Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Parental Intervention as a Contributing Factor to Marital Breakdown Kalita Tisa Audila; Yani Achdiani; Sarah Nurul Fatimah
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v4i2.128

Abstract

Marriage is a sacred covenant that establishes a family between a man and a woman. Within Islamic law and social norms, marriage represents the foundation of human life, forming a household built on harmony, affection, and mutual responsibility. However, the stability of a family can be disrupted by third-party intervention, particularly from parents or in-laws. Such intervention often arises from economic concerns, cultural expectations, emotional attachment, or cohabitation, which blur the boundaries between the newly formed household and the parental home. This study examines the forms, causes, and impacts of parental intervention on marital relationships. Findings indicate that parental involvement may appear in various forms such as giving advice, providing financial support, influencing decision-making, or intervening in childcare. Although often motivated by goodwill, excessive involvement can undermine the couple’s autonomy, trigger conflicts, create emotional pressure, reduce independence, and in severe cases, lead to marital breakdown or divorce. From the perspective of Islamic legal sociology, parents indeed hold a moral responsibility to guide their children. However, Islamic teachings emphasize the balance between parental guidance and respecting the independence of the married couple. Therefore, maintaining healthy communication and clear boundaries is essential to prevent conflicts and preserve marital harmony.
Peran Keluarga dalam Mematahkan Diskriminasi terhadap Penyandang Disabilitas di Lingkungan Sosial Kalita Tisa Audila; Gina Indah Permata Nastia
Jurnal Ilmiah Psikologi dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): JIPKM (Januari-Juni 2026)
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/jipkm.v4i1.402

Abstract

Diskriminasi terhadap penyandang disabilitas masih terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial. Kondisi ini menghambat pemenuhan hak serta pengembangan potensi mereka. Keluarga berperan penting sebagai lingkungan pertama yang membentuk kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan sosial penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran keluarga dalam mematahkan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Data diperoleh dari jurnal, buku ilmiah, dan dokumen relevan terbitan 2020–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berfungsi sebagai sumber dukungan emosional, pendidik nilai, pendamping adaptasi sosial, dan advokat dalam memperjuangkan hak penyandang disabilitas. Dukungan tersebut meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi dampak stigma, serta mendorong partisipasi dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan bermasyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa penghapusan diskriminasi memerlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif, adil, serta menghargai martabat setiap individu.