Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STRETCHING EXERCISE ANTAR WAKTU DIALISA TERHADAP SKOR FATIGUE PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD KABUPATEN CIAMIS Asep Novi Taufiq Firdaus; Agung Waluyo; Wati Jumaiyah
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 7, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v7i1.407

Abstract

Terapi penggantian ginjal (renal replacement therapy) merupakan salah satu terapi yang dipertimbangkan pada pasien penyakit ginjal kronik tahap akhir. Terapi penggantian ginjal dapat berupa dialisis dan transplantasi ginjal. Salah satu manifestasi klinik yang timbul akibat penyakit gagal ginjal kronik ini adalah fatigue. Fatigue adalah perasaan subyektif yang tidak menyenangkan berupa kelelahan, kelemahan, dan penurunan energi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang sering direkomendasikan sebagai alternatif untuk mengurangi fatigue pasien hemodialisa  adalah latihan fisik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh latihan fisik stretching excercise antar waktu dialisa terhadap skor fatigue. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental design dengan pendekatan pretest-posttest group design. Sebanyak 34 pasien dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa terdaftar dalam penelitian ini, dibagi menjadi kelompok kontrol  (n=17) dan perlakuan (n=17). Hasil uji T menunjukan skor fatigue pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi latihan fisik stretching exercise dengan (p value = 0,001), sedangkan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan rata-rata skor fatigue dengan (p value = 0,059). Terbukti adanya perbedaan yang signifikan rata-rata skor fatigue pada pengukuran pertama dan terakhir (nilai p=0,001). Disarankan untuk institusi pelayanan kesehatan perlu memfasilitasi diterbitkannya prosedur tetap tentang latihan fisik dan mengembangkan latihan fisik sebagai salah satu bagian dari program terapi dan rehabilitasi yang terintegrasi dalam asuhan keperawatan bagi pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap Neuropati Diabetik di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu Ega Suryani; Asep Novi Taufiq Firdaus; Yuniko Febby Husnul Fauzia
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.737 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i3.90

Abstract

Pendahuluan. Diabetes mellitus (DM) merupakan kategori penyakit tidak menular, jumlah penderita penyakit di Indonesia yang selalu naik setiap tahunnya. Salah satu komplikasi terbanyak dari penyakit DM adalah neuropati. Metode latihan Buerger Allen Exercise merupakan salah satu variasi gerakan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi dalam pembuluh darah arteri dan vena. Mengetahui pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap neuropati diabetik di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu. Metode. Rancangan penelitian menggunakan quasi experiment dengan pre and post test with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden yang terdiri dari 19 orang pada kelompok intervensi dan 19 orang pada kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Monofilament 10g untuk mengukur neuropati diabetik, alat ukur ini merupakan alat baku sehingga tidak perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan skor dalam satu kelompok dan independent t-test untuk mengetahui perbedaan skor antar kelompok. Hasil. Hasil independent t-testmenunjukan nilai p = 0,000 < 0,05, yang disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara selisih tingkat neuropati diabetik kaki kanan dan kiri pada kedua kelompok. Kesimpulan. Buerger Allen Exercise berpengaruh terhadap tingkat sensitivitas kaki pasien DM untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi neuropati diabetik.
Pemberdayaan Ibu Cerdas Gizi untuk Mengatasi Eating Disorders pada Anak Usia Dini di TK Geeta School Kota Cirebon Ari Yulistianingsih; Asep Novi Taufiq Firdaus; Damayanti Damayanti; Devi Febiana; Siti Aisyah; Yunita Afillya
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.872 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1088

