Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Empat Pilar Kesalehan Melalui Program Tarbiyah di SMP Islam Terpadu Al Uswah Banyuwangi Nurul Hidayat; Mukayat Al Amin
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 17 No. 2 (2026): April
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v17i2.4655

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter Islami melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan Islam. Fokus penelitian ini adalah penguatan Empat Pilar Kesalehan: iman, ilmu, amal, dan akhlak melalui pelaksanaan program tarbiyah di SMP Islam Terpadu Al Uswah Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan program tarbiyah serta perannya dalam membentuk kesalehan guru dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap kegiatan tarbiyah yang dilaksanakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tarbiyah dilaksanakan secara sistematis melalui pembinaan ruhiyah, penguatan keilmuan, pembiasaan amal ibadah dan sosial, serta penanaman nilai-nilai akhlak mulia dalam aktivitas pendidikan sehari-hari. Program tarbiyah tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran beriman, budaya belajar, kepedulian sosial, dan perilaku berakhlak Islami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program tarbiyah berperan strategis dalam mengintegrasikan Empat Pilar Kesalehan sebagai fondasi pembentukan karakter Islami di SMP Islma Terpadu Al Uswah Banyuwangi.
Integration of Andragogy and Pedagogy Approaches In Improving Student Learning Capabilities Moh. Tito Ragil Dianang; Nurul Hidayat; Eka Firmansyah
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2026): JURNAL KREDO VOL 9 NO 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i2.16513

Abstract

Education in Phase D, specifically at the Junior High School (SMP) level, is a crucial transitional phase in student Development. This phase remains dominated by a pedagogical approach, namely, a teacher-centered learning process. Although the pedagogical approach is essential as a conceptual foundation and a discipline, it is less effective at developing student independence and learning capabilities. Thus, an integration of pedagogical and andragogical approaches is necessary to instill the principles of autonomy and relevance in adolescence. This research employed a qualitative case study approach, involving class VIII A students at SMP Negeri 1 Ngoro as the research participants. Data collection techniques included direct observation during the learning process, in-depth interviews, and analysis of student learning outcomes. Students' learning abilities were measured using three indicators: learning independence, critical thinking skills, and adaptability. Research shows that combining these two approaches successfully creates a more adaptive and transformative learning environment. Pedagogical principles provide a foundation for the structure and understanding of essential concepts, while andragogical elements, such as problem-based projects, reflective discussions, and the choice of assignments, enhance students' enthusiasm for learning and give them a sense of ownership over their learning process. There was a marked improvement in students' critical thinking skills when analyzing real-life situations and their ability to manage learning tasks independently. This study concludes that combining andragogical and pedagogical approaches for junior high school students is an effective model for strengthening learning abilities and helping them address learning challenges at higher levels of education and in everyday life.
Penerapan Bermain Peran Berbasis Pembelajaran Mendalam Teks Berita Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Nurul Hidayat; Sujinah
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0snjx611

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara murid kelas VIIA melalui penerapan metode bermain peran pada teks berita dalam pembelajaran mendalam di SMP Islam Terpadu Al Uswah Banyuwangi. Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara murid, khususnya dalam menyampaikan informasi dengan jelas, logis, dan menarik perhatian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian meliputi seluruh murid di kelas VIIA, sementara data diperoleh melalui observasi, tes berbicara, dan catatan reflektif dari guru.Metode bermain peran diterapkan dalam dua siklus, yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Temuan dari penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbicara. Rata-rata nilai murid naik dari 62,5 pada prasiklus, menjadi 78,4 pada siklus I, dan mencapai 88,2 pada siklus II. Selain peningkatan nilai, murid juga menunjukkan motivasi yang lebih tinggi, rasa percaya diri yang meningkat, serta mampu menyusun informasi berita dengan lebih logis dan komunikatif. Guru juga mencatat bahwa metode permainan peran mendorong interaksi yang aktif, kolaborasi, dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap teks berita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode bermain peran dalam pembelajaran mendalam terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara murid. Temuan ini membawa implikasi bagi guru Bahasa Indonesia untuk memaksimalkan metode pengajaran yang bersifat interaktif dan berbasis pengalaman. Kata Kunci: pembelajaran mendalam; kemampuan berbicara; metode bermain peran; penelitian tindakan kelas, motivasi