Adzkiyah Mubarokah
Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tren Penelitian Tantangan Profesi Jurnalis di Artificial Intelligence: Analisis Bibliometrik Artikel Terindeks Scopus Tahun 2020–2025 Taufik Hasyim; Muhamad Anggi Pratama; Anggi Saputra; Adzkiyah Mubarokah; Ari Suryadi; Araf Aliwijaya
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren penelitial global mengenai tantangan profesi jurnalis di era AI. Penelitian ini menggunakan metode analisis bibliometrik. Data penelitian diambil dari publikasi artikel internasional terindeks Scopus pada periode tahun 2020–2025. Data dikumpulkan menggunakan kueri pencarian bertema “journalism,” “challenges,” dan “artificial intelligence,” dan disesuaikan untuk pencarian title-keyword-abstract. Kemudian, data hasil pencarian dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Dari 434 dokumen yang memenuhi kriteria, ditemukan peningkatan publikasi signifikan setiap tahun. Negara publikasi yang paling produktif adalah Amerika Serikat, India dan Spanyol. Terjadi peningkatan jumlah publikasi yang tinggi pada tahun 2024 (131 dari 60). Hasil analisis dan pemetaan kata kunci menunjukkan beberapa temuan utama terkait permasalahan tantangan profesi jurnalis di era AI yaitu: (1) Tantangan akurasi informasi, (2) Tantangan isu fakenews dan misinformasi, (3) Permasalahan dilema redaksi terkait regulasi penggunaan AI, dan (4) Permasalahan etika penggunaan AI pada produksi berita. Permasalahan ini menjadi dasar bagi profesi jurnalis untuk beradaptasi di era AI. Temuan ini menegaskan pentingnya etika, kolaborasi antara manusia dan teknologi, serta perlunya regulasi etis untuk menjaga integritas jurnalistik di tengah era otomatisasi. Untuk implikasi kebijakan maka pemerintah, Dewan Pers atau asosiasi selaku pembuat kebijakan perlu menyiapkan pedoman nasional agar penggunaan AI dalam jurnalisme tetap etis dan bertanggung jawab.
Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa Daerah 3T dan Pedalaman di Perguruan Tinggi Friska Melinda; Alhufajri Fadilsyah Siregar; Fransiska Timoria Samosir; Lailatus Sa'diyah; Ari Suryadi; Adzkiyah Mubarokah; Nicky Yasmidar; Araf Aliwijaya
Librarium: Library and Information Science Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Librarium: Library and Information Science Journal
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/librarium.v3i2.3699

Abstract

This study aims to analyze the information-seeking behavior of students from remote and underdeveloped (3T) areas at Bengkulu University, focusing on their information needs, the information sources they use, and the challenges they face in searching for and utilizing information in the library. The study employed a descriptive qualitative approach, conducting interviews with 10 students from rural areas. Data were analyzed through a coding process to identify themes and patterns in information-seeking behavior. The results indicate that students’ information needs extend beyond coursework, assignments, exams, books, and journals to include housing, transportation, scholarships, the campus environment, student organizations, local culture, and daily life. Students use a hybrid mix of information sources, including Google, social media, upperclassmen, friends, family, professors, study groups, and the library. Major barriers include limited knowledge of library services, difficulty locating collections and accessing electronic journals, limited search skills, a reluctance to ask for help, and the physical distance to the library. The findings indicate that geographic distance can translate into informational and social distance in the experiences of 3T students.