Masyitha Muis
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STRES KERJA PADA PEGAWAI DI REKTORAT UNIVERSITAS HASANUDDIN Dirna Akirah; Lalu Muhammad Saleh; Masyitha Muis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35157

Abstract

Latar Belakang: Stres kerja merupakan tekanan psikologis tenaga kerja berupa ketegangan, kecemasan, dan kelelahan emosional akibat dari pekerjaannya sehingga memengaruhi emosi, proses kognitif, dan kondisi mentalnya. Riskesdas tahun 2018 mengemukakan persentase terbesar penderita stres pada pegawai swasta sebesar 4,8% dan juga pada PNS dengan jumlah 2,4%. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres kerja pada pegawai di Rektorat Universitas Hasanuddin. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan metode cross sectional study. Penelitian dilakukan di Rektorat Universitas Hasanuddin pada bulan Januari-Februari 2024. Populasi penelitian ini sebanyak 490 pegawai dengan sampel 87 pegawai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional stratified random sampling. Adapun analisis data univariat dan bivariat dengan pendekatan uji chi-square dengan menilai p-value. Hasil: Responden yang mengalami stres kategori rendah sebanyak 71,3%, dan stres kategori tinggi sebanyak 28,7%. Stres kerja memiliki hubungan dengan beban kerja, dukungan sosial, dan tuntutan mental, sedangkan umur dan masa kerja tidak memiliki hubungan dengan kejadian stres kerja. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja, dukungan sosial, tuntutan mental dan tidak terdapat hubungan signifikan antara umur dan masa kerja terhadap kejadian stres kerja pada pegawai di Rektorat Universitas Hasanuddin. Diharapkan kepada jajaran pimpinan rektorat untuk mampu memberikan proporsional uraian jenis kerja pegawai dengan jumlah pegawai sesuai di bidangnya dan bagi pegawai diharapkan mampu mengenali gejala atau tanda-tanda stres sedini mungkin sehingga mampu menerapkan manajemen stres.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN PADA PEKERJA DI BANDAR UDARA KHUSUS SOROWAKO Alfiah Ashila Achmad; Lalu Muhammad Saleh; Masyitha Muis; Syamsiar S. Russeng; Muhammad Rachmat
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.35252

Abstract

Latar Belakang: Perilaku tidak aman adalah perbuatan berbahaya dari manusia atau pekerja yang dilatar belakangi oleh faktor-faktor internal seperti sikap dan tingkah laku yang tidak aman, kurangnya pengetahuan dan keterampilan, penurunan konsentrasi, kurang adanya motivasi kerja, kelelahan dan kejenuhan. Perilaku tidak aman 94% memberikan kontribusi pada terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako sebanyak 70 orang, dan sampel ditentukan menggunakan exhaustive sampling ditemukan sebanyak 70 sampel. Data dikumpul menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara masa kerja (p=0,000), sikap (p=0,000), dan pelatihan K3 (p=0,005) dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Sedangkan pengetahuan (p=0,248), tindakan (p=0,957), dan pengawasan (p=0,720) tidak berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Kesimpulan: Terdapat adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja, sikap, dan pelatihan K3 dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako disarankan untuk selalu mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.