Petani sayuran merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit berbasis lingkungan dan kerja akibat paparan pestisida, posisi kerja tidak ergonomis, serta higienitas yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian penyakit berbasis lingkungan dan kerja serta hubungannya dengan umur, jenis kelamin, dan pendidikan pada petani sayuran di Nagari Koto Laweh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 254 petani sayuran yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan fisik, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan penyakit terbanyak (72%), diikuti penyakit kulit (24%), gangguan pernapasan (15,4%), kecacingan (3,5%), dan keracunan pestisida (4,3%). Terdapat hubungan signifikan antara umur (p=0,014) dan jenis kelamin (p=0,026; POR=1,94; CI 95%: 1,12–3,39) dengan kejadian MSDs, serta antara pendidikan dengan kejadian kecacingan (p=0,000) dan penyakit kulit (p=0,006). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor sosiodemografi berpengaruh terhadap penyakit berbasis lingkungan dan kerja pada petani sayuran. Diperlukan program promotif dan preventif berupa edukasi ergonomi, pelatihan penggunaan alat pelindung diri, peningkatan perilaku higienitas, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi petani untuk menurunkan risiko penyakit akibat kerja di sektor pertanian dataran tinggi.