Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Role of Sharia Financial Literacy As a Moderation Variable on The Relationship of Behavioral Biases and Income on Invesment Decisions in Generation Z (Studies at Satate Islamic Universities in Central Java): Peran Literasi Keuangan Syariah sebagai Variabel Moderasi atas Hubungan Behavioral Biases dan Pendapatan terhadap Keputusan Investasi pada Generasi Z (Studi pada Perguruan Tinggi Islam Negeri di Jawa Tengah) Indah Handayani; Ahmad Mifdlol Muthohar
Al-Muhasabah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan syariah sebagai variabel moderasi atas hubungan behavioral biases dan pendapatan terhadap keputusan investasi pada generasi Z (studi pada Perguruan Tinggi Islam Negeri di Jawa Tengan). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis data primer yang didapat melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa/i PTKIN di Jawa Tengah. Populasi penelitian berjumlah 16.295 jiwa dan sampel berjumlah 140 responden. Analisis data yaitu menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan alat bantu SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overconfidence bias tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi. Herding bias, pendapatan dan literasi keuangan syariah berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi. Regret aversion bias berpengaruh negatif signifikan terhadap keputusan investasi. Literasi keuangan syariah mampu memperkuat hubungan herding bias dan pendapatan terhadap keputusan investasi. Sedangkan literasi keuangan syariah tidak mampu memoderasi hubungan antara overconfidence bias dan regret aversion bias terhadap keputusan investasi.
Antara Kecukupan Harta Dan Ketenangan Jiwa: Standar Baru Pengukuran Kemiskinan Islam Wahdatin Nur Inayasari; Ahmad Mifdlol Muthohar
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v8i1.1442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan standar baru pengukuran kemiskinan dalam perspektif ekonomi pembangunan Islam dengan mengintegrasikan dimensi material dan spiritual secara holistik. Selama ini, pengukuran kemiskinan konvensional cenderung bersifat reduksionis karena hanya bertumpu pada indikator moneter (money-metric), sehingga sering kali mengabaikan realitas ketenangan jiwa dan makna hidup yang menjadi esensi kesejahteraan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Subjek utama penelitian adalah khazanah pemikiran ekonomi Islam, dengan menjadikan buku Ekonomi Pembangunan Islam karya A. Jajang W. Mahri dkk. sebagai rujukan primer, serta didukung oleh literatur relevan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021-2026). Instrumen penelitian yang digunakan adalah model CIBEST, yang memetakan kondisi kesejahteraan rumah tangga melalui empat kuadran: sejahtera, miskin material, miskin spiritual, dan miskin absolut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan bukan sekadar masalah ketidakcukupan harta, melainkan ketidakseimbangan antara pemenuhan kebutuhan fisik (had al-kifayah) dan nilai-nilai spiritual (maqashid syariah). Temuan ini menegaskan pentingnya reorientasi kebijakan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mencakup pendampingan mental agar mustahik dapat berpindah menuju orientasi falah. Model pengukuran ganda yang diusulkan dalam penelitian ini menjadi solusi strategis bagi pemerintah dan lembaga zakat untuk menciptakan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran (right on target), guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, bermartabat, dan berkelanjutan.
Kebijakan Ekonomi Islam untuk Mengurangi Konsentrasi Kepemilikan dan Ketimpangan Distribusi Kholidin Muslim; Ahmad Mifdlol Muthohar
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 5 (2026): June 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20762925

Abstract

Inequality in wealth distribution and the concentration of asset ownership are major challenges in modern economic development that can lead to social disparities. This study aims to analyze Islamic economic policies in reducing ownership concentration and wealth distribution inequality in order to achieve sustainable economic justice. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review, analyzing secondary data from Islamic economics literature and scientific articles using a narrative method. The findings indicate that Islamic economics places human welfare at the center of its objectives through the realization of falah (well-being) and maslahah (public benefit), which are aligned with the principles of Maqashid al-Shariah. Efforts to reduce ownership concentration and wealth inequality are implemented through redistributive instruments such as zakat, infaq, sadaqah, waqf, and the Islamic inheritance system (faraidh), as well as through the prohibition of exploitative practices such as riba (usury/interest) and monopoly (ihtikar). These policies are consistent with Indonesian legal frameworks, including Article 33 of the 1945 Constitution and Law No. 5 of 1999. Future strengthening strategies require economic and financial reconstruction through the development of the real sector, empowerment of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), the elimination of interest-based systems, and the optimization of Islamic social finance governance to create inclusive and equitable economic opportunities for all segments of society.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Perspektif Islam (ICSR) dan Implikasinya bagi Reputasi Bank Syariah Intan Darmawan; Ahmad Mifdlol Muthohar
JURNAL EKOMAKS Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal EKOMAKS
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/jeko.v15i1.265

Abstract

This study aims to analyze the influence of Islamic Corporate Social Responsibility (ICSR) on corporate reputation, particularly in the Islamic banking industry in Indonesia. This study employed a descriptive qualitative approach, employing desk research and literature mapping analysis. This approach was chosen because the research objective was to understand and explain the relationship between Islamic Corporate Social Responsibility (ICSR) and corporate reputation. The analysis was conducted using a literature review and literature mapping approach, thus revealing the pattern of ICSR's influence on corporate reputation from various research perspectives. The results indicate that most studies found a positive and significant effect of ICSR on corporate reputation. However, several studies found insignificant results, emphasizing the importance of the quality of ICSR implementation and stakeholder perceptions in building corporate reputation. This research is expected to serve as a reference for corporate management and academics in understanding the role of mortgages in enhancing reputation, while also contributing to the development of business practices that comply with Sharia principles.