Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh DHRM terhadap Employee Engagement dengan Sustainable HR Pratices sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan di Solo Raya Ummu Arofah; Tri Hastuti; Shania Devi; Fitri Dianitami
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i1.3248

Abstract

Adanya peningkatan Digital Human Resource Management (DHRM) menjadi salah satu aspek yang krusial dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses, efektivitas dalam pengambilan keputusan, serta meningkatnya pengalaman kerja karyawan. Adanya tuntutan organisasi modern, Digital Human Resouces (DHRM) tidak hanya sebagai alat administratif, tetapi juga menjadi salah satu strategi untuk memperkuat keterlibatan karyawan melalui sistem yang lebih responsif dan terintegrasi. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk menyelidiki sejauh mana Digital Human Resource Management (DHRM) memengaruhi keterlibatan karyawan (employee engagement), melalui Sustainable Human Resource Practices (SHRP). Menggunakan Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner kepada 118 responden. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Digital Human Resource Management (DHRM) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, baik secara langsung maupun melalui mediasi Sustainable Human Resource Pracitces. Studi ini mengindikasikan bahwa praktik manajemen SDM digital yang diterapkan oleh perusahaan mampu meningkatkan keterikatan, motivasi, dan komitmen karyawan. Selain itu, penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan menunjukkan bahwa dalam praktik manajemen SDM digital harus beriringan dengan sifat yang keberlanjutan agar berdampak secara optimal pada pengalaman kerja karyawan. Secara praktis, hasil penelitian dapat diimplementasikan oleh perusahaan untuk terus mengoptimalkan strategi Digital Human Resource Management (DHRM) yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga harus berorientasi dalam hal pengoptimalan budaya kerja yang mendukung kesejahteraan jangka panjang karyawan. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi dalam menambah literatur baru mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan SDM di era transformasi digital.
Efek Moderasi Escape Motive of Job Hopping: Hubungan Budaya Organisasi dan Perilaku Job Hopping pada Karyawan Swasta di Solo Raya Ummu Arofah; Muhammad Yusuf Ariyadi
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 12, No 1 (2026): In Press
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurman.v12i1.2860

Abstract

ABSTRAKBerpindah pekerjaan dalam kurun waktu yang singkat dikenal dengan istilah perilaku job hopping, saat ini menjadi salah satu fenomena umum terjadi pada kalangan karyawan dan menimbulkan tantangan bagi organisasi untuk mempertahankan serta membangun lingkungan kerja yang positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak budaya organisasi terhadap perilaku job hopping serta menguji peran escape motive of job hopping sebagai variabel moderasi pada karyawan swasta di Solo Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 174 respoden yang disebarkan melalui Goggle Forms berbentuk kueisoner. Data penelitian yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui bantuan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku job hopping. Selain itu, escape motive of job hopping terbukti berperan sebagai varaiabel yang memoderasi antara budaya organisasi dengan perilaku job hopping. Temuan ini menandakan bahwa faktor organisasi dan faktor psikologis berperan dalam mendorong kecenderungan karyawan untuk berpindah pekerjaan.Kata Kunci: Budaya organisasi, Perilaku job hopping, Escape motive of job hopping ABSTRACTJob hopping, defined as changing jobs within a reltively short period, has become an increasingly common phenomenon among employees and poses significant challenges for organisations in retaining talent and fostering a positive work environment. In this study, the influence of organisational culture on job hopping behaviour and the moderating role of the escape motive of job hopping were examined among private-sector employees in the Solo region. A quantitative research approach was employed, involving 174 respondents who completed an online questionnaire distributed via Goggle Forms. The collected data were analysed using the Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS 3.0 software. The findings indicate that organisational culture has a positive and significant effect on job hopping behaviour. Furthermore, the escape motive of job hopping was found to significantly moderate the relationship between organisational culture and job hopping behaviour. These findings suggest that both organisational factors and individual psychological motives contribute to employees propensity to engage in job hopping behaviour.Keywords: Organizational culture, Job hopping behavior, Escape motive of job hopping