Yahya Thamrin
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PEKERJA RUMPUT LAUT DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN Wahyuni Wahyuni; Yahya Thamrin; M. Furqaan Naiem
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27346

Abstract

Latar Belakang: Salah satu komoditas unggulan dalam sektor kelautan di Indonesia adalah rumput laut yang dalam setiap tahapan budidayanya terdapat risiko para pekerja rumput laut mengalami dermatitis kontak. Dermatitis kontak merupakan respon dari kulit dalam bentuk peradangan yang bisa bersifat akut maupun kronik yang dikarenakan pajanan dari bahan iritan maupun alergen eksternal. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja usaha rumput laut di Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel berjumlah 100 orang yang pengambilannya menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Nunukan Selatan pada 27 Maret – 27 April 2023. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil: Didapatkan tiga faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak. Analisis uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara faktor usia (p=0,011), masa kerja (p=0,033), dan personal hygiene non APD (p=0,010) dengan kejadian dermatitis kontak. Namun, tidak ditemukan hubungan antara faktor jenis kelamin (p=0,960), lama kontak (p=0,510), dan penggunaan sarung tangan (p=0,188) dengan kejadian dermatitis kontak. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, masa kerja dan personal hygiene non APD dengan kejadian dermatitis kontak. Saran penelitian ini yaitu pekerja rumput laut agar menggunakan sarung tangan saat kerja dan melakukan kebersihan setelah bekerja. Pemerintah setempat disarankan agar rutin mengawasi, melakukan upaya pencegahan dan penyuluhan terkait dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. X Tiara Maharani Nur Hiliyatin Nisaa Abastian; Yahya Thamrin; Atjo Wahyu
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34872

Abstract

Latar Belakang: Bahaya kerja (work hazard) merupakan potensi kerugian yang akan selalu berada di sekitar pekerja saat mengerjakan pekerjaan. Sumber potensi kerugian ini berasal dari interaksi antar unsur produksi, seperti manusia, peralatan, material/bahan, proses produksi dan metode/prosedur yang digunakan dalam melakukan pekerjaan. Menurut laporan BPJS Ketenagakerjaan (2023), angka kecelakaan kerja sepanjang Januari-November 2022 sebanyak 265.334 kasus. Jumlah ini naik 13,26% dibanding sepanjang tahun 2021 dengan besaran 234.270 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, lama waktu kerja, unsafe action, unsafe condition, dan pelatihan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bagian produksi PT. X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control dengan sampel sebanyak 23 sampel untuk kelompok kasus dan 46 sampel untuk kelompok kontrol. Menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan uji Regresi Logistik Berganda untuk analisis multivariat. Hasil: Uji statistik menunjukkan usia (p-value 0,048), masa kerja (p-value 0,000), unsafe action (p-value 0,000), unsafe condition (p-value 0,030) dan pelatihan (p-value 0,041) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja. Sedangkan pendidikan (p-value 0,573) dan lama waktu kerja (p-value 0,511) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja. Faktor risiko dominan terhadap kecelakaan kerja selama sepuluh tahun terakhir di bagian produksi PT. X adalah unsafe action dengan signifikansi 0,001. Kesimpulan: Pekerja diharapkan lebih mawas diri ketika melakukan pekerjaan agar tidak melakukan unsafe action. Faktor risiko yang berhubungan dengan kecelakaan kerja harus mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan.