Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI WEBSITE GOMANDALIKA MENGGUNAKAN COBIT 2019 Sonia Tarandari; Muhamad Rodi; Mardi
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 8 No 2 (2026): EDISI 28
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v8i2.7159

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut instansi pemerintah untuk menyediakan layanan digital yang efektif dan berkualitas, termasuk dalam sektor pariwisata. Website GoMandalika merupakan portal resmi Dinas Pariwisata Lombok Tengah yang berfungsi sebagai media informasi dan promosi pariwisata daerah. Namun, efektivitas layanan website sangat dipengaruhi oleh penerapan tata kelola teknologi informasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola teknologi informasi pada website GoMandalika menggunakan framework COBIT 2019. Metode penelitian meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka, dengan tahapan analisis design factors, penentuan governance and management objectives, pengukuran tingkat kematangan proses, serta analisis kesenjangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan proses teknologi informasi berada pada level 2 (Repeatable but Intuitive) menuju level 3 (Defined Process), khususnya pada domain EDM (Evaluate, Direct and Monitor), APO (Align, Plan and Organize), BAI (Build, Acquire and Implement), dan DSS (Deliver, Service and Support) yang masih memiliki kesenjangan terhadap tingkat kematangan yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pada aspek standarisasi proses, pengelolaan risiko, keamanan sistem, serta pengelolaan perubahan teknologi informasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan tata kelola teknologi informasi yang lebih efektif guna mendukung layanan informasi pariwisata yang berkelanjutan.
Integrating SERVQUAL and TAM to Evaluate Service Quality and User Acceptance of a Government Website Baiq Shilla Aryoningsih; Khairul Imtihan; Mardi
Edu Komputika Journal Vol. 12 No. 1 (2025): Edu Komputika Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukom.v12i1.23814

Abstract

This study aims to evaluate the service quality and user acceptance of a government website by integrating the SERVQUAL model and the Technology Acceptance Model (TAM). The study addresses the limited empirical evaluation of regional government websites, particularly in capturing both service-oriented and technology-based user perceptions. A quantitative approach was employed using a structured questionnaire distributed to 569 respondents who had used the Satpol PP website of Central Lombok Regency. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) combined with Importance–Performance Map Analysis (IPMA). The results indicate that assurance and reliability significantly influence perceived usefulness and perceived ease of use, which in turn affect user satisfaction and behavioral intention. The dimensions of tangibles and empathy showed weaker influence, highlighting the importance of system functionality over aesthetic or emotional design elements. The IPMA findings identify perceived ease of use and assurance as strategic priorities for improvement due to their high importance and moderate performance. This study provides contextual and methodological insights by applying an integrated SERVQUAL, TAM, IPMA framework to evaluate a local government law-enforcement website in Indonesia, a setting that has been rarely examined in prior digital service quality studies. Practically, it offers actionable recommendations for enhancing user trust, system usability, and service responsiveness in digital public platforms. These insights are expected to support the broader agenda of inclusive and sustainable digital governance at the local government level.
A Modified TAM-ECT Model for Evaluating User Satisfaction and Behavioral Intention in Community-Based Internet Services Khairul Imtihan; Ahmad Tantoni; Mardi
Edu Komputika Journal Vol. 12 No. 1 (2025): Edu Komputika Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukom.v12i1.24142

