La Ode Rasyid
Departemen Epidemiologi, FKM Universitas Hasanuddin & Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Manokwari, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN SOSIOKULTURAL DAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI MASYARAKAT PESISIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KOTA MAKASSAR La Ode Rasyid; Ridwan Amiruddin; A. Arsunan Arsin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.36186

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Banyak penderita tidak sadar pada kondisi tubuhnya bahwa memiliki penyakit hipertensi, maka dari itu penyakit hipertensi sering juga disebut sebagai the silent killer. Masyarkat pesisir dengan kadar garam tinggi pada makanannya lebih mungkin terkena hipertensi. Penderita hipertensi dapat mengalami banyak perubahan pada kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan sosiokultural dan gaya hidup dengan kualitas hidup penderita hipertensi masyarakat pesisir di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar. Metode: Desain penelitian studi cross sectional. Adapun besar sampel penelitian sebanyak 155 sampel. Populasi penelitian adalah penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan Fisher's exact. Hasil: Analisis chi square menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga (p=0,00), dukungan sosial (p=0,00), spiritual (p=0,005), pola makan (p=0,006), aktivitas fisik (p=0,002) dengan kualitas hidup penderita hipertensi, pada analisis Fisher's exact menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara status merokok (p=0,03) dengan kualitas hidup penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga, dukungan sosial, spiritual, pola makan, aktivitas fisik dan status merokok dengan kualitas hidup penderita hipertensi masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir yang menderita hipertensi selalu diberikan dukungan keluarga, dukungan sosial, spiritual tinggi, pola makan baik, aktivitas fisik tinggi dan tidak merokok dapat meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.