Claim Missing Document
Check
Articles

Perlindungan Pengetahuan Tradisional sebagai Hak Konstitusional di Indonesia Reh Bungana Beru Perangin-angin; Ramsul Nababan; Parlaungan G. Siahaan
Jurnal Konstitusi Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : The Constitutional Court of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.923 KB) | DOI: 10.31078/jk1718

Abstract

Indonesia is a country that has abundant genetic resources, multi ethnicity, and diverse cultures. This situation makes Indonesia very rich in traditional knowledge. Protecting traditional knowledge is very important because traditional knowledge is the identity of the community as the owner. Through Article 18B Paragraph (2) and Article 28I Paragraph (3) of the 1945 Constitution, traditional knowledge which is a traditional right and the identity of the indigenous culture are implicitly recognized as constitutional rights. Protection of traditional knowledge in Indonesia is regulated in the Copyright Law, Patent Law, and Culture Promotion Act. However, the protection of traditional knowledge in Indonesia has not been optimal, because it has not provided adequate protection to traditional knowledge.
Analisis Putusan Hakim Dalam Kasus Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 1287/Pid.B/2023/PN Mdn) Elisabet Juniawati Pardede; Herti Noita Simbolon; Syarifa Aini; Parlaungan Gabriel Siahaan; Dewi Pika Lbn Batu
Doktrin:Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/doktrin.v1i4.1363

Abstract

The monetary crisis has greatly impacted Indonesian society, leading to a moral crisis. This can be seen from the increasing crime rate and unemployment. This tends to cause one of the crimes that often occurs, which is theft. The application of standard articles in cases with relatively small valued goods will certainly increase the piling up of cases and the prolonged handling of a case. Not infrequently, these cases are forced to be resolved in a long period of time and end up in the Supreme Court. This study aims to find out the decision of the Medan High Court Number 1287/Pid.B/2023/PN Mdn regarding theft. In this study, the author uses a normative juridical approach, which is an approach carried out by analyzing and interpreting theoretical matters regarding principles, legal interpretation and comparative law. The results of the analysis and discussion in this study are that in the case of the criminal act of theft with case number 1287/Pid.B/2023/PN Mdn, the Defendant, Tamim Hasyim Als Tamim, was found guilty by the Panel of Judges for committing the criminal act of "Aggravated Theft Committed Repeatedly" based on the alternative indictment submitted by the Public Prosecutor. As a result, the Defendant was sentenced to 3 years and 10 months in prison. In the case of the criminal act of theft with case number 1287/Pid.B/2023/PN Mdn.
The Role of the Local Government in Implementing Article 28 E Paragraph 1 of the 1945 Constitution Against the Occurrence of Forced Dissolution of Worship in the Area of Setia Village Jonatan Marbun; Arsiska Sari; Ali Asdon Tanjung; Parlaungan Gabriel Siahaan; Novridah Reanti Purba
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 6 No 3 (2023): International Journal of Education, Information Technology  and Others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10038694

Abstract

This research aims to analyze the aspect of the relationship between Article 28E Paragraph 1 of the 1945 Constitution which regulates freedom of religion with the controversy over the dissolution of the Mawar Sharon Church (GMS) worship in Kelurahan Setia. This research uses a qualitative approach with interview techniques and literature analysis. The number of sources in this study amounted to 4 people. And the results showed that there was no evidence of forced dissolution of GMS as reported, but only a misunderstanding between residents and GMS managers. The Local Government of Kelurahan Setia is considered to have tried to be tolerant and actively perform the function of mediation and monitoring the situation to ease the tension that had occurred.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENCEMARAN LINGKUNGAN SEBAGAI AKIBAT LIMBAH B3 (Studi Kasus Putusan Nomor 1482/Pid.Sus-LH/2021/PT MDN) Junaidi Junaidi; Yona Kristin Simbolon; Parlaungan Gabriel Siahaan; Dewi Pika Lbn Batu
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4301-4314

