Atjo Wahyu
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEJADIAN KECELAKAAN TERTUSUK JARUM PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT LABUANG BAJI MAKASSAR Julia Monika Putri; Muhammad Furqaan Naiem; Atjo Wahyu
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.24928

Abstract

Latar Belakang: Kejadian tertusuk jarum suntik dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang dapat menyerang daya tahan tubuh perawat sehingga akan memengaruhi kesehatan serta produktifitas kerjanya. Faktor risiko penyebab terjadinya kecelakaan tertusuk jarum atau benda tajam medis lainnya seperti umur, tingkat pengetahuan, masa kerja dan tingkat pengetahuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan tertusuk jarum suntik pada perawat di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan menggunakan metode cross sectional study. Populasi penelitian adalah 278 perawat di Rumah Sakit Labuang Baji dengan jumlah sampel 74 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Adapun data dianalisis menggunakan SPSS secara univariat dan bivariat dengan melihat nilai p-value.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kejadian tertusuk jarum suntik memiliki hubungan dengan tingkat pendidikan (p=0,019). Hasil penelitian menunjukkan kejadian tertusuk jarum suntik memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan (p=0,001). Kejadian tertusuk jarum suntik tidak memiliki hubungan dengan umur (p=0,719) dan masa kerja (p=0,744). Kesimpulan: Kejadian tertusuk jarum suntik memiliki hubungan dengan tingkat pendidikan juga tingkat pengetahuan dan tidak memiliki hubungan dengan umur dan masa kerja. Perlunya dilakukan pelatihan, sosialisasi, inspeksi yang ketat terhadap safety behavior perawat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER Waode Sitti Nurul Aulyah; Atjo Wahyu; Syamsiar S. Russeng
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27293

Abstract

Latar Belakang: Kata-kata dan gambar di layar komputer dibuat dengan kombinasi titik cahaya kecil yang disebut piksel, yaitu paling terang di tengah dan berkurang intensitasnya ke tepi, sehingga sulit untuk mata manusia untuk mempertahankan fokus yang berkontribusi terhadap Computer Vision Syndrome (CVS). Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian  CVS pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Metode: Penelitian observasional analitik dilakukan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan proposionate stratified sampling yang berjumlah 111 pekerja. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu istirahat mata (p=0.011), penggunaan kacamata (p=0.026), intensitas pencahayaan (p=0.008), posisi monitor (p=0.018), dan penggunan antiglare screen (p=0.001) dengan CVS. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan adalah prediktor yang paling kuat secara signifikan dalam mengembangkan CVS (OR= 3.057, 95% CI=(0.136-0.828). Sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0.190), masa kerja (p=0.770), durasi kerja (p=0.063), dan polaritas monitor (p=0.190) dengan CVS di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara waktu istirahat mata, penggunaan kacamata, intensitas pencahayaan, posisi monitor, dan penggunaan antiglare screen dengan CVS pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Penelitian ini menyarankan mengadakan pengaturan waktu istirahat mata, melakukan pemeriksaan mata secara berkala, menggunakan kacamata saat bekerja, memperbaiki intensitas pencahayaan, mengatur posisi monitor, dan memasang antiglare screen untuk menghindari terjadinya CVS.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. X Tiara Maharani Nur Hiliyatin Nisaa Abastian; Yahya Thamrin; Atjo Wahyu
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34872

Abstract

Latar Belakang: Bahaya kerja (work hazard) merupakan potensi kerugian yang akan selalu berada di sekitar pekerja saat mengerjakan pekerjaan. Sumber potensi kerugian ini berasal dari interaksi antar unsur produksi, seperti manusia, peralatan, material/bahan, proses produksi dan metode/prosedur yang digunakan dalam melakukan pekerjaan. Menurut laporan BPJS Ketenagakerjaan (2023), angka kecelakaan kerja sepanjang Januari-November 2022 sebanyak 265.334 kasus. Jumlah ini naik 13,26% dibanding sepanjang tahun 2021 dengan besaran 234.270 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, lama waktu kerja, unsafe action, unsafe condition, dan pelatihan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bagian produksi PT. X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control dengan sampel sebanyak 23 sampel untuk kelompok kasus dan 46 sampel untuk kelompok kontrol. Menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan uji Regresi Logistik Berganda untuk analisis multivariat. Hasil: Uji statistik menunjukkan usia (p-value 0,048), masa kerja (p-value 0,000), unsafe action (p-value 0,000), unsafe condition (p-value 0,030) dan pelatihan (p-value 0,041) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kecelakaan kerja. Sedangkan pendidikan (p-value 0,573) dan lama waktu kerja (p-value 0,511) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja. Faktor risiko dominan terhadap kecelakaan kerja selama sepuluh tahun terakhir di bagian produksi PT. X adalah unsafe action dengan signifikansi 0,001. Kesimpulan: Pekerja diharapkan lebih mawas diri ketika melakukan pekerjaan agar tidak melakukan unsafe action. Faktor risiko yang berhubungan dengan kecelakaan kerja harus mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PT. PLN SULAWESI Dwita Maulidyah; Atjo wahyu; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35446

Abstract

Latar Belakang: Low back pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang dirasakan di punggung bagian bawah yang belum dikategorikan sebagai diagnosis penyakit. LBP biasanya ditimbulkan oleh karakteristik individu, faktor pekerjaan, dan faktor lingkungan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP pada pekerja PT. PLN UIP3B Sulawesi. Metode: Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adlaah pegawai PT.PLN UIP3B Sulawesi yang berjumlah 86 responden berdasarkan rumus Isaac & Michel. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, tabulasi silang, dan narasi sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel usia (p=0,004), Indeks Massa Tubuh (p=0,019), gerakan berulang (p=0,008) dan durasi kerja (p=0,004) berhubungan dengan low back pain pada pegawai UIP3B Sulawesi. Sedangkan variabel jenis kelamin (p=0,073) dan aktivitas fisik (p=0,946) tidak berhubungan dengan low back pain pada pegawai UIP3B Sulawesi. Sehingga dapat diketahui bahwa usia, IMT, gerakan berulang, dan durasi kerja berhubungan dengan kejadian low back pain pada pegawai UIP3B Sulawesi. Kesimpulan: Usia, IMT, Aktivitas fisik, Gerakan Berulang, dan Durasi Kerja berhubungan dengan kejadian low back pain pada Pekerja PT. PLN UIP3B Sulawesi. Diharapkan bagi para pekerja agar memperhatikan faktor-faktor penyebab terjadinya keluhan low back pain agar lebih berhati-hati dan diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya keluhan low back pain.