Akbar Firmansyah
Politeknik Negeri Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Economic Bubble and Fraud in Unicorn Startups: A Case Study of eFishery Akbar Firmansyah; Akas Setiawan; Waridad Al Ayyubi
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3150

Abstract

Examine the lifecycle of the Indonesian startup eFishery using the Minsky and Kindleberger economic bubble framework. A qualitative single-case study design was employed, based on extensive secondary data analysis of investigative media reports, forensic audit summaries, and industry publications. Findings demonstrate a clear alignment between eFishery’s development and the five stages of an economic bubble: displacement, boom, euphoria, financial distress, and revulsion. Internal financial dynamics were mapped to Minsky’s regimes of hedge, speculative, and Ponzi finance, revealing how staged venture capital funding created structural incentives that contributed to financial manipulation. Governance failures were identified as principal drivers, notably moral hazard between founders and investors and a pervasive growth-at-all-costs culture, which accelerated both the bubble’s expansion and its subsequent collapse. The Minsky and Kindleberger framework was found to be an effective analytical tool for assessing firm-level financial instability in high-growth startups. Implications are discussed for regulators, investors, and founders, with recommendations for improved governance, transparency, and funding practices to mitigate systemic risks associated with the pursuit of unicorn valuations.
Strategi Pengembangan Usaha Abon Bandeng dengan Penambahan Bonggol Pisang Ulin dengan Menggunakan Metode SWOT dan QSPM Dini Mutmainah; Sekar Wulandari; Akbar Firmansyah; Taufiq Humaidi; Fairuz Nadhifah
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i2.3814

Abstract

Pengembangan produk olahan bandeng di Kabupaten Sidoarjo masih didominasi penjualan ikan segar sehingga nilai tambah dan daya saing usaha belum optimal. Salah satu opsi hilirisasi adalah produksi abon bandeng dengan penambahan bonggol pisang ulin sebagai sumber serat berbasis bahan lokal yang mendukung narasi keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha abon bandeng dengan bonggol pisang ulin, (2) merumuskan alternatif strategi menggunakan analisis SWOT, dan (3) menentukan strategi prioritas melalui Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif–kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, serta kuesioner semi-terstruktur kepada informan ahli, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen usaha dan literatur terkait. Hasil analisis menunjukkan skor IFE sebesar 2,565 yang menandakan kondisi internal cukup kuat, sedangkan skor EFE sebesar 2,437 mengindikasikan kemampuan respons terhadap lingkungan eksternal masih cenderung lemah. Pemetaan posisi strategi menempatkan usaha pada kuadran agresif, sehingga peluang pertumbuhan tetap terbuka apabila penguatan internal dilakukan secara konsisten. Berdasarkan QSPM, strategi prioritas utama adalah merencanakan pengembangan varian produk (TAS 6,903), kemudian memperkuat branding produk sehat lokal (TAS 6,569) dan kolaborasi rantai pasok (TAS 5,897), sementara digital marketing berperan sebagai pengungkit lanjutan setelah mutu dan pesan merek stabil. Temuan menegaskan pentingnya peningkatan mutu, konsistensi proses, dan diferensiasi produk sebelum perluasan pemasaran dilakukan secara lebih luas.