ABSTRACT Social Studies (IPS) learning in schools still tends to rely on textbooks, leaving the potential of local wisdom as a learning resource underutilized. This study aims to explore the social values embedded in the Ma’pasonglo tradition and analyze their relevance and utilization as a Social Studies learning resource at MTs Roni, Tana Toraja Regency. The study employed a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. Data were collected through observations, in-depth interviews with traditional leaders, Social Studies teachers, and students, as well as documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that: (1) the Ma’pasonglo tradition embodies the core social values of mutual cooperation, empathy, solidarity, moral responsibility, and respect for ancestors and others, which serve as important social capital in the Tana Toraja community; (2) these values are closely aligned with the Social Studies curriculum, particularly in the topics of social interaction and character education; and (3) the Ma’pasonglo tradition is incorporated into learning through interactive lectures based on cultural experiences and environmental observation, making learning more contextual. This study demonstrates that the Ma’pasonglo tradition can be utilized as a local wisdom-based learning resource that integrates contextual learning and character education in Social Studies. These findings enrich the literature on culture-based Social Studies learning and provide an alternative for teachers to develop more meaningful and contextually relevant learning experiences. ABSTRAK Pembelajaran IPS di sekolah masih cenderung berorientasi pada buku teks sehingga potensi kearifan lokal sebagai sumber belajar belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai-nilai sosial dalam tradisi Ma’pasonglo serta menganalisis relevansi dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar IPS di MTs Roni Kabupaten Tana Toraja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, guru IPS, dan peserta didik, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tradisi Ma’pasonglo mengandung nilai gotong royong, empati, solidaritas, tanggung jawab moral, serta penghormatan terhadap leluhur dan sesama sebagai modal sosial masyarakat Tana Toraja; (2) nilai-nilai tersebut relevan dengan kurikulum IPS, terutama pada materi interaksi sosial dan pendidikan karakter; dan (3) pemanfaatan tradisi Ma’pasonglo diimplementasikan melalui ceramah interaktif berbasis pengalaman budaya dan observasi lingkungan, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Ma’pasonglo dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan pembelajaran kontekstual dan pendidikan karakter. Temuan ini memperkaya kajian pembelajaran IPS berbasis budaya lokal serta menjadi alternatif bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna.