Rahma Syakira Ayu
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Sistem Pemilu terhadap Keterwakilan Politik Perempuan di PDI-P: Studi Kasus Mekanisme Pemilu dan Strategi Partai dalam Pemenuhan Kuota Gender Rahma Syakira Ayu; Ananda Dewi; Nayla Febrina Putri; Lia Wulandari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pemilu memengaruhi keterwakilan politik perempuan di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Penelitian ini menganalisis bagaimana sistem pemilu proporsional terbuka di Indonesia mempengaruhi pencalonan perempuan serta upaya PDI-P untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui penelitian melalui buku, jurnal akademik, dan artikel yang berkaitan dengan keterwakilan perempuan. Untuk menganalisis penelitian ini menggunakan teori Arend Lijphart tentang Sistem Pemilu dan Keterwakilan dan Drude Dahlerup tentang Kuota Gender dan Afirmasi Politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proporsional terbuka membuat kandidat dalam satu partai bersaing ketat, yang seringkali menghalangi perempuan untuk terpilih. PDI-P memenuhi kuota gender dengan menggunakan metode seperti kaderisasi melalui organisasi sayap partai dan sistem zip dalam daftar calon legislatif. Tapi masalah seperti stereotip gender, budaya patriarki, dan kurangnya dukungan keuangan bagi kandidat perempuan masih menjadi tantangan besar.
Analisis Rasa Nasionalisme Masyarakat Aceh Pasca Konflik Gerakan Aceh Merdeka Rahma Syakira Ayu; Rizka Luluatul Hasanah; Ronaldo Febryan; Shalwa Azahra; Ardli Johan Kusuma
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v2i2.1868

Abstract

This research aims to analyze the sense of nationalism of the Acehnese people after the conflict with the Free Aceh Movement (GAM), as well as finding out how the feeling of "belonging" towards Indonesia was re-formed after the 2005 Helsinki MoU. This research uses a qualitative descriptive approach with literature studies from journals, books, and websites on this topic. The data in this research were analyzed using Realistic Conflict Theory introduced by Sherif, and Belongingness Theory by Beumeister and Leary. The results of this research are that this research shows that the GAM conflict occurred as a result of social, political and economic injustice felt by the people of Aceh. The Helsinki MoU was a turning point, allowing special autonomy and socio-political reintegration of Aceh. After the conflict, the Acehnese people's sense of nationalism and "belonging" began to recover through reconciliation, restoration of basic rights, and participation in local politics. However, challenges in strengthening the "belonging" principle remain, especially regarding economic disparities and trust in the central government. This research concludes that the diplomatic approach, international support, and autonomy policies contributed significantly to re-weaving the ties of Acehnese nationalism within the framework of the Indonesian state.