Abstract

Eating disorders are complex psychological disorders that trigger unhealthy eating behaviors in children aged 3-5 years. This is caused by feeding patterns and inappropriate parenting in children. If this condition lasts for a long time and does not get proper treatment, it will cause nutritional problem and medical complications that can be life-threatening problems. Parents are role model for children in the process of forming children's behavior and dietary habits. Dietary habits of parent affect their children’s dietary habits. This study indicated that 86% of parents in Geeta School Kindergarten complain that their children do not like vegetables and fruit. Nutrition empowerment through “Ibu Cerdas Gizi” program so that nutrition knowledge increases. The activity, which was carried out using the lecture method using power point slides and leaflets, was held in January 2022 aimed at increasing mother’s nutrition knowledge. The results of this activity indicate that there was an increase in mother’s nutritional knowledge from 59,1 to 86,9. It is important to provide nutrition education to families and school throught cooking class and nutrition empowerment. ABSTRAK Eating disorders atau gangguan makan merupakan suatu gangguan psikologis kompleks yang memicu perilaku dan kebiasaan makan yang salah pada anak usia 3-5 tahun. Hal ini disebabkan oleh pola pemberian makan dan pola asuh yang tidak tepat pada anak. Apabila kondisi ini berlangsung lama dan tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, maka akan menimbulkan permasalahan gizi dan komplikasi medis yang dapat mengancam jiwa. Orang tua merupakan panutan bagi anak dalam proses terbentuknya perilaku dan kebiasaan makan anak. Apabila orang tua tidak menyukai sayur dan buah, maka secara tidak langsung anak pun akan memiliki kebiasaan makan yang sama dengan orang tua. Sebanyak 86% orang tua anak yang bersekolah di TK Geeta School mengeluhkan bahwa anak mereka tidak menyukai sayur dan buah. Hal ini mendorong perlu dilakukannya pemberdayaan ibu sebagai orang tua melalui program ibu cerdas gizi agar pengetahuan gizi ibu meningkat. Kegiatan yang dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan slide power point dan leaflet ini diselenggarakan pada bulan Januari 2022 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan, bahwa terjadi peningkatan pengetahuan gizi ibu dari nilai 59,1 menjadi 86,9. Setiap TK diharapkan menyelenggarakan kelas memasak dan kelas parenting bagi orang tua siswa sebagai upaya dalam meningkatkan pengetahuan gizi.
PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PENGAPLIKASIAN 5M PASCA VAKSINASI SEBAGAI PENCEGAHAN COVID-19 DI PLUMBON KABUPATEN CIREBON Hafidz Al Qodri; Fitri Alfiani; Asep Novi Taufiq Firdaus
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 10 No 2 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v10i02.3711

Abstract

The government's program in breaking the chain of spread of Covid-19, namely the implementation of the post-vaccination 5M policy (Washing hands, maintaining distance, wearing masks, avoiding crowds, and reducing mobility) is a follow-up effort from the previous movement, namely 3M (Washing hands, maintaining distance, and wearing a mask) which is set by the government in order to deal with cases of the spread of Covid-19. One of the factors causing community compliance in implementing 5M post-vaccination is the individual's perception. This study aims to determine the public's perception of the application of post-vaccination 5M as an effort to prevent covid-19 in the Plumbon, Cirebon Regency. The research method used is descriptive qualitative with a phenomenological approach.  The sampling technique used purposive sampling with a total of 8 informants.  Data were collected using interviews, documentation and observation.  Data analysis uses description, reduction, data presentation and conclusion drawing.  The validity of the data using triangulation of sources and methods. The results of the study obtained 5 main themes, namely: public knowledge about the covid-19 virus, public description of the covid-19 vaccination, public perception of the post-vaccination 5M policy, the impact of government policy regarding the post-vaccination 5M movement, public compliance with the implementation of government policies. The conclusion of this study is the perception that emerged in the community after vaccination was that 8 informants assumed that after the vaccine was given, they would be immune from Covid-19 transmission, so many of the informants began to ignore the government's recommendation regarding 5M post-vaccination.
Hubungan Asupan Antioksidan dengan Kejadian Sindrom Metabolik Remaja Obesitas Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Ari Yulistianingsih; Asep Novi Taufiq Firdaus
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13227

