Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The effect of using PhET simulation media on energy and work materials on improving students' learning outcomes and critical thinking skills: A literature study Fajar Purwono; Ade Suhendar; Saeful Fathani; Fauzul Fadli; Rina Hidayati Pratiwi
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 12 (2025): December 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i12.1073

Abstract

Physics education depends on work and energy concepts because they enable students to understand the natural events and technological systems. Students face challenges when learning these concepts because they exist at an abstract level and require a complex understanding while facing restrictions from limited resources and traditional teaching approaches. Students who study energy and work face poor learning results because they lack motivation and critical-thinking abilities. Research from 15 recent academic journals shows that digital education advancements have led to the development of multiple interactive learning tools, including the Physics Education Technology (PhET) Simulation. The implementation of Physics Education Technology (PhET) simulation media has demonstrated successful solutions to overcome learning challenges. The interactive visualizations in PhET media enable students to explore concepts independently, which leads to a better understanding of subjects, improved cognitive, affective, and psychomotor learning results, enhanced critical thinking abilities, and improved scientific literacy. The combination of PhET media with innovative learning approaches, including guided inquiry, problem-based learning, and blended learning, enhances student learning effectiveness for energy and work subjects. The PhET simulation platform functions as an optimal educational resource that enhances physics education quality, specifically for energy and work subjects, to help students reach their best learning potential and develop critical thinking abilities at different educational levels.
Analisis Pembelajaran Matematika Berbasis STEAM di SMKN 2 Tangerang Djuriah Djuriah; Dicky Dicky; Erni Nainggolan; Heru Purwanto; Saeful Fathani; Sukandi Sukandi; Supardi Uki Sajiman; Warto Warto; Wulan Anggraeni
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4961

Abstract

Pembelajaran matematika pada abad ke-21 menuntut penerapan pendekatan yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam pembelajaran kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran matematika berbasis STEAM di SMKN 2 Tangerang yang meliputi proses penerapan, keterlibatan peserta didik, kemampuan pemecahan masalah matematis, serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas guru matematika, peserta didik, dan dokumen pembelajaran yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi STEAM melalui pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah kontekstual mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis meningkat dari 68 menjadi 80, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 61% menjadi 82%. Meskipun demikian, implementasi STEAM masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana, kebutuhan waktu perencanaan yang lebih panjang, serta adaptasi guru dan peserta didik terhadap model pembelajaran aktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan STEAM berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan dan perlu didukung oleh peningkatan kompetensi guru, ketersediaan fasilitas, serta kebijakan sekolah yang berkelanjutan.