Sayekti Handayani
Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan, Fakultas Peternakan Dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia, 94148

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of The Financial Feasibility of a Bufallo Farming Businesses in Langko Village Lindu District Sigi Regency: Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Kerbau di Desa Langko Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi Nilda Sofyana; Miftahul Maulita; Arifuddin Lamusa; Abdul Muis; Ujang Kurniawan; Dirhamzah; Sayekti Handayani; Fitri Awaliyah; Taufik Taufik; Nur Ainum
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 26 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v26i3.2025.196-207

Abstract

Kecamatan Lindu memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha peternakan kerbau, ditunjang oleh kondisi alam yang mendukung serta harga jual kerbau yang cukup tinggi, yaitu antara Rp20.000.000 hingga Rp40.000.000 per ekor. Potensi ini menjadikan peternakan kerbau sebagai salah satu sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha peternakan kerbau di Desa Langko, Kecamatan Lindu. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel ditentukan secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 33 peternak kerbau. Analisis data dilakukan melalui perhitungan kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan discount rate sebesar 6% sesuai suku bunga KUR BRI, usaha peternakan kerbau menghasilkan NPV sebesar Rp2.480.888.628, rasio B/C 3,3, dan Payback Period selama 1 tahun 11 bulan. Selanjutnya, analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa pada peningkatan biaya pakan hingga 20% maupun penurunan harga jual hingga 20%, usaha peternakan kerbau di Desa Langko tetap layak dijalankan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa usaha peternakan kerbau di Desa Langko Kecamatan Lindu layak secara finansial serta memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut.
Buffalo Agribusiness and Rural Household Income: Mediating Effects of Farmer Characteristics in Lindu District, Indonesia Sayekti Handayani; Suparmin Fathan; Haerani Maksum; Afandi Afandi; Hasnadia Hasnadia; Siti R. Machieu; Ramlan Mustapa; Safriyanto Dako; Delvi Suleman
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 7, ISSUE 2, 2026: JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/jaj.v7i2.37003

Abstract

Buffalo farming is an important part of agribusiness activities that play a role in supporting the economy of rural livestock families. Buffalo farming contributes to family income beside providing a source of food and labor. Buffalo farming agribusiness needs to be continuously optimized with the hope of optimizing the capital and competency aspects of farmers in order to optimize the economy and family income. The study aims to determine (1) the contribution of buffalo agribusiness to family income, and (2) analyze the influence of land area (capital factor) and farmer experience (competence) on family income through livestock agribusiness. The research used a Mixed Method Sequential Explanatory approach. The data source in this study was primary data from questionnaires distributed to 85 livestock farmers, followed by interviews, observation, and documentation. Data analysis used descriptive statistics, path analysis, and Sobel test. Research results showed that Buffalo agribusiness contributed an average of 44.09% to family income, with the lowest contribution of 2.23% and the highest 98.48%. Path analysis showed that land area and livestock farmer experience did not have a significant direct effect on family income, with land area being more influential than farmer experience. However, the Sobel test showed that land area and livestock farmer experience had a positive and significant effect when using buffalo agribusiness income as a mediating variable, farmer experience was the most dominant influence in indirect effect. Income from buffalo agribusiness plays a strategic role in increasing the influence of capital and livestock farmer competency on household economic well-being. These results emphasize the importance of strengthening an integrated, land-based, and experience-based buffalo agribusiness system, policy interventions in the form of capacity-building training for farmers, optimal utilization of land resources, and institutional support to enable buffalo agribusiness to become a primary pillar in strengthening family economic resilience.