Abstract

Social distancing dan isolasi diri pada masa pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan asupan makan dan gaya hidup pada remaja. Peningkatan konsumsi makanan tinggi garam dan tinggi kalori serta penurunan aktivitas fisik mengakibatkan peningkatan angka obesitas sentral dan sindrom metabolik pada remaja. Asupan antioksidan berperan dalam mengurangi inflamasi pada kondisi obesitas sehingga dapat menurunkan angka sindrom metabolik. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan asupan antioksidan (vitamin C, vitamin E, dan selenium) dengan kejadian sindrom metabolik pada remaja obesitas masa adaptasi kebiasaan baru. Penelitian ini menggunakan survei analitik melalui pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Kota Cirebon. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling yang terdiri dari 46 siswa usia 15-18 tahun mengalami obesitas. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rerata asupan vitamin C dan asupan selenium termasuk dalam kategori kurang. Asupan selenium berhubungan dengan kejadian sindrom metabolik pada remaja obesitas. Asupan selenium yang kurang berisiko 4,9 kali mengalami sindrom metabolik (p=0,023; OR=4,9; CI=1,16-21,02).
Pengaruh SAKE Ice Sorbet Mengandung Buah Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Lingkar Pinggang pada Remaja Pra-Sindrom Metabolik Yulistianingsih, Ari; Firdaus, Asep Novi Taufiq
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.35110

Abstract

Upaya pencegahan sindrom metabolik pada remaja dapat dilakukan pada saat kondisi pra-sindrom metabolik. Es krim merupakan makanan populer yang digemari oleh kelompok remaja karena rasanya yang manis dan segar. Sirsak (Annona muricata) merupakan tanaman tropis yang mempunyai efek antioksidan. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu pangan fungsional yang mengandung antioksidan dan mempunyai efek anti-obesitas. Riset pra-eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test design ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi SAKE (buah sirsak dan daun kelor) ice sorbet yang mengandung buah sirsak dan daun kelor terhadap lingkar pinggang remaja pra-sindrom metabolik. Sebanyak 15 remaja pra-sindrom metabolik di MAN 1 Kabupaten Cirebon mendapat SAKE ice sorbet 21 hari dengan dosis 1x 100 ml per hari. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tidak ada pengaruh pemberian SAKE ice sorbet terhadap lingkar pinggang (p=0,78) dan tidak ada perbedaan tingkat kecukupan energi sebelum dan setelah intervensi (p>0,05). SAKE ice sorbet dapat menjadi alternatif inovasi es krim sehat berbasis pangan fungsional, namun penurunan lingkar pinggang pada remaja harus diikuti dengan perbaikan pola makan dan aktivitas fisik yang signifikan.
Caring di Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan Kepuasan Keluarga Pasien Kartika, Agil Putra Tri; Firdaus, Asep Novi Taufiq; Nugraha, Mochammad Eki
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1223

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan awal pelayanan medis pasien bagi pasien gawat darurat di Rumah Sakit. Pelayanan di IGD harus sesuai dengan standar yang berlaku. Jika tidak, maka konsekuensinya dapat berakibat fatal bagi pasien. Menurunnya perilaku caring perawat di IGD menyebabkan menurunnya kualitas layanan dan berdampak pada kepuasan pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan caring di pelayanan IGD dengan kepuasan keluarga pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 109 subjek dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisa data menggunkan uji Spearman rho. Hasil penelitian ini menunjukan hasil caring pelayanan IGD RSUD W Kabupaten Cirebon dalam kategori baik (45%), cukup (45,9%) dan kurang (9,2%). Sedangkan kepuasan keluarga pasien dalam kategori sangat puas (48,6%), puas (44%) dan cukup puas (7,3%). Hasil uji hubungan menunjukan terdapat hubungan kuat antara caring pelayanan dan kepuasan keluarga pasien di IGD RSUD W Kabupaten Cirebon dengan arah hubungan bersifat positif (p-value=0,001; r=0,774). Sehingga, semakin baik caring pelayanan di IGD maka akan semakin tinggi kepuasan keluarga dan/atau pasien.
Defisiensi Vitamin D dan Penyakit Arteri Perifer pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium Akhir Firdaus, Asep Novi Taufiq; Yulistianingsih, Ari
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.22905

