnant women and mothers of toddlers were given education via slide presentation media on processing katuk leaf pudding as an alternative healthy snack to prevent stunting. Knowledge levels were measured through pre-test and post-test scores. There was a 90% increase in knowledge among pregnant women and mothers of toddlers after nutrition education was given. This activity is expected to contribute to efforts in stunting prevention and improving the health of pregnant women and mothers of toddlers. Keywords: Katuk Leaves, Stunting, Pregnant Women.