Setiap atlet perlu memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizinya, khususnya dalam hal keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, baik pada fase sebelum, saat, maupun setelah latihan atau pertandingan. Asupan gizi yang sesuai dengan karakteristik individu dan cabang olahraga sangat penting untuk memastikan kecukupan energi dan zat gizi guna menunjang performa dan mencegah kelelahan atau cedera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan status pada atlet remaja di Maguwoharjo Football Academy. Metode penelitian observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Responden penelitian melibatkan 23 atlet berusia 13 – 15 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Data Pola Makan (jumlah, jenis, dan frekuensi makan) dikumpulkan melalui wawancara SQ-FFQ kurun waktu 1 bulan terakhir dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey 2017 dan disajikan dalam bentuk persentase. Pengukuran Status Gizi dilakukan terhadap parameter tinggi badan dan berat badan, yang kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan soft ware Who-Antro Plus untuk menentukan katogeri status gizi berdasarkan hasil z-score dari IMT/U. Hasil penelitian Pola makan pada komponenen jumlah makan menurut median menunjukkan (85,1%) yang artinya masih kurang, komponen jenis makan menunjukkan (30,34%) yang memiliki jenis makan kurang dan komponen frekuensi makan menunjukkan (86,96%) yang memiliki frekuensi makan kurang. pengukuran status gizi pada atlet remaja menunjukkan bahwa sebanyak 95,65% sampel memiliki status gizi baik. Hasil analisis uji korelasi spearman antara pola makan dengan status gizi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan, yaitu jumlah makan dan status gizi (p=0,6261), sedangkan untuk analasis uji fisher jenis makan dan status gizi (p=0,696) serta frekuensi dan status gizi (p=0,870). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara pola makan dan status gizi pada atlet remaja di Maguwoharjo Football Academy.