Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN DATA PRIBADI TERHADAP PENANGGULANGAN TINDAKAN PENIPUAN ONLINE BERBASIS DIGITAL Parlaungan Gabriel Siahaan; Novridah Reanti Purba; Nazla Ritonga; Erniati Silalah; Rotua Florentina Natalia Simanjuntak
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 9 No. 1 (2024): MAY
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v9i1.2881

Abstract

Di tengah era digital yang pesat, data pribadi individu semakin rentan terhadap potensi penyalahgunaan dan pelanggaran privasi. Keamanan data pribadi merupakan hak asasi manusia yang harus dijamin dan dihormati. Identitas digital telah meraih signifikansi yang semakin memuncak dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Dengan teknologi yang pesat mengharuskan semua orang melindungi data pribadinya agar terhindar dari penipuan online. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dampak tindakan penipuan onlineĀ  dan mengevaluasi TeknikĀ  keamanan data pribadi pengguna serta peran kerangka hukum dalam pencegahan penipuan online. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu mayoritas responden menganggap diri mereka sendiri bertanggung jawab dalam melindungi data pribadi mereka. Hal ini mencerminkan kesadaran dan kemauan untuk mengambil tindakan dalam mengamankan informasi pribadi di era digital. Perlindungan data pribadi menjadi semakin penting, dan hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang sikap dan pengetahuan responden terhadap masalah tersebut. Tingginya tingkat kesadaran ini menunjukkan perlunya edukasi yang berkelanjutan tentang praktik terbaik untuk melindungi data pribadi. Perlindungan data pribadi merupakan hal yang harus kita perhatikan dalam penanggulangan dari tindak penipuan online yang saat ini sangat meningkat pada era digital ini, akan tetapi masyarakat masih terlalu banyak yang menyepelekan kepentingan dari hal tersebut.
PENGARUH PUBLIC SPEAKING, PENGUASAAN TEKNOLOGI INFORMASI, DAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP KESIAPAN KERJA MELALUI SELF-EFFICACY MAHASISWA (STUDI KASUS MAHASISWA PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN STAMBUK 2023 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN) Nazla Ritonga; Hasyim Hasyim
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 7 (2026): 2026 Juli
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i7.1091

Abstract

Work readiness is one of the essential competencies that university students need to possess in order to face increasingly dynamic and competitive labor market demands. This study aimed to analyze the effects of public speaking, information technology mastery, and time management on work readiness through self-efficacy as an intervening variable among students of the Office Administration Education Study Program, Class of 2023, Faculty of Economics, Universitas Negeri Medan. This study employed a quantitative approach with a causal associative design. The population consisted of all students of the Office Administration Education Study Program, Class of 2023, and the sampling technique used was saturated sampling, resulting in 71 respondents. Data were collected using questionnaires and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS 4 software. The results revealed that information technology mastery and self-efficacy had a positive and significant effect on work readiness, whereas public speaking and time management did not have a significant direct effect on work readiness. Furthermore, public speaking and time management had a positive and significant effect on self-efficacy, while information technology mastery did not significantly affect self-efficacy. The findings also indicated that self-efficacy mediated the relationship between public speaking and work readiness as well as between time management and work readiness, but it did not mediate the relationship between information technology mastery and work readiness. Therefore, strengthening students' self-efficacy is necessary to enhance their work readiness.