Abstract

This study develops and validates a modified Technology Acceptance Model–Expectation Confirmation Theory (TAM-ECT) framework to evaluate user satisfaction and behavioral intention in the context of community-based internet services (RT/RW Net). Unlike prior TAM-ECT studies predominantly conducted in commercial ISP or e-service environments, this research explicitly focuses on decentralized, community-managed internet services characterized by informal governance structures, low switching barriers, and non-contractual user relationships. Addressing the lack of research on decentralized internet service models, this study integrates external factors service quality, cost-effectiveness, system quality, and customer support and moderating factors, namely digital literacy and switching cost. A quantitative survey approach was employed, collecting valid responses from 803 active users between January and March 2025. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and Importance-Performance Map Analysis (IPMA). The results demonstrate that perceived ease of use strongly influences perceived usefulness and behavioral intention, while perceived usefulness significantly impacts both user satisfaction and behavioral intention. Notably, and contrary to the core assumption of Expectation Confirmation Theory, user satisfaction does not significantly predict behavioral intention, indicating a context-specific deviation in community-based digital services where pragmatic usability considerations outweigh affective satisfaction. External factors such as customer support and system quality significantly affect user perceptions, highlighting the importance of technical performance and user experience in decentralized service settings. Digital literacy positively moderates the relationship between perceived ease of use and behavioral intention. The IPMA findings reveal that ease of use, service usefulness, and customer support are the most critical areas for improvement. Theoretically, this study extends TAM-ECT by demonstrating that continuance intention in community-based internet services is driven more by usability and functional value than by satisfaction-driven confirmation mechanisms commonly observed in commercial platforms. This study offers practical insights for optimizing technical quality, service functionality, and user digital competencies to foster sustainable adoption in community-managed internet infrastructures.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYUSUN JUDUL PENELITIAN BERKUALITAS MELALUI WORKSHOP STRUKTUR ARTIKEL ILMIAH BERBASIS PRAKTIK Baiq Yulia Fitriyani; Amrullah; Muhamad Rodi; Mardi; Khairul Imtihan; Wire Bagye
Jurnal Pekayunan Vol. 2 No. 1 (2026): PEKAYUNAN Maret - Juli 2026
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/30nm9p87

Abstract

Kemampuan menyusun judul penelitian yang berkualitas merupakan keterampilan awal yang penting dalam penulisan artikel ilmiah mahasiswa. Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam merumuskan judul yang fokus, relevan, dan sesuai dengan struktur artikel ilmiah, terutama dalam mengaitkan topik penelitian dengan masalah, objek kajian, metode, research gap, dan novelty. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami struktur artikel ilmiah dan menyusun judul penelitian berkualitas melalui workshop berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Riset STMIK Lombok dengan melibatkan 23 mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika yang terdiri dari semester 2, 4, dan 6. Metode kegiatan menggunakan pendekatan workshop berbasis praktik melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan materi, pelaksanaan pretest, penyampaian materi, praktik penyusunan judul, posttest, serta evaluasi luaran kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pretest dari 7,3 menjadi 8,9 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 1,6 poin atau 21,92%. Selain itu, peserta menunjukkan keterlibatan aktif dalam diskusi dan mulai mampu menyusun draft judul penelitian yang lebih spesifik dan terarah. Dengan demikian, workshop struktur artikel ilmiah berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa menyusun judul penelitian berkualitas dan dapat menjadi model pembinaan akademik dalam mendukung budaya menulis ilmiah di perguruan tinggi.
PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA UNTUK MENGUKUR KETAHANAN EKONOMI RUMAH TANGGA DAN MENINGKATKAN LITERASI FINANSIAL Mardi; Muhamad Rodi; Amrullah
Jurnal Pekayunan Vol. 2 No. 1 (2026): PEKAYUNAN Maret - Juli 2026
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/zwzex573

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan dan kemampuan mengelola keuangan keluarga pada ibu-ibu rumah tangga di Desa Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, yang sebagian besar mengelola keuangan secara tradisional tanpa pencatatan sistematis dan mengalami kesulitan dalam mengatur pendapatan serta pengeluaran keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengukur ketahanan ekonomi rumah tangga melalui pelatihan manajemen keuangan keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap, yaitu tahap persiapan dan analisis kebutuhan, tahap pelaksanaan pelatihan selama 3 hari (13-15 April 2026) dengan metode partisipatif dan interaktif, tahap pendampingan, serta tahap evaluasi dan pengukuran ketahanan ekonomi. Peserta berjumlah 17 orang ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan beragam (SMA 29,4%, SMP 52,9%, SD 17,7%) dan didominasi usia produktif 30-40 tahun (52,9%). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi keuangan sebesar 35% (dari 58 menjadi 78,3), kemampuan menyusun anggaran mencapai 88,2%, dan kemampuan mengukur kekuatan ekonomi meningkat dari kategori "lemah" menjadi "sedang" dengan 94% peserta mengalami perbaikan indikator. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan manajemen keuangan keluarga yang dikombinasikan dengan pendampingan intensif efektif dalam meningkatkan literasi keuangan, mengubah perilaku keuangan, serta membekali ibu rumah tangga dengan kemampuan mengukur ketahanan ekonomi keluarga secara mandiri.