Vivi Natasha
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Hubungan Antara Cost of Debt, Cost of Equity, dan Weighted Average Cost of Capital (WACC) dalam Keputusan Investasi Vivi Natasha; Fariza Hawa; Cholifatun Nisa; Safira P; Maria Pandin
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i3.2646

Abstract

Studi ini bertujuan mengkaji pengaruh cost of debt, cost of equity, dan weighted average cost of capital (WACC) terhadap keputusan investasi pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam konteks pasar modal Indonesia yang memiliki kekhasan tersendiri, penelitian ini menekankan pentingnya memahami struktur modal ideal untuk menekan biaya pendanaan serta mendukung pengambilan keputusan investasi secara optimal, rasional, dan berkelanjutan. Struktur modal yang tepat memungkinkan perusahaan mencapai efisiensi finansial yang lebih tinggi dan menjaga daya saing jangka panjang dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang relevan. Lima perusahaan manufaktur besar dipilih sebagai sampel, yaitu PT Mayora Indah Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Kalbe Farma Tbk. Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan tahunan periode 2021 hingga 2023. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan tingkat signifikansi sebesar 5% untuk menguji hubungan antar variabel penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas secara signifikan memengaruhi keputusan investasi. Koefisien negatif dari masing-masing variabel menunjukkan bahwa semakin tinggi biaya modal, semakin rendah kecenderungan perusahaan untuk melakukan investasi. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan struktur modal yang efektif guna menurunkan WACC dan memperkuat posisi perusahaan dalam menjalankan aktivitas investasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi para pengambil keputusan keuangan dan regulator dalam menyusun kebijakan pendanaan yang efisien dan responsif terhadap dinamika pasar berkembang di Indonesia.
ANALISIS IMPLEMENTASI CSR TERHADAP CITRA PERUSAHAAN PADA PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK Vivi Natasha; Fauziyah Fadhilah; Fariza Putri Hawa; Titiek Rachmawati
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap citra perusahaan pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh aktivitas CSR PT Telkom Indonesia, dengan sampel berupa program CSR yang terdokumentasi dalam Laporan Tahunan (Annual Report) dan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) tahun 2022–2024. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman dokumentasi dan studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode content analysis dengan mengelompokkan program CSR berdasarkan konsep Triple Bottom Line, yaitu people, planet, dan profit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CSR PT Telkom Indonesia telah terstruktur dan terintegrasi dalam ketiga pilar tersebut, di mana aspek people berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui digitalisasi dan edukasi, aspek planet menekankan pada pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon, serta aspek profit berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM. Selain itu, implementasi CSR terbukti berkontribusi dalam membentuk citra perusahaan melalui dimensi personality, reputation, identity, dan value. Secara keseluruhan, CSR yang dijalankan tidak hanya bersifat filantropi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai bersama serta memperkuat citra perusahaan di mata stakeholder.
ANALISIS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN WHISTLEBLOWING SYSTEM DALAM PENCEGAHAN FRAUD PADA BANK SYARIAH INDONESIA Vivi Natasha; Fauziyah Fadhilah; Fariza Putri Hawa; Tries Ellia Sandari
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Juli 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v5i1.1662

Abstract

Penelitian ini melihat bagaimana Good Corporate Governance (GCG) dan Whistleblowing System (WBS) dijalankan dalam mencegah fraud di Bank Syariah Indonesia, termasuk bagaimana ketiganya saling berhubungan. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan teknik content analysis. Yang dijadikan objek kajian adalah laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan GCG Bank Syariah Indonesia periode 2020 sampai 2025. Penilaian dilakukan dengan checklist berindikator GCG, WBS, dan fraud yang diberi skor untuk setiap tahunnya. Hasilnya, ketiga aspek tersebut sama-sama mengalami peningkatan dan mencapai titik paling baik pada 2022–2024, lalu sedikit menurun pada 2025. Penurunan ini menjadi tanda bahwa konsistensi penerapannya belum terjaga sepenuhnya. Selain itu, GCG, WBS, dan fraud ternyata saling memperkuat satu sama lain. GCG menjadi dasar tata kelola, WBS berperan sebagai alat deteksi dini, sementara tingkat fraud menggambarkan seberapa efektif sistem pengendalian yang berjalan. Karena itu, keberlanjutan dan konsistensi penerapan menjadi hal yang menentukan keberhasilan tata kelola perusahaan.