Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai Aktor Diplomasi Budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI Sekar Rahayu; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3566

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai aktor diplomasi budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola program, dosen pengajar, serta mahasiswa Darmasiswa asal Australia yang mengikuti pembelajaran seni dan budaya di ISBI Bandung. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan konsep soft power, diplomasi budaya, dan peran aktor non-negara dalam hubungan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISBI Bandung berperan sebagai aktor non-negara yang efektif dalam pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia melalui pendekatan pembelajaran seni berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Program Darmasiswa RI tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran budaya, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk persepsi positif mahasiswa Australia terhadap Indonesia, khususnya terkait nilai-nilai budaya, identitas nasional, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Melalui interaksi intensif antara mahasiswa asing, pengajar, dan lingkungan lokal, ISBI Bandung menciptakan ruang interkultural yang mendukung pemahaman lintas budaya. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain hambatan komunikasi lintas budaya, keterbatasan fasilitas pendukung, serta strategi promosi program yang belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan seni sebagai aktor non-negara dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Diplomasi Transisi Energi Indonesia: Strategi Lingkungan dan Negosiasi Investasi Hijau Global Periode 2023–2025 Akwal Waffi Kariswan; Maulana Fasha Aralea; Sekar Rahayu; Syifa Nindia Destiany; Diyah Pitaloka Rizki
Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry Vol 1 No 3 (2026): March: Custodia: Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/8xehd452

Abstract

The global energy transition has made green investment a strategic issue in international relations, particularly for developing countries facing funding constraints and dependence on fossil fuels. Indonesia is in a crucial position due to its significant renewable energy potential, yet its continued reliance on coal as its primary energy source. This article aims to analyze Indonesia's energy transition diplomacy in attracting and managing global green investment in the 2023–2025 period. This research employs a qualitative approach, employing literature review and foreign policy analysis. Data were obtained from official government documents, international organization reports, and relevant scientific publications, and then analyzed using an environmental diplomacy framework. The analysis focuses on Indonesia's strategy for energy transition cooperation, particularly through the Just Energy Transition Partnership (JETP) scheme and involvement in global climate forums. The results show that Indonesia adopts an adaptive diplomatic strategy by balancing national development interests with global climate commitments. Environmental diplomacy is utilized as an instrument to enhance Indonesia's bargaining position in obtaining green investment, transition funding, and technical support.