Novi Indah Permata Sari
Akademi Kuliner dan Patiseri OTTIMMO Internasional

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Daging dan Demo Masak sebagai Peningkatan Pengetahuan Teknik Pengolahan dan Inspirasi Menu Baru bagi Pelaku UMKM di Kecamatan Lakarsantri Elma Sulistiya; Novi Indah Permata Sari; Ryan Yeremia Iskandar; Arya Putra Sundjaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v10i1.1108

Abstract

Pemberdayaan UMKM di Kota Surabaya dapat diupayakan dengan memberikan edukasi baik secara teori maupun melalui praktik langsung seperti demo masak. Pelatihan pengolahan daging dan demo masak dengan menu Thailand curry dilakukan sebagai upaya peningkatan kemampuan teknik pengolahan untuk menghasilkan makanan dengan kualitas yang terjaga dengan baik dan kemampuan memasak menu variatif dari mancanegara tidak hanya masakan Nusantara saja. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pengolahan daging sebagai pengembangan kualitas produksi makanan berbahan dasar daging bagi para UMKM di Kota Surabaya. Mitra dalam kegiatan ini yaitu KCP Bank OCBC Financial Fitness Gym sebagai penyedia tempat diadakannya kegiatan. Kegiatan dilakukan dengan melakukan demo masak di depan pelaku UMKM, sosialisasi cara penanganan dan pengolahan daging yang tepat, dan tanya jawab seputar teknik pengolahan daging. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para pelaku UMKM sangat antusias dalam mempelajari menu baru serta mendapatkan pengetahuan mengenai cara penyimpanan daging yang tepat, faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan daging, dan beberapa resep pengolahan yang dapat diaplikasikan sendiri di rumah. Setelah mengetahui teknik yang tepat, pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan resep yang telah diberikan dengan mengkreasikannya sendiri. Selain itu, pelaku UMKM diharapkan juga dapat mengetahui cara menjaga kualitas bahan baku hingga menjadi produk dengan teknologi yang tepat
The Songgon Experience : Strategi Penguatan Varietas Durian Lokal Sebagai Magnet Experiential Tourism Di Likin Durian Agrotourism Desa Songgon, Banyuwangi Dita Ayu Lestari; Novi Indah Permata Sari; Zaldy Iskandar
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.509

Abstract

Experiential Tourism menjadi salah satu bagian dari industri pariwisata yang mulai dikembangka dalam beberapa tahun terakhir. Pandemi Covid-19 memberi peluang baik bagi wisatawan maupun destinasi untuk memikirkan kembali dampak positif dan negatif dari berwisata. Experiential Tourism bertujuan untuk menciptakan pengalaman wisata holistik yang lebih kaya dan bernilai tinggi, dengan menggabungkan prinsip pengalaman wisata yang autentik dengan mengusung kearifan lokal suatu daerah. Experiential Tourism ini menjadi suatu kebaharuan bagi produk pariwisata alternatif di di Likin Durian Agrotourism yang merupakan destinasi durian lokal di Banyuwangi. Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi penguatan varietas durian lokal melalui pengembangan The Songgon Experience sebagai magnet Experiential Tourism dapat menciptakan pengalaman wisata yang autentik dan edukatif dengan mengoptimalkan potensi durian lokal di Likin Durian Agrotourism. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan data primer dan sekunder, utamanya melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang berkaitan, serta didukung oleh studi literatur terdahulu. Hasil penelitian berupa bahan pertimbangan dalam mengembangkan Fokus penelitian diarahkan pada pengembangan konsep wisata yang menggabungkan unsur edukasi pertanian, eksplorasi alam, budaya lokal, serta aktivitas interaktif di kebun durian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas durian lokal seperti durian merah, durian pelangi, dan beberapa jenis durian khas Songgon memiliki potensi besar untuk dijadikan ikon Experiential Tourism.  Melalui konsep “The Songgon Experience”, wisatawan tidak hanya menikmati durian sebagai produk yang dikonsumsi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan kesan berbeda dibandingkan wisata durian konvensional, strategi penguatan varietas durian lokal melalui konsep Experiential Tourism dapat menjadi inovasi pengembangan wisata berkelanjutan yang mampu memperkuat identitas lokal yaitu durian dan menjadi kekuatan magnet wisata di Likin Durian Agrowisata.
Pemberdayaan Pengelola Kantin Melalui Cooking Demo Dan Edukasi Regulasi Pangan untuk Mendukung Program Kantin Sehat Sekolah Nursita Fierdiana Dwi Andariesta; Heni Adhianata; Novi Indah Permata Sari
KIAT: Kajian Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : LP3M Universitas Binaniaga Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36350/kiat.v1i1.32

Abstract

Kantin sekolah memiliki peran vital dalam pemenuhan gizi siswa, namun pengelolaannya seringkali terbentur pada kendala literasi regulasi dan manajemen operasional bahan baku. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola kantin di SMA Kristen Petra Acitya melalui penguatan pemahaman hukum pangan dan keterampilan praktis penyajian menu sehat. Pendampingan dilaksanakan menggunakan metode edukasi partisipatif yang mengintegrasikan sosialisasi aspek legalitas dengan demonstrasi kuliner inovatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman regulasi, di mana 100% peserta menyadari tanggung jawab hukum mereka sebagai pelaku usaha sesuai UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Identifikasi kendala di lapangan menemukan bahwa 38,7% pengelola masih mengandalkan penyimpanan bahan baku lama di lemari pendingin yang berisiko pada penurunan kualitas keamanan pangan. Sebagai solusi, diperkenalkan menu berbasis bahan segar seperti Poke Bowl dan Yellow Coco yang lebih higienis dan memiliki kepastian mutu. Kegiatan ini berhasil mentransformasi orientasi pengelola kantin menjadi pelaku usaha yang sadar hukum dan mutu. Sinergi antara pemahaman aspek yuridis dan keterampilan teknis pengolahan bahan segar menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan ekosistem kantin sehat yang berkelanjutan serta patuh hukum di lingkungan sekolah.