Abstract

Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Rumah Sakit Umum Berkah Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pencemaran lingkungan akibat Limbah B3, dengan fokus pada studi kasus Putusan Nomor 1482/Pid.Sus-LH/2021/PT MDN. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan data primer berupa Putusan PT Medan, serta data sekunder berupa peraturan-undangan di bidang Lingkungan Hidup, jurnal, dan buku. Analisis data dilakukan secara yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban Rumah Sakit Umum Berkah Medan berupa hukuman denda sebesar Rp 1 miliar, subsider 3 bulan kurungan.Kemudian dalam kasus limbah B3, PPNS memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan pencemaran lingkungan yang terjadi akibat limbah B3. Dalam hal penegakan hukum lingkungan, PPNS dapat melakukan tindakan seperti penyertaan barang bukti, pemanggilan Saksi, dan pemeriksaan dokumen.
PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PEMALSUAN DATA (Studi Kasus Putusan No.356/Pid.B/2020/PN.Bks) Dhiva Dalna Yuzar; Piona Okta Piana; Kahirunnisyah Nasution; Parlaungan Gabriel Siahaan; Dewi Fika Lumban Batu
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4357-4366

Abstract

Hukum administrasi Negara merupakan fenomena kenegaraan dan pemerintahan yang dimana keberadaanya setua dengan konsepsi Negara hukum atau muncul bersamaan dengan diselenggarakannya kekuasaan Negara dan pemerintahan berdasarkan aturan hukum tertentu.  Artikel ini bertujuan untuk menguraikan terkait pertanggung jawaban pidana terhadap pelaku pemalsuan data. Metode penelitian digunakan metode deskriptif dan penelitian kepustakaan. Dalam perspektif perundang-undangan Indonesia, administrasi kependudukan diatur di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006  tentang Administrasi Kependudukan yang kemudian disebut dengan Undang-Undang Administrasi Kependudukan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa  pelaku/terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah “melakukan, menyuruh dan turut serta melakukan perbuatan, tidak berhak mencetak, mengumumkan dan/atau mengedarkan surat kependudukan”; Pengaturan Pertanggungjawaban Pidana atas Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen Kependudukan dalam UU Tata Kependudukan. Terdakwa dijatuhkan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun Dan denda sebesar Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dengan ketentuan bahwa jika denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan; Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
The Role of Witnesses in Prosecuting Cases of Fatal Assault: Legal and Sociological Perspectives Reni Berlian Silalahi; Ira Yenita Malau; Rani Sabeta Nainggolan; Mhd Ilham Hidayat Rastami; Parlaungan Gabriel Siahaan; Dewi Pika Lumban Batu
JURNAL HUKUM SEHASEN Vol 9 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Hukum Dehasen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jhs.v9i2.5053

Abstract

The act of physical assault is one of the persistent phenomena that is difficult to eradicate in society. Various acts of violence, such as physical abuse and battery, often result in injuries to the victim's body or body parts, and sometimes even lead to lifelong physical disabilities or, in severe cases, death. In criminal cases, witnesses hold a crucial position in determining prosecution, as they are considered lawful instruments. This study examines the role of witnesses in the prosecution of cases of fatal assault. The research method employed in this study is normative legal research, also known as doctrinal legal research or library-based legal research. This type of research is conducted by examining secondary data, including primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Based on the research findings, it can be concluded that witnesses play a significant and pivotal role in uncovering the truth and facilitating prosecution. From both legal and sociological perspectives, the role of witnesses includes providing evidence, giving testimony, and supporting the public prosecutor. As such, it can be concluded that witnesses have an important role in prosecution, as stipulated in Article 184 paragraph (1) of the Criminal Code.
Pelindungan Hukum Pengetahuan Tradisional Terhadap Makanan Tradisional Cimpa Matah Sebagai Makanan Khas Suku Karo Rini Armianti Berutu; Dandi Putra Bintang; Loficha Metesa Br Ginting; Ikhsanul Fadly Butar-butar; Parlaungan Gabriel Siahaan; Reh Bungana Bungana Br. PA
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i3.2023.980-984

