Nur Nasry Noor
Departemen Epidemiologi, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETERMINAN KEMATIAN IBU DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2020-2022 Firda Nurul Fadilah Farid; Nur Nasry Noor; Rismayanti Rismayanti
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31594

Abstract

Latar Belakang: Indonesia berada di posisi pertama dengan Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN, yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup. Kabupaten Polewali Mandar hanya menjadi salah satu penyumbang AKI terbanyak di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Mengetahui besar risiko usia ibu, pendidikan ibu, pendidikan suami, paritas, jenis kelamin, status anemia, riwayat penyakit, Antenatal Care, teknik bersalin, dan penolong persalinan terhadap kematian ibu. Metode: Jenis penenelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi case control. Sampel kasus sebanyak 39 dan kontrol sebanyak 117. Pengambilan sampel kontrol secara simpel random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Juli 2023 di 12 Puskesmas di Polewali Mandar. Analisis  data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan analisis Odds Rasio. Hasil: Usia ibu (OR=2,69 CI: 1,11-6,38), pendidikan ibu (OR=2,56 CI: 1,11-5,68), paritas (OR= 3,32 CI: 1,03-10,18), jarak kehamilan (OR=4,31 CI: 1,45-12,60), riwayat penyakit (OR=40,06 CI: 11,41-175,13). Antenatal Care (OR=4,48 CI: 1,93-10,28), dan teknik bersalin (OR=7,46 CI: 2,91-19,11) merupakan faktor risiko kematian ibu dan bermakna secara statistik. Sedangkan pendidikan suami (OR=1,73 CI: 0,78-3,85), status anemia (OR=1,41 CI: 0,35-4,80), dan penolong persalinan (OR=2,55 CI: 0,49-11,51) secara statistik bukan merupakan faktor risiko kematian ibu.  Kesimpulan: Usia ibu, pendidikan ibu, paritas, jarak kehamilan, riwayat penyakit, antenatal care, dan teknik bersalin merupakan determinan kematian ibu. Pemerintah harus meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, penginputan dan penyimpanan data menggunakan teknologi, dan diharapkan ibu hamil untuk melakukan kunjungan antenatal secara teratur.
DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PRIMER PADA PASIEN DI POLIKLINIK INTERNA RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2024 Frensi Arynanti Tangki'; Nur Nasry Noor; Andi Selvi Yusnitasari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36443

Abstract

Latar belakang: Prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ³15 tahun menurut SKI, 2023 adalah sebesar 29,5%. Hipertensi juga menempati peringkat ke 2 dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit. Hipertensi primer merupakan hipertensi yang belum diketahui penyebabnya sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya sudah diketahui. Tujuan: Menganalisis hubungan obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, konsumsi garam, aktivitas fisik, dan stres dengan kejadian hipertensi primer pada pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2024. Metode: Penelitian dengan desain cross sectional melibatkan 220 pasien yang diambil menggunakan accidental sampling. Data diperoleh dari hasil wawancara pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin pada bulan Mei-Juni Tahun 2024 melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan variabel dependen dan variabel independen. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas (p-value = 0,001), konsumsi alkohol (p-value = 0,015), konsumsi garam (p-value = 0,001), aktivitas fisik (p-value = 0,015), dan stres (p-value = 0,001) dengan kejadian hipertensi primer. Sedangkan kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi primer (p-value = 0,321). Kesimpulan: Ada hubungan antara variabel obesitas, konsumsi alkohol, konsumsi garam, aktivitas fisik, dan stres dengan kejadian hipertensi primer, sedangkan variabel kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi primer pada pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin tahun 2024. Oleh sebab itu, diharapkan bagi pasien untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit hipertensi.