Prilian Catur Nugroho
Universitas Pamulang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GREEN HUMAN CAPITAL DAN DUKUNGAN TEKNOLOGI DALAM MENDORONG IMPLEMENTASI AKUNTANSI BERKELANJUTAN: MODERASI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL HIJAU PADA INDUSTRI PERHOTELAN DI JAKARTA Andi Muhammad Yasin; Prilian Catur Nugroho; Endang Ruhiyat; Suripto Suripto
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/aqxkcf42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green human capital  dan dukungan teknologi terhadap implementasi akuntansi berkelanjutan pada industri perhotelan di Jakarta, serta menguji peran kepemimpinan transformasional hijau sebagai variabel moderasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 220 karyawan hotel yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green human capital  berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi akuntansi berkelanjutan. Dukungan teknologi tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap implementasi akuntansi berkelanjutan. Sementara itu, kepemimpinan transformasional hijau memiliki pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap implementasi akuntansi berkelanjutan, namun tidak memoderasi hubungan antara green human capital  maupun dukungan teknologi dengan implementasi akuntansi berkelanjutan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan akuntansi berkelanjutan dalam industri perhotelan lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan peran kepemimpinan, dibandingkan oleh faktor teknologi semata. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen hotel untuk memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia hijau dan kepemimpinan berorientasi keberlanjutan dalam mendukung penerapan akuntansi berkelanjutan.
SELF-EFFICACY MODERATES THE RELATIONSHIP BETWEEN ACCOUNTING UNDERSTANDING AND BUSINESS EXPERIENCE ON THE INTEREST IN IMPLEMENTING SAK EMKM Topan Ade Putra; Endang Ruhiyat; Suripto Suripto; Prilian Catur Nugroho
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/fbdq9758

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran self efficacy dalam memoderasi hubungan antara pemahaman akuntansi dan pengalaman pemilik usaha terhadap minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) di Kota Tangerang Selatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) 4.0 terhadap 97 responden UMKM yang telah beroperasi minimal dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan nilai R² sebesar 0,804, yang berarti 80,4% variasi minat menerapkan SAK EMKM dijelaskan oleh pemahaman akuntansi, pengalaman usaha, dan self efficacy. Pemahaman akuntansi dan pengalaman usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap minat menerapkan SAK EMKM, sementara self efficacy berpengaruh positif dan signifikan. Namun, self efficacy tidak memoderasi hubungan antara kedua variabel independen dengan minat penerapan SAK EMKM. Hasil ini menegaskan pentingnya faktor psikologis, terutama keyakinan diri pelaku UMKM, dalam mendorong adopsi standar akuntansi. Program pelatihan akuntansi bagi UMKM perlu menekankan peningkatan kompetensi teknis sekaligus membangun kepercayaan diri untuk mendukung penerapan SAK EMKM secara berkelanjutan.