Abstract

Masalah yang ingin dibahas dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat setempat terhadap cimpa matah, pemerintah belum mendaftarkan cimpa matah ke Rektoral jendral Kemenkumham sebagai bentuk pelindungan hukum pengetahuan tradisional terhadap cimpa matah. Tidak terbudayakannya dengan baik cimpa matah sebagai salah satu makanan tradisional, dan startegi, pengembangan oleh pemerintah dalam membudidayakan cimpa matah sebagai makanan khas suku karo. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui bagaimana bentuk pelindungan hukum yang diberikan atas pengetahuan tradisional terhadap cimpa matah dan untuk menetahui strategi, upaya dalam pemanfaatan dan pembinaan Cimpa Matah sebagai salah satu suatu unsur kekayaan intelektual yaitu pengetahuan tradisional. pemerintah setempat dalam Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat khusunya masyarakat suku karo baik secara teoritis maupun praktisnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Normatif-Empiris dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap responden dengan lokasi penelitian di Desa Suku Julu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten karo Provinsi Sumatera Utara, adapun teknik pengumpulan data dengan Reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian memproleh bahwasanya cimpa matah belum terlindungi secara hokum, pelindungan hokum pengetahuan tradisional terhadap cimpa matah belum didaftarkan dan dimohonkan pelindunganya kepada DKJI Kemenkumham RI. Selain hal tersebut terdadapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam pemberdayaan cimpa matah sebagai makanan khas suku karo yaitu dengan edukasi pendidikan terhadap pemuda setempat agar cimpa ini tersu terjaga kelesarianya, penegekan hokum terhadap pelindungan cimpa matah, pemasaran dan promosi oleh pemerintah setempat agar cimpa ini dapat dikenal tidak hanya disuku karo tetapi juga untuk masyarakat dan suku lainya.  Kata Kunci: Cimpa Matah, Makanan Khas karo Pelindungan Pengetahuan Tradisonal. 
Perlindungan Hukum Terhadap Penggugat Dalam Perkara Penyerobotan Tanah (No. Perkara 337/Pdt.G/2023/Pn.Mdn) Ditinjau Dari Hukum Perdata Salman Lubis; Fany May Sarah Sitohang; Delva Fitria; Parlaungan Gabriel Siahaan; Dewi Pika Lumban Batu
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol 1 No 6 (2023): November : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v1i6.437

Abstract

Legal protection for plaintiffs in land grabbing cases needs to be carried out by law enforcers to avoid undesirable incidents. Land grabbing has a detrimental impact on parties whose ownership rights are illegally owned by perpetrators who do not want to suffer losses. The plaintiff has rented a plot of land and buildings to the defendant for Rp. 15,000,000/year, but it has been 11 years now that the defendant has not had good faith in paying rent to the plaintiff, and has claimed that the land and building rented by the defendant to the plaintiff belong to the defendant. Before the plaintiff brought this case to court, the plaintiff had first carried out an injunction through the plaintiff's attorney against the defendant, but the defendant did not heed it. Due to this unlawful action, the plaintiff suffered a loss of Rp. 165,000,000,- (one hundred and sixty five million rupiah). For the losses suffered by the plaintiff, the defendant must also be sentenced according to Article 1365 of the Civil Code, Article 1366 of the Civil Code, Article 1367 of the Civil Code, Article 385 paragraph (1) of the Criminal Code, or according to other laws and regulations.
Urgensi Penegakan Hukum terhadap Kasus Pencurian Sepeda Motor oleh Anak Muda di Kota Medan: Studi Putusan Nomor: 1816/Pid.B/2023/PN MDN Nur Janna; Putri Adinda Manurung; Rohma Safitri; Isnaniah Isnaniah; Parlaungan Gabriel Siahaan; Dewi Pika Lbn Batu
As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol 6 No 1 (2024): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v6i1.5558

Abstract

Theft cases are the most common cases that are most disturbing to the public and detrimental to the parties involved. The law on theft no longer makes perpetrators of theft feel afraid of sanctions. Even though it is very clear that theft is classified as a criminal offense that will be punished according to the level of the theft case. The type of research carried out is empirical legal research, empirical legal research is a type of research that aims to look at the law as a whole and examine how the law functions in society. Empirical legal research methods can also be referred to as sociological legal research because the focus of this research is examining people in their social relationships. And the data collection techniques used were interview methods and literature studies. In the research, the data used is primary data in the form of statements from the Medan Police and the Medan District Court regarding motorbike theft. The results of the discussion were that each defendant was sentenced to prison for 4 (four) years. Causative factors include family or parental factors, environmental factors, economic need factors, and low education factors.
Kesadaran Hukum Siswa Dalam Melakukan Tindakan Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Melalui Media Sosial Berdasarkan UU No. 19 Tahun 2016 (Studi Kasus di Kelas IX SMP Negeri 35 Percut Sei Tuan) Alex Prayoga Sidabutar; Parlaungan Gabriel Siahaan; Novridah Reanti Purba; Lammarito Lumbangaol; Erbina Sembiring
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.5694

Abstract

Media sosial merupakan sebuah teknologi yang memiliki banyak inovasi di dalamnya sehingga dapat mempermudah setiap aktivitas Masyarakat. Siswa sebagai bagian di tengah-tengah masyarakat sudah mengenal kemajuan teknologi berupa sosial media berupa TikTok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran dan tindakan siswa kelas IX SMP Negeri 35 Percut Sei Tuan terhadap berita hoax yang beredar di TikTok berdasarkan UU No. 19 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan siswa kelas IX-4 sebanyak 30 siswa sebagai responden. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan tiga teknik analisis data reduksi data, display data, dan verifikasi data. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tindakan dan pemahaman siswa kelas IX SMP Negeri 35 Percut Sei Tuan terhadap penyebaran berita hoax. Penelitian ini memperlihatkan siswa kelas IX-4 belum memiliki pemahaman yang sempurna mengenai penyebaran hoax, hal terlihat karena masih terjadi penyebaran hoax di media sosial dan di sekolah yang menyebabkan perkelahian antara siswa. Kata Kunci : Siswa, Hoax, Media Sosial Social media is a technology that has many innovations in it so that it can make every community activity easier. Students as part of society are already familiar with technological advances in the form of social media in the form of TikTok. This research was conducted to find out the roles and actions of class IX students at SMP Negeri 35 Percut Sei Tuan regarding hoax news circulating on TikTok based on Law no. 19 of 2016. This research used 30 class IX-4 students as respondents. The research method used in this research is qualitative using three data analysis techniques, data reduction, data display, and data verification. This research was conducted to find out the actions and understanding of class IX students at SMP Negeri 35 Percut Sei Tuan regarding the spread of hoax news. This research shows that students in class IX-4 do not yet have a perfect understanding of the spread of hoaxes, this can be seen because hoaxes are still spreading on social media and at school which causes fights between students. Keyword: Student, Hoax, Social Media
Co-Authors Adamsyach Prana Walidin Ade Fitri Sihombing Adelina Aritonang Adelina Sitanggang Adeline Pastika Muham Adinda Salwa Azzahra Sani Adrian Daulay Agata Putri Handayani Simbolon Aidil Azhary Lubis Aldiwongki Bartolomeus Turnip Alex Prayoga Sidabutar Ali Asdon Tanjung Alissa P Simbolon Almaidah Siregar Amelia Situmorang Anastasya Fricilla Sinaga Anis Safrita Anisah Mufidah Anjelina Pasaribu Anna Maudina Manurung Arinda Risna Cherylia Siregar Arsiska Sari Asher Ebenneazer Ginting Azizah Nur Nasution Bartolomeus Marulitua Simanjorang Bayu Adrian Bella Ayu Anzalia Bella Natasiya Benni Sitanggang Bila May Boy Dippu Tua Simbolon Cici Stevani Siahaan Cindy Ayu Lestari Dandi Abram Situmorang Dandi Putra Bintang Daniel R. Sihite Debora Merlani Purba Debora Simamora Della Pebriani Simamora Delva Fitria Denni Iwan Permata Saragih Deo Agung Haganta Barus Desriani Ronay Fiona Purba Devi Permata Br Bangun Devi Putri Thesia Dewi Amanda Nasution Dewi Fika Lumban Batu Dewi Pika Lb Batu Dewi Pika Lbn Batu Dewi Pika Lumban Batu Dewi Pika Lumban Batu Dewi Sartika Dhiva Dalna Yuzar Dian Uli Anatasia L Tobing Dina Pratiwi Tambun Dwi Aulia Anggraini Dwi Heri Efrilia Ega Pratama Eirene Dahlia Sidabutar Eka Mei Riska Br Sitepu Eka Putriani Sihombing Elisabet Juniawati Pardede Elsa Monica Br, Sirait Elvredro Banjarnahon Endhita Putri Erbina Br Sembiring Erbina Sembiring Ernes Tifani Anastasia br Saragih Erniati Silalah Esra Natasya Sitepu Fadillah Melani Putri Fadillah Tisali Fahreza Rizki Tabrani