Dewa Alfaquin Faturangga
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemunduran Kesultanan Mataram Islam: Analisis Dinamika Kekuasaan Perspektif Ibnu Khaldun Fuadul Umam; Konah Wulanah; Siti Humayroh; Siti Nur Amanda; Dewa Alfaquin Faturangga
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 01 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i01.11939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab kemunduran Kesultanan Mataram Islam dengan menggunakan perspektif teori siklus kekuasaan Ibnu Khaldun. Fokus utama kajian ini adalah dinamika politik, sosial, dan ekonomi yang memengaruhi stabilitas kekuasaan Mataram pada masa transisi dan pasca kejayaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan historis dan analisis kritis terhadap sumber primer dan sekunder, termasuk kronik, babad, dan catatan kolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunduran Mataram tidak semata disebabkan oleh faktor eksternal seperti tekanan VOC, tetapi juga akibat melemahnya solidaritas kelompok penguasa (asabiyah), konflik internal dinasti, serta hilangnya legitimasi politik dan spiritual pemimpin. Temuan ini sejalan dengan pola teoritis Ibnu Khaldun bahwa setiap kekuasaan memiliki siklus naik dan turun seiring perubahan moralitas dan solidaritas sosial. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya memahami dinamika kekuasaan melalui pendekatan multidisipliner untuk menjelaskan kejatuhan suatu peradaban. Kata Kunci: Asabiyah; Kemunduran; Ibnu Khaldun; Mataram Islam; Kekuasaan.
Mbok Mase dan Peran Perempuan Priyayi dalam Industri Batik Laweyan Surakarta Pada Masa Kolonial, 1900-1970 Nabila Arianingrum; Ahmad Dzaky Benson Irani; Dewa Alfaquin Faturangga
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 02 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i02.12158

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran "Mbok Mase" atau perempuan bangsawan/priyayi dalam memimpin dan mengembangkan industri batik di sentra Laweyan, Surakarta, selama era kolonial (1900-1970). Berbeda dengan narasi umum yang sering menonjolkan peran pengusaha laki-laki, studi ini berfokus pada dinamika kepemimpinan perempuan dalam ranah ekonomi, khususnya di tengah tekanan pasar global. Melalui pendekatan historis-analitis, ditemukan bahwa perempuan priyayi tidak hanya berperan sebagai pengelola keuangan atau pewaris, tetapi juga sebagai inovator desain, pengambil keputusan strategis dalam produksi dan pemasaran, serta penjaga kualitas dan tradisi motif batik. Posisi sosial mereka, yang terintegrasi dengan jaringan kekuasaan keraton, memberikan keuntungan unik dalam mengakses modal, bahan baku, dan pasar elit, menjadikannya kunci sukses. Masa kolonial, dengan segala tantangan perubahan sosial dan ekonomi, termasuk masuknya batik cap dan persaingan impor, justru menempatkan Mbok Mase sebagai figur sentral yang menjembatani tradisi dan modernitas. Mereka sukses mempertahankan keberlangsungan usaha keluarga (Batik Kompeni/Saudagar) melalui manajemen yang adaptif, sekaligus menegaskan otonomi dan kekuatan ekonomi perempuan dalam masyarakat Jawa, memberikan sumbangsih penting bagi perekonomian lokal. Kata Kunci: Mbok Mase; Perempuan Priyayi; Batik Laweyan; Surakarta; Masa Kolonial