Dittasari Putriana
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Asupan Protein dengan Kadar Hemoglobin pada Atlet Remaja Maguwoharjo Football Academy Masyita Agri Venty; Kurnia Mar’atus Solichah; Dittasari Putriana
Sinar Sport Journal Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/ssj.v5i2.3747

Abstract

Protein sangat penting bagi atlet karena mendukung pertumbuhan, memperbaiki dan membangun jaringan otot yang diperlukan dalam olahraga, serta berfungsi sebagai sumber energi cadangan saat karbohidrat dan lemak menurun. Hemoglobin, protein kaya zat besi berwarna merah, berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh melalui proses oksigenasi dan deoksigenasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dengan kadar hemoglobin pada atlet remaja di Maguwoharjo Football Academy. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Responden penelitian melibatkan 21 atlet berusia 14-15 tahun yang di pilih melalui teknik total sampling. Data asupan protein dikumpulkan melalui wawancara recall 24 jam selama tiga hari dan analisis menggunakan Nutrisurvey 2017. Pengecekan hemoglobin dilakukan pemgambilan darah menggunakan alat quick tes easy touch GCHb yang kemudian di kategorikan sesuai dengan kebutuhan atlet. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dengan p-value <0,05. Rerata asupan protein 85,84% atlet remaja yang memiliki asupan protein kurang sebesar 47,62%, rerata kadar hemoglobin 15,77% atlet remaja yang memiliki hemoglobin normal sebesar 71,43%. Uji hubungan menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan hemoglobin pada atlet remaja Maguwoharjo Football Academy (p=0,7817).
Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi pada Atlet Remaja di Maguwoharjo Football Academy Shilva Dwi Wiranti; Kurnia Mar’atus Solichah; Dittasari Putriana
Sinar Sport Journal Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/ssj.v5i2.3748

Abstract

Setiap atlet perlu memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizinya, khususnya dalam hal keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, baik pada fase sebelum, saat, maupun setelah latihan atau pertandingan. Asupan gizi yang sesuai dengan karakteristik individu dan cabang olahraga sangat penting untuk memastikan kecukupan energi dan zat gizi guna menunjang performa dan mencegah kelelahan atau cedera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan status pada atlet remaja di Maguwoharjo Football Academy. Metode penelitian observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Responden penelitian melibatkan 23 atlet berusia 13 – 15 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Data Pola Makan (jumlah, jenis, dan frekuensi makan) dikumpulkan melalui wawancara SQ-FFQ kurun waktu 1 bulan terakhir dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey 2017 dan disajikan dalam bentuk persentase. Pengukuran Status Gizi dilakukan terhadap parameter tinggi badan dan berat badan, yang kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan soft ware Who-Antro Plus untuk menentukan katogeri status gizi berdasarkan hasil z-score dari IMT/U. Hasil penelitian Pola makan pada komponenen jumlah makan menurut median menunjukkan (85,1%) yang artinya masih kurang, komponen jenis makan menunjukkan (30,34%) yang memiliki jenis makan kurang dan komponen frekuensi makan menunjukkan (86,96%) yang memiliki frekuensi makan kurang. pengukuran status gizi pada atlet remaja menunjukkan bahwa sebanyak 95,65% sampel memiliki status gizi baik. Hasil analisis uji korelasi spearman antara pola makan dengan status gizi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan, yaitu jumlah makan dan status gizi (p=0,6261), sedangkan untuk analasis uji fisher jenis makan dan status gizi (p=0,696) serta frekuensi dan status gizi (p=0,870). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara pola makan dan status gizi pada atlet remaja di Maguwoharjo Football Academy.
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Lingkar Lengan Atas pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Kabupaten Sleman Lidwina Pandhita Febriyani; Dittasari Putriana; Ibtidau Niamilah
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i1.2128

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a health problem in Indonesia, including in Sleman District. CED can be overcome through the provision of supplementary foods (PMT) based on local foods that are high in energy and protein. This study aims to determine the effectiveness of local PMT on upper arm circumference (UAC) in pregnant women with CED. The study design used an analytical observational approach with a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was total sampling, involving 47 pregnant women with CEM who received local PMT for at least 90 days in 2024 at the Cangkringan and Sleman Community Health Centers. The secondary data in this study were the results of LILA measurements before and after the provision of local PMT. The Wilcoxon Signed Test was used to analyze the difference in LILA. The results showed that the median LILA before PMT administration was 22 cm and after PMT administration was 23.6 cm, with an increase of 1.6 cm. There was a significant difference between LILA before and after local PMT administration (p = 0.000). After local PMT administration, 51.06% of pregnant women had LILA > 23.5 cm. It is hoped that further research can explore the intake of pregnant women with KEK during local PMT administration as additional data to examine the effectiveness of local PMT on LILA in pregnant women with KEK.
Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Atlet Bela Diri di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Sabrina Nugraheni; Dittasari Putriana; Kurnia Mar&#039;atus Solichah
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i4.5067

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan faktor penting yang mendukung performa atlet, terutama pada cabang olahraga bela diri yang membutuhkan daya tahan dan kemampuan fisik yang optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani adalah kadar hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan energi selama aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan tingkat kebugaran jasmani pada atlet bela diri di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 59 atlet yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur secara langsung menggunakan Easy Touch GCHbU, sedangkan tingkat kebugaran jasmani diukur secara langsung menggunakan Multistage Fitness Test (bleep test). Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, kadar hemoglobin, dan tingkat kebugaran jasmani. Selanjutnya, uji normalitas dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, yang menunjukkan bahwa data kadar hemoglobin dan VO2Maks berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji Korelasi Pearson Product Moment dengan p-value <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin responden adalah 15,01±2,02 g/dL dengan sebagian besar responden tidak mengalami anemia (93,2%). Rata-rata nilai VO₂Maks responden adalah 40,08±7,08 ml/kg/min dan mayoritas masuk pada kategori kebugaran baik (49,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kebugaran jasmani pada atlet bela diri di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (r=0,3676; p=0,0042). Disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar hemoglobin, maka semakin baik tingkat kebugaran jasmani atlet, meskipun kekuatan hubungan yang diperoleh berada pada kategori lemah. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai pentingnya pemantauan kadar hemoglobin dan kebugaran jasmani dalam mendukung kondisi fisik atlet.