Fany May Sarah Sitohang Fariz Aditya Fauzan Azima Febiola Br Sembiring Feby Oktavia br Tarigan Fitriyani Surbakti Friska Lorentina Purba Hanna Izzati Ar Raudhah Hanna Tresia Sidabutar Herti Noita Simbolon Ibda Maghni Tarigan Ida Nurjana Tamba Ikhsanul Fadly Butar-butar Imel Simbolon Indah Puja Claudia Damanik Ira Yenita Malau Irenita Perangin Angin Isnaniah Isnaniah Iwain O. Nababan Jekson Saragih Jelita Mawar Doloksaribu Jessica Evi Margaretha Jihan Aisyah Rahmadania Jonatan Marbun Joselin Panjaitan Joy Prana Bangun Juli Ramayani Juliandi Juliandi Junaidi Junaidi Juwita Helena Sitompul Kahirunnisyah Nasution Kesya Oktariana Br Surbakti Khairul Fahmi Sagala Khairunisa Khairunisa Kirana Pranata S. Brahmana Krisdayanti Manik Kristina Pujasari Sitompul Lammarito Lumban Gaol Lammarito Lumbangaol Laney Sartika Laras Sati Sintania Lensi sigalingging Loficha Metesa Br Ginting M. Hadi Pratama Maniar Nainggolan Mantasia Hasibuan Marcel Zefanta Tarigan Marchello Benedictus Pinem Marco Vito Naibaho Maria Clara Elfrisma Manalu Marina Gabriella Mario Fany Manurung Marlina Elisa Marpaung Martua Felix Jonathan Mei Ampudan Lumbangaol Mela Yanna Silitonga Melva Simangunsong Mhd Ilham Hidayat Rastami Mhd Rizki Alhasbi Tjg Mira Cahya Mitha Alvia Rosha Monica Tiur Simamora Muhammad Aqsa Sitompul Muhammad Habib Husin Muhammad Rajali Muhammad Rifky Najwa Latifah Hasibuan5 Najwatul Khoiriah Nasywa Yasmin Purba Natanael Naibaho Natasya Agatha Putri Jawak Nazazwa Sasqila Nazla Ritonga Neri Aisyah Nike Margaretha Br Sembiring Nobel Arta Zalukhu Nova Lestari Dalimunthe Novrida Reanti Purba Novridah Reanti Purba Novridah Reanti Purba Novridah Reanti Purba Novry Purba Nur Anisa Simbolon Nur Hidayah Hasibuan Nur Janna Nurul Azmy Pratiwi Ovi Oktavia K Sihombing Paiman Nadeak Pebriana Asina Panjaitan Pebryna Riosa Siburian Peter Patiangbanua Purba Philip Marchello Hasonangan Sinaga Pingky Monica Hasugian Piona Okta Piana Poliman Padang Pretty Grace Banjarnahor Putri Adinda Manurung Putri Jesika Putri Permata Assiddiq Harahap Putri Widia Ningsih Rahma Yani Hasibuan Rahmi Siregar Rama Rizky Septienda Saragih Ramona Febiola Simorangkir Ramsul Nababan Rani Sabeta Nainggolan Ratu Chintia Zahara Sihaloho Ray Dinho Simatupang Raysa Diva Zalianti Reh Bungana Beru Perangin-angin Reh Bungana Br PA Reh Bungana Br. PA Reh Bungana Parangin angin Reh Bungana Perangin-angin Reni Berlian Silalahi Retno Rezky Fajriana Rian T R Simanjuntak Rimma Anisa Siagian Rindiani Lumban Gaol Rini Armianti Berutu Risa Rozzaqi Rambe Risky Sakti Lumban Gaol Rizky Khairani Br Gintin Rohana Manalu Rohma Safitri Roma Nauli Stephany Br Bintang Rona Rindamelani Hutasoit Roselli Anjelina Lumbansiantar Rotua Florentina Natalia Simanjuntak Ruth Astrinata Sihite Ruth Lidya Siboro Ruth Yesika Siahaan Sadnes Sinaga Salman Lubis Samuel Sihite Sania Dwi Aura Saparutdin Brutu Sarah Miranda Gultom Sarah Sabina Sari Sesilia Depari Satya Nofryanti Seevaira Chyta Simanullang Selpi Andryani Br Sibagariang Shelly Dwira Simorangkir Shelly Elprida Gajahmanik Sindari Br. Barus Siti Ansari Tambunan Siti Fatimah Sari Ritonga Sri Hadiningrum Stefy Margaretha Suci Izdihar Hulwa Sulastri Krisdayanti Sinambela Syarifa Aini Tara Ashiilah Taslima Amelia Taufik Tasya Ananda Putri Harahap Tawarika M. Pandiangan Teddy Pascha S.Depari Tessa Lonika Simanullang Tri Mei Rosalya Purba Trima Uasito Tampubolon Triska Marsha Olivia Valtino Gabriel Gultom Vika Oktavia Situmorang Vinolya Lidevia Br Manik Viona Francesca Purba Wika Wiryanti Siregar Yeni Yolanda Simbolon Yenni Enjelina Simatupang Yona Kristin Simbolon Yosua Gabe Maruli Sianggaran Yosua Gabe Maruli Sijabat Zianna Mira Simatupang Zoan Gaharu Parangin-Angin