Joko Priono
Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Pedagogik Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Peserata Didik SMPS Bodhisatta Tangerang Joko Priono; Suparman
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 1 No. 2 (2025): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v1i2.2509

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini berfokus pada rendahnya kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar peserta didik di SMPS Bodhisatta Tangerang yang berdampak pada penurunan hasil belajar. Berdasarkan hasil prasurvei terhadap 30 responden, diperoleh persentase kompetensi pedagogik sebesar 46%, motivasi belajar 47%, dan hasil belajar 36%, yang menunjukkan adanya kecenderungan menurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimen (ex post facto), di mana variabel bebas telah terjadi sebelumnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling, dengan responden terdiri atas guru dan peserta didik SMPS Bodhisatta. Instrumen penelitian berupa angket berskala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar (Y) dengan nilai thitung sebesar 5,379 dan signifikansi 0,00. Selain itu, motivasi belajar (X₂) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai thitung 2,245 dan signifikansi 0,033. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru dan motivasi belajar peserta didik berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya bahwa kemampuan pedagogik guru berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme guru dan penguatan motivasi internal peserta didik menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Pemahaman Tentang Kematian Dalam Bhayabherava Sutta Dan Vatthupama Sutta Boniran; Joko Priono
Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama (Dharma Edukasi) Vol. 2 No. 1 (2026): Dharma Edukasi - Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial dan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66791/dharmaed.v2i1.2603

Abstract

Kematian adalah satu fenomena yang tidak bisa diubah dan dihentikan oleh manusia, bisa disebut juga abadi, yang mana manusia harus melewati periode ini. Kematian adalah jalan perpisahan yang terjadi untuk meninggalkan orang tercinta dan meninggalkan rasa sakit yang sangat dalam serta ketakutan terhadap orang yang ditinggalkan. Dalam Buddhisme sendiri, segala sesuatu tidak ada yang kekal, termasuk umur itu sendiri. Kelahiran dan kematian adalah proses kehidupan yang akan dilalui oleh semua makhluk hidup yang ada, di mana ada kelahiran pasti ada kematian, semuanya tergantung karma mereka sendiri. Sehingga, mereka bisa terlahir di alam yang sesuai dengan perbuatan mereka. Konsep kematian terdapat pada Salla Sutta yang menjelaskan bahwa ketidakpastian dan penderitaan hidup akan diakhiri oleh kematian, dan Maranassati Sutta mengajarkan tentang melatih kesadaran akan kematian agar dapat mengakhiri noda batin dan ketakutan terhadap kematian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu studi kepustakaan yang bersumber dari buku dan jurnal. Hasil dari kajian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang terlibat dalam bidang pendidikan agama dan keagamaan Buddha, yang dikembangkan sebagai bahan edukasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha secara teoretis maupun praktis.   Kata Kunci : Kematian dalam bhayabherava sutta dan vatthupama sutta