Abstract

Pasien penyakit gagal ginjal kronik cenderung mengalami defisiensi vitamin D akibat hilangnya protein dan zat gizi mikro selama dialisis. Vitamin D berperan dalam peningkatan produksi angiotension coverting enzyme-2 sehingga mengurangi kelebihan angiotensin II yang memiliki efek merugikan pada sistem kardiovaskular. Kekurangan vitamin D dan kerusakan fungsi ginjal pada pasien gagal ginjal kronik menyebabkan ketidakmampuan ginjal dalam mengaktivasi vitamin D sehingga mengakibatkan permasalahan pada sistem kardiovaskular salah satunya adalah penyakit arteri perifer (PAP). Riset ini bertujuan untuk menganalisis hubungan defisiensi vitamin D dengan PAP pada pasien gagal ginjal kronik stadium akhir. Riset ini menggunakan metode penelitian cross-sectional yang dilaksanakan pada 24 subjek pasien gagal ginjal kronik stadium akhir di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon dengan melakukan pemeriksaan kadar serum vitamin D dan pengukuran skor ankle brachial index (ABI) untuk menilai adanya PAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hemodialisis yang mengalami defisiensi vitamin D memiliki skor ABI rendah sebanyak 40%, sedangkan pasien yang mengalami insufisiensi vitamin D memiliki skor ABI rendah sebanyak 53,3%. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tidak ada hubungan antara defisiensi vitamin D dengan PAP pada pasien gagal ginjal kronik stadium akhir (p=0,228).
Pendampingan Pemilihan Jajanan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Obesitas pada Anak Usia Sekolah Yulistianingsih, Ari; Firdaus, Asep Novi Taufiq
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.1865

Abstract

High-calorie snacks triggers the accumulation of fat in the body which can cause overweight and obesity in children. In addition, high-calorie snacks intake affects academic performance. Based on preliminary study, 57% of primary school students consume high-calorie snacks. In addition, the lack of healthy canteen facilities triggers children to buy food outside of school. Based on initial observations, 80% of food vendors sell high calorie and simple sugars snacks. This community service aims to assess the effectiveness of assistance to school children's knowledge as an effort to prevent obesity. This study used the PAR (Participatory Action Research) approach through the lecture method using animated videos, peer groups and demonstrations. Results shown that nutrition mentoring program can increase nutrition knowledge in primary school-aged children by 55%. It was concluded that mentoring the selection of healthy snacks for school children can increase knowledge in preventing obesity.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN MURBEI (Morus alba L.) SEBAGAI INOVASI PANGAN FUNGSIONAL Yulistianingsih, Ari; Novi Taufiq Firdaus, Asep; Johan, Johan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2153-2159

Abstract

Pangan fungsional adalah pangan yang memiliki senyawa aktif dan bermanfaat bagi kesehatan di luar kandungan zat gizinya. Murbei (Morus alba L.) termasuk dalam famili Moraceae yang banyak terdapat di Asia, termasuk di Indonesia. Bagian tanaman yang umumnya dikonsumsi adalah buah sebagai buah segar, selai, dan minuman jus. Kandungan senyawa fitokimia dalam tanaman murbei telah menjadikan murbei sebagai salah satu pangan fungsional. Buah murbei mengandung senyawa biologis yang memiliki manfaat farmakologis bagi kesehatan. Salah satu senyawa dalam tanaman murbei yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, anti-kolesterol, dan anti-obesitas adalah antosianin. Desa Kalikoa merupakan salah satu desa di Kabupaten Cirebon yang telah memanfaatkan lahan kosong sebagai lahan untuk dapat ditanami pohon murbei. Berbagai budidaya dan inovasi pengolahan murbei telah dilakukan oleh masyarakat di daerah tersebut yang kemudian dikenal dengan Padepokan Arben. Namun, manfaat kesehatan tanaman murbei sebagai pangan fungsional belum banyak diketahui oleh masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pelatihan dengan metode ceramah dan demonstrasi pada kelompok PKK dan karang taruna yang dilaksanakan pada bulan Agustus Tahun 2021. Hasil pemberdayaan masyarakat menunjukkan, bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang manfaat, inovasi, dan teknik pemasaran murbei sebagai produk pangan fungsional.