Chifra Zeila Pramesyanti
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKS dan Kampanye Politik Model Dakwah: Studi Kasus Ayi Kusmiati Caleg DPRD Cimahi Pada Pileg 2024 Najla Dara Ayunda; Chifra Zeila Pramesyanti; Muhamad Kahar Mudzakar Ramzy Sarman; Bagus Dwi Andhika; Muhammad Kevin Claudio; Abdul Ghofur
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk kampanye politik model dakwah yang diterapkan oleh Ayi Kusmiati sebagai calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu Legislatif 2024 di Kota Cimahi. Fokus kajian mencakup strategi dakwah yang digunakan dalam kampanye serta efektivitasnya dalam menarik simpati pemilih, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan peluang dari pendekatan kampanye dakwah di tingkat daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara daring dan dokumentasi sekunder dari media sosial dan publikasi resmi PKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kampanye Ayi Kusmiati berakar pada pendekatan dakwah kultural dan sosial, seperti pengajian, silaturahmi, kegiatan bersama ibu-ibu, dan aksi sosial masyarakat. Strategi ini efektif membangun kedekatan emosional antara kandidat dan pemilih, khususnya di kalangan perempuan muslim. Pendekatan yang bersifat personal ini membuat pesan politik lebih mudah diterima dan dipercaya. Namun, kampanye dakwah juga menghadapi tantangan seperti risiko eksklusivitas identitas politik dan keterbatasan jangkauan ke pemilih non-muslim. Keberhasilan PKS dalam memperoleh 9 kursi DPRD Cimahi menunjukkan bahwa strategi ini memiliki daya tarik yang kuat, tetapi perlu narasi yang lebih inklusif agar relevan dengan pluralitas masyarakat. Kampanye dakwah terbukti mampu menggabungkan nilai religius dan komunikasi politik yang membumi, selama tetap adaptif terhadap dinamika sosial-politik lokal
Partisipasi Politik Masyarakat Kota Surabaya dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024: Studi Tentang Rendahnya Tingkat Partisipasi dan Faktor yang Mempengaruhinya Najla Dara Ayunda; Marsya Zusrieka; Chifra Zeila Pramesyanti; Muhamad Kahar Mudzakar Ramzy Sarman; Ridwan Ridwan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat Kota Surabaya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun terdapat sedikit peningkatan partisipasi dibandingkan pilkada sebelumnya, angka partisipasi yang hanya mencapai 56–60% masih jauh dari target 75% yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui kajian literatur, artikel ilmiah, laporan media, dan dokumen resmi dari lembaga penyelenggara pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi teknis seperti cuaca dan sisa dampak pandemi, minimnya pilihan kandidat karena hanya terdapat calon tunggal, serta rendahnya kepercayaan publik terhadap efektivitas suara. Selain itu, tingkat apatisme politik, terutama di kalangan pemuda, disebabkan oleh kurangnya pendidikan politik dan minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu. Faktor budaya seperti pemanfaatan hari libur untuk aktivitas non-politik turut memperburuk partisipasi. Di sisi lain, upaya pemerintah dan KPU seperti sosialisasi di sekolah, jalan sehat, dan pemanfaatan Media Center Surabaya telah dilakukan, tetapi belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda, serta pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan untuk memperkuat demokrasi lokal.