Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mobilisasi Politik Berbasis Bantuan Sosial: Analisis Modal Sosial Komunitas Disabilitas dalam Pemilihan Anggota DPD RI Muhammad Sakur; Rosyida Indah Mawarni; Sendy Al Thariq Syah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2505

Abstract

Kebijakan perlindungan sosial di Indonesia merupakan amanat konstitusional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis seperti PKH, BPNT, dan JKN. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki implikasi penting terhadap penguatan atau pelemahan modal sosial masyarakat. Modal sosial yang kuat dapat mendukung keberhasilan program perlindungan sosial, terutama di negara dengan budaya kolektif seperti Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara modal sosial dan perlindungan sosial dalam konteks mobilisasi politik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan fokus pada figur Hilmy Muhammad sebagai anggota DPD RI. DIY dikenal memiliki komunitas yang kohesif dengan modal sosial yang kuat berbasis nilai tradisional dan keagamaan. Studi ini menunjukkan bagaimana modal sosial dimanfaatkan tidak hanya sebagai instrumen penguatan dukungan politik, tetapi juga sebagai jembatan bagi kelompok rentan seperti komunitas disabilitas netra Ikhwanul Qolbi untuk mengakses perlindungan sosial informal. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen terkait kegiatan politik dan sosial Hilmy Muhammad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial berbasis agama dan budaya memainkan peran penting dalam distribusi perlindungan sosial yang sekaligus memperkuat loyalitas politik. Namun demikian, politisasi perlindungan sosial juga menyimpan risiko terhadap inklusivitas dan kohesi sosial jika digunakan secara eksklusif. Dalam konteks komunitas Ikhwanul Qolbi, penggunaan modal sosial berperan besar dalam pembentukan jaringan kepercayaan, pemberdayaan, serta pengakuan sosial bagi kelompok disabilitas netra yang sebelumnya terpinggirkan. Mobilisasi politik melalui program sosial dapat membentuk hubungan klientelistik antara calon dan komunitas penerima manfaat, seperti komunitas disabilitas Ikhwanul Qolbi.
The Impact of Chinese Capitalist Business on Indonesia’s Economic Policy and Leadership muhammad Sakur
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v5i1.318

Abstract

This study examines the roots of Chinese capitalist business in Indonesia, which has expanded significantly over the past two decades through increased foreign direct investment (FDI) and bilateral trade. It highlights the historical, economic, and political factors shaping this dynamic, while analyzing the Indonesian government's role in managing the influx of Chinese investment using a qualitative-descriptive approach. The findings indicate that China’s economic involvement in Indonesia has deep historical roots, dating back to the colonial era, continuing through the post-independence period, and intensifying under China’s "Go Global" policy. Major infrastructure projects such as the Jakarta–Bandung High-Speed Railway illustrate Beijing’s broader geopolitical strategy. However, various challenges and controversies have emerged, particularly concerning environmental impacts, China's growing economic dominance, and Indonesia’s increasing dependency. These issues have sparked public debate and raised questions about the long-term sustainability of such economic ties. In response, the Indonesian government has taken measures to address these concerns by implementing stricter regulations, diversifying sources of foreign investment, and strengthening domestic capacity in key sectors. These efforts aim to ensure long-term benefits while safeguarding national economic sovereignty. This study offers valuable insights for policymakers, scholars, and the broader public on how to manage Indonesia’s economic relationship with China more strategically and sustainably, emphasizing the importance of balanced engagement and informed governance in an increasingly interconnected global economy.