Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Keterampilan Sosial Siswa melalui Model Case Based Learning Berbasis Isu Lokal pada Pembelajaran IPS Rhegina Dwi Cahyani; Nurleli Ramli; Fawziah Zahrawati B; Zurahmah Zurahmah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4661

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan model Case Based Learning berbasis isu lokal dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa pada pembelajaran IPS kelas VIII di UPT SMP Negeri 2 Pinrang. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran berbasis kasus yang bersumber dari lingkungan sekitar siswa dapat mendukung pengembangan kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan guru IPS dua orang dan siswa kelas VIII empat orang, serta didukung oleh informasi pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan kasus lokal, diskusi kelompok, dan kegiatan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini mendorong siswa lebih aktif dalam diskusi, mampu berbagi tanggung jawab, percaya diri menyampaikan ide, membantu teman, serta lebih mudah mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan kasus. Penggunaan isu lokal membuat pembelajaran lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa Case Based Learning berbasis isu lokal dapat menjadi strategi pembelajaran yang bermakna dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa melalui pembelajaran IPS yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Pengaruh Pendekatan Etnopedagogi Berbasis Nilai Pappaseng terhadap Pemahaman Materi IPS Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Parepare Asmaul Husna; Zurahmah Zurahmah; Abd. Rahman K; Jumaisa Jumaisa
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4286

Abstract

The ethnopedagogical approach based on pappaseng values is an educational approach that integrates Bugis local wisdom into the learning process and character development. These values include lempu’ (honesty), warani (courage), siri’ na pesse (shame and empathy), sipakatau (humanizing others), and getteng (steadfastness). This study aims to examine the effect of this approach on students’ understanding of social studies (IPS) among seventh-grade students at SMP Negeri 8 Parepare. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 85 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through observation, questionnaires, tests, and documentation, and analyzed using descriptive and inferential statistics. The results show that the implementation of the ethnopedagogical approach based on pappaseng values is categorized as good (76%), while students’ understanding of social studies is at a moderate level (73%). Inferential analysis indicates a significant effect with =0,213 at a significance level of  . The contribution of this approach is 9%, while 91% is influenced by other factors. Thus, this approach has a positive effect but still requires further strengthening in its implementation.
EKSPLORASI NILAI SOSIAL DALAM TRADISI MA’PASONGLO SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI MTS RONI KABUPATEN TANA TORAJA Hijriah Hijriah; Nasruddin Nasruddin; Hasmiah Herawaty; Zurahmah Zurahmah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.13754

Abstract

ABSTRACT Social Studies (IPS) learning in schools still tends to rely on textbooks, leaving the potential of local wisdom as a learning resource underutilized. This study aims to explore the social values embedded in the Ma’pasonglo tradition and analyze their relevance and utilization as a Social Studies learning resource at MTs Roni, Tana Toraja Regency. The study employed a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. Data were collected through observations, in-depth interviews with traditional leaders, Social Studies teachers, and students, as well as documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that: (1) the Ma’pasonglo tradition embodies the core social values of mutual cooperation, empathy, solidarity, moral responsibility, and respect for ancestors and others, which serve as important social capital in the Tana Toraja community; (2) these values are closely aligned with the Social Studies curriculum, particularly in the topics of social interaction and character education; and (3) the Ma’pasonglo tradition is incorporated into learning through interactive lectures based on cultural experiences and environmental observation, making learning more contextual. This study demonstrates that the Ma’pasonglo tradition can be utilized as a local wisdom-based learning resource that integrates contextual learning and character education in Social Studies. These findings enrich the literature on culture-based Social Studies learning and provide an alternative for teachers to develop more meaningful and contextually relevant learning experiences. ABSTRAK Pembelajaran IPS di sekolah masih cenderung berorientasi pada buku teks sehingga potensi kearifan lokal sebagai sumber belajar belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai-nilai sosial dalam tradisi Ma’pasonglo serta menganalisis relevansi dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar IPS di MTs Roni Kabupaten Tana Toraja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, guru IPS, dan peserta didik, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tradisi Ma’pasonglo mengandung nilai gotong royong, empati, solidaritas, tanggung jawab moral, serta penghormatan terhadap leluhur dan sesama sebagai modal sosial masyarakat Tana Toraja; (2) nilai-nilai tersebut relevan dengan kurikulum IPS, terutama pada materi interaksi sosial dan pendidikan karakter; dan (3) pemanfaatan tradisi Ma’pasonglo diimplementasikan melalui ceramah interaktif berbasis pengalaman budaya dan observasi lingkungan, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Ma’pasonglo dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan pembelajaran kontekstual dan pendidikan karakter. Temuan ini memperkaya kajian pembelajaran IPS berbasis budaya lokal serta menjadi alternatif bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna.