Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Kredit dan Suku Bunga Terhadap Pendapatan Usaha Mikro di BRI Unit Kabila Amir Halid; Ria Indriani; Delvi Suleman
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 1 No. 3 (2014): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.928 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v1i3.1546

Abstract

This study aims to determine the development of the customer (Micro KUR and significant effect between credit amount and the interest rate on the income customers at BRI Unit Micro Kabila. Kind of research used in this study is a survey method. Data used are primary data interviews with customer respondents micro and secondary data from the BRI unit Kabila, the sampling method used was purposive sample, data collection techniques are methods of documentation and interviews. Data analysis technique used is multiple regression analysis and usingdescriptive statistics. Results from this research showed revenue that micro (Y) 63,7% total affected by credit (X1) and interest rate, while the remaining 36,3 %affected by other factors. R value of 0,798 means that income by the number of loans and interest ratest have a very strong positive relationship. T-test showed that the significant amount of credit, because the value is significantly smaller than the value 0,05 (0,000), while the interest rate effect is not real, because the value is significantly smaller than the value of 0,05 (0,874). For the development of the number of credits and the number of clients small loans (KUR) have increased and decreased each year. Keywords: Economic, credit, interest rates, UKM, income
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tabongo Timur Melalui Pengolahan Produk Berbasis Kelapa dan Sacha Inchi untuk Mendukung Pencapaian SDGs Bait, Yoyanda; Salimi, Yuszda K.; Zubair, Mohammad; Rahmatia, Siti; Suleman, Delvi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2393

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat desa Tabongo Timur dalam pengolahan produk berbasis kelapa dan Sacha Inchi. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya nilai tambah produk, keterbatasan teknologi, dan kurangnya akses pasar. Untuk meningkatkan nilai tambah produk dilakukan kegiatan dengan metode pelatihan berbasis praktik, transfer teknologi sederhana seperti fermentasi dan sentrifugasi untuk Virgin Coconut Oil (VCO) digunakan untuk memisahkan minyak murni dari kelapa, serta metode cold pressing untuk memastikan kualitas omega 3 minyak sacha Inchi. Program ini melibatkan 20 peserta dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok tani, PKK, BUMDes, dan pemuda desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan pendapatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan ketrampilan rata-rata skor post-test sebesar 35%, kualitas produk yang memenuhi standar pasar karena sudah ada hasil uji dan sertifikat PIRT, dan peningkatan pendapatan masyarakat hingga 30%. Temuan ini mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), seperti pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak, dan konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab. Program ini menjadi best practice yang relevan untuk direplikasi di komunitas lain dengan potensi serupa. Empowering the Tabongo Timur Community Through Coconut and Sacha Inchi Processing to Support Sustainable Development Goals (SDGs) Abstract This community empowerment program aims to improve the skills and knowledge of the East Tabongo village community in processing coconut-based products and Sacha Inchi. The main problems faced by the community are low added value of products, limited technology, and lack of market access. To increase the added value of the product, activities were carried out with practice-based training methods, simple technology transfer such as fermentation and centrifugation for Virgin Coconut Oil (VCO) used to separate pure oil from coconut, as well as cold pressing methods to ensure the quality of omega 3 sacha Inchi oil. The program involved 20 participants from various community groups, including farmer groups, PKK, BUMDes, and village youth. The results showed an increase in knowledge, skills and income. The evaluation results showed an increase in understanding and skills of the average post-test score by 35%, product quality that meets market standards because there are already test results and PIRT certificates, and an increase in community income by 30%. These findings support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), such as poverty alleviation, decent work, and responsible consumption and production. This program is a relevant best practice to be replicated in other communities with similar potential.
OPINI PETANI TENTANG INOVASI IRIGASI TETES PADA USAHATANI LABU MADU DI SUWAWA SELATAN: SEBUAH KAJIAN STUDI ATRIBUT INOVASI Akedo, Fajrin; Sirajuddin, Zulham; Suleman, Delvi
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 9, NO 3, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.31984

Abstract

Dalam proses penerapan teknologi pertanian, opini petani terhadap karakteristik inovasi sangat penting karena menjadi dasar pembuatan keputusan untuk menerima atau menolak sebuah inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap keputusan terhadap adopsi inovasi petani terhadap irigasi tetes dalam budidaya labu madu di Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mengetahui opini petani terhadap inovasi tetes pada usahatani labu madu dalam konteks atribut inovasi. 9 orang petani labu madu menjadi informan pada penelitian ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Coding dan categorizing adalah teknik analisis yang digunakan untuk memilah petani informan kemudian dikategorisasikan ke dalam variabel yang relevan. Analisis interaktif digunakan untuk menganalisis data secara dinamis dan fleksibel, dengan melibatkan peneliti dalam proses interpretasi dan pengolahan data secara terus menerus. Hasil analisis menunjukkan bahwa opini petani mengenai penerapan irigasi tetes menunjukkan beragam perspektif yang dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan. Dimana, tingkat penggunaan sistem irigasi tetes di Kecamatan Suwawa Selatan masih tergolong rendah, karena hanya sedikit petani yang mau mengadopsi inovasi irigasi tetes tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa pertimbangan yang membuat petani berpikir ulang untuk menggunakan inovasi tersebut, seperti modal awal yang cukup besar.
STRATEGI BAURAN PEMASARAN LABU MADU ORGANIK PADA USAHA LAMBORGINI DI DESA BULONTALA TIMUR Herman, Selviawati; Rauf, Asda; Suleman, Delvi
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 9, NO 3, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.32419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bauran pemasaran (4P) yang diterapkan oleh usaha Lamborgini (Labu Madu Organik) di Desa Bulontala Timur, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Lamborgini merupakan usaha rintisan berbasis pertanian organik yang dirintis oleh mahasiswa Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo, dengan fokus pada budidaya dan pemasaran labu madu organik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis tematik. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan lima anggota kelompok usaha. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai referensi ilmiah seperti jurnal, buku, dan dokumen terkait. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan elemen bauran pemasaran, yaitu produk (produk), harga (price), tempat/distribusi (tempat), dan promosi (promotion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk labu madu organik memiliki keunggulan dari segi kualitas, kandungan gizi, dan proses budidaya yang ramah lingkungan. Strategi harga yang digunakan cukup fleksibel tergantung pada saluran distribusi. Distribusi produk dilakukan melalui penjualan langsung di kebun serta kerja sama dengan mitra toko oleh-oleh lokal. Namun, pada aspek promosi, Lamborgini masih menghadapi kendala efektivitas media sosial sebagai alat pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi strategi promosi agar digital dapat meningkatkan jangkauan pasar dan daya saing produk.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT DI DESA TONALA KECAMATAN POSIGADAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Suleman, Delvi; Halid, Amir; Imran, Supriyo; Botutihe, Okta P
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 9, NO 3, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.27765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Berapa biaya usahatani cabai rawit di Desa Tonala, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, 2) Bagaimana pendapatan usahatani Cabai Rawit di Desa Tonala, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan terhitung dari bulan Januari sampai dengan Februari 2024. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survei dengan metode mempelajari sejumlah orang. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan populasi dan sampel sebanyak 40 orang yang menjadi responden yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Rata-rata usahatani cabai di Desa Tonala adalah Rp 16.452.661. 2) Rata-rata pendapatan usahatani cabai di Desa Tonala dengan 40 responden petani adalah Rp 152.142.859 per musim/ha.
Sosialisasi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah di Desa Posso dan Desa Bubode Kabupaten Gorontalo Utara Hanasi, Raihan A.; Kadir, Muhamad Khairun K.; Malae, Andris K.; Kasim, Mamang; Suleman, Delvi; Pulogu, Siska Irhamnawati; Bumulo, Sahrain
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i1.2

Abstract

This activity is carried out as part of a community service program with the primary focus on providing socialization related to the development strategies of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Posso Village and Bubode Village. The research aims to provide understanding to the community, especially those involved in MSME groups, about the importance of a strategy in MSME development, particularly strategies related to Strengthening Access to Capital, Marketing and Branding, and Improving Product Quality. The target of this activity is the MSME groups in the two villages, namely Bubode Village and Posso Village. The socialization activities span over 3 days, starting with gathering information related to the challenges faced by MSME groups in both villages, followed by designing effective development strategies applicable to these groups. Through a participatory approach, the activity involves various stakeholders from both villages to create sustainable solutions collaboratively. The expected outcome of this activity is to make a positive contribution to local economic development and community welfare, as well as to enhance practical understanding and implementation of strategies that can improve the competitiveness of MSMEs in both villages
Pemberdayaan Sekolah Kampung Kawan Alam: Edukasi Ekowisata Dan Wirausaha Anak Melalui Inovasi Limbah Pertanian Lusiana; Delvi Suleman; Siti Nurcahyati Abdussamad
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4180

Abstract

Abstract: The community service program was conducted at Sekolah Kampung Alam in Dutohe Village, Bone Bolango Regency, with the primary objective of enhancing children’s skills, creativity, and ecological awareness through the utilization of agricultural waste. The main problem faced by the school is the lack of integration of environmental potential into the curriculum, resulting in limited opportunities for children to gain direct experience in processing local resources. The activities were carried out through socialization, teacher and student training, implementation of simple technologies, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The training materials included compost production, handicrafts made from agricultural waste such as dried banana leaves and corn husks, and digital promotion through social media platforms. The results of the program indicate improvements in three main aspects. First, teachers and students demonstrated increased knowledge regarding the concepts of ecotourism and waste management. Second, there was a positive shift in attitudes, reflected in stronger environmental concern and higher interest in entrepreneurship. Third, skills in processing agricultural waste developed, although they still require continuous improvement. Furthermore, community involvement contributed to the establishment of a holistic, empowered, and sustainable educational ecosystem. This program underscores the role of Sekolah Kampung Alam as both an environmental-based ecotourism education center and a medium for community empowerment. Keywords: agricultural waste innovation; community empowerment; educational ecotourism; nature school Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Kampung Alam Desa Dutohe, Kabupaten Bone Bolango, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kesadaran ekologis anak melalui pemanfaatan limbah pertanian. Permasalahan utama sekolah adalah kurangnya integrasi potensi lingkungan ke dalam kurikulum, sehingga anak-anak belum memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah sumber daya lokal. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, implementasi teknologi sederhana, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pembuatan pupuk kompos, kerajinan tangan dari limbah pertanian seperti daun pisang kering dan klobot jagung, serta promosi digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada tiga aspek utama: pengetahuan guru dan siswa meningkat terkait konsep ekowisata dan pengelolaan limbah, sikap menunjukkan perubahan positif berupa kepedulian lingkungan dan minat berwirausaha yang lebih tinggi, serta keterampilan dalam mengolah limbah pertanian berkembang meskipun masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan masyarakat turut memperkuat terciptanya ekosistem pendidikan yang holistik, berdaya, dan berkelanjutan. Program ini menegaskan peran Sekolah Kampung Kawan Alam sebagai pusat edukasi ekowisata berbasis lingkungan sekaligus media pemberdayaan masyarakat. Kata kunci: ekowisata edukatif; inovasi limbah pertanian; pemberdayaan masyarakat; sekolah alam
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG PADA LAHAN BERLERENG DI DESA ULAPATO B KECAMATAN TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO Kiru, Ferawati Z.; Imran, Supriyo; Suleman, Delvi
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 10, NO 2, 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.37416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi usahatani jagung pada lahan berlereng di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari 72 petani jagung melalui metode survei. Analisis data dilakukan menggunakan fungsi produksi stochastic frontier yang diestimasi dengan metode Maximum Likelihood Estimasi (MLE) untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor produksi terhadap tingkat produksi jagung. Faktor produksi yang dianalisis meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan tingkat kemiringan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan benih berpengaruh nyata dan positif terhadap produksi jagung, sedangkan pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan tingkat kemiringan lahan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produksi jagung pada lahan berlereng lebih dipengaruhi oleh optimalisasi penggunaan luas lahan dan benih dibandingkan dengan penambahan input lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi petani dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi peningkatan produksi usahatani jagung pada lahan berlereng.
KARAKTERISTIK PETANI JAGUNG DI DESA DULAMAYO UTARA KECAMATAN TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO Abdul, Fadli; Saleh, Yanti; Suleman, Delvi
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 10, NO 2, 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.36332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani jagung di Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober 2025, dengan menggunakan metode survei. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 39 responden yang ditentukan dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin dari populasi 317 petani jagung. Data yang dikumpulkan meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, dan status kepemilikan lahan. Analisis data dilakukan secara deskriptif  Kuantitatif melalui penyajian tabel dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani jagung berada pada usia produktif dengan rata-rata 44 tahun. Tingkat pendidikan petani tergolong rendah, di mana 56,41% hanya tamat Sekolah Dasar. Pengalaman berusahatani rata-rata 10 tahun dan jumlah tanggungan keluarga rata-rata 3 orang. Luas lahan yang digarap relatif sempit, didominasi luas 1 hektare dengan rata-rata 1,26 Ha. Status kepemilikan lahan menunjukkan bahwa 51,28% petani berstatus sebagai penggarap. Karakteristik paling dominan dari petani jagung di Desa Dulamayo Utara adalah rendahnya tingkat pendidikan, status sebagai petani penggarap, serta luas lahan garapan yang kecil. Kondisi ini berpengaruh terhadap kemampuan adopsi inovasi dan tingkat pendapatan petani.
Buffalo Agribusiness and Rural Household Income: Mediating Effects of Farmer Characteristics in Lindu District, Indonesia Sayekti Handayani; Suparmin Fathan; Haerani Maksum; Afandi Afandi; Hasnadia Hasnadia; Siti R. Machieu; Ramlan Mustapa; Safriyanto Dako; Delvi Suleman
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 7, ISSUE 2, 2026: JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/jaj.v7i2.37003

Abstract

Buffalo farming is an important part of agribusiness activities that play a role in supporting the economy of rural livestock families. Buffalo farming contributes to family income beside providing a source of food and labor. Buffalo farming agribusiness needs to be continuously optimized with the hope of optimizing the capital and competency aspects of farmers in order to optimize the economy and family income. The study aims to determine (1) the contribution of buffalo agribusiness to family income, and (2) analyze the influence of land area (capital factor) and farmer experience (competence) on family income through livestock agribusiness. The research used a Mixed Method Sequential Explanatory approach. The data source in this study was primary data from questionnaires distributed to 85 livestock farmers, followed by interviews, observation, and documentation. Data analysis used descriptive statistics, path analysis, and Sobel test. Research results showed that Buffalo agribusiness contributed an average of 44.09% to family income, with the lowest contribution of 2.23% and the highest 98.48%. Path analysis showed that land area and livestock farmer experience did not have a significant direct effect on family income, with land area being more influential than farmer experience. However, the Sobel test showed that land area and livestock farmer experience had a positive and significant effect when using buffalo agribusiness income as a mediating variable, farmer experience was the most dominant influence in indirect effect. Income from buffalo agribusiness plays a strategic role in increasing the influence of capital and livestock farmer competency on household economic well-being. These results emphasize the importance of strengthening an integrated, land-based, and experience-based buffalo agribusiness system, policy interventions in the form of capacity-building training for farmers, optimal utilization of land resources, and institutional support to enable buffalo agribusiness to become a primary pillar in strengthening